benar adanya dan menyukakan hatinya, tetapi di sisi yang lain, orang
yg sehat Akal Budinya dan kesukaannya ialah pada Hukum2 Tuhan
tersebut, tidak secara otomatis bisa diartikan bahwa orang tersebut
bisa tunduk kepada Hukum2 Tuhan yg disetujui/disukainya.
Tubuh Manusia atau katakanlah keberadaan manusia (tidak ada manusia yg
sempurna!!) bisa dijadikan sebagai sebuah ukuran dan perbandingan,
bahwa Hukum2 Tuhan itu sempurna dan Mulia didalam maksud dan
tujuaanNYA, semakin disetujui dan disukai kebenaranNYA semakin
tertampak bahwa sesuatu yg sempurna hanya dapat terpenuhi tuntutanNYA
oleh sesuatu yg sempurna.
Saya ambil sebuah contoh, seindah dan sebenar apapun sebuah kosa kata
yg tersusun, entah dalam bahasa apapun juga, selama terdiri dari
huruf2 yg ditulis oleh tangan manusia, paling jauh hanya
mengisyaratkan bahwa si penulis hanya sanggup bersaksi dari segala
kekurangannya. Saya memakai "istilah" kekurangan hanya sebagai sebuh
pesan pengingat bahwa sekaliber Nabi- pun tetap manusia yg punya
kekurangan, yg intinya ada sebuah kesaksian dalam bentuk tulisan2
tangan manusia yg punya "pengalaman" merasakan semua yg telah
disaksikannya dalam bentuk tulisan2 itu sendiri yg tentu kedalaman
makna dan artinya hanya bisa dipahami oleh si penulis.
Tetapi saya yakin, sedahsyat apapun pengalaman tersebut, akan tetap
menjadi sebuah harga mati bahwa si penulis bukanlah tokoh tanpa cacat
dalam pengertian, sudah melakukan secara sempurna semua yg
disaksikannya.
Didalam tubuh manusia yg terdiri dari darah dan daging ada sebuah
Hukum yg lain yg tidak kalah kuatnya dengan Hukum Akal Budi yg juga
ada didalam diri manusia, yaitu Hukum Dosa!!!
yang membuat semua manusia setingkat nabi sekalipun menjadi terbungkam
argumennya oleh keberadaan Akal Budinya masing2.....
Maranatha
No comments:
Post a Comment