Monday, November 5, 2007

[Berpikir Bebas 704] Re: Persaudaraan dan Perpecahan

sepertinya apa yang terjadi sekarang mirip dengan apa yang terjadi
pada abad pertengahan di Eropa, sejarah terulang kembali hanya bedanya
kini siapa yang kuat, mayoritas dan siapa yang lemah dan minoritas,
yang selalu terjepit dengan segala label sesat, kafir dan
seterusnya......
Tuhan selalu memberi kebebasan pada manusia untuk bertindak, hukumnya
yang terberat hanyalah terik matahari serta banjir...... itupun
diperkeruh oleh ulah manusia sendiri yang merusak alam tanpa
kontrol.........tapi manusia selalu arogan, menganggap dirinya paling
benar....... dan menghukum manusia lain lebih kejam dari Yang Maha
Kuasa.......padahal adakah kebenaran yang mutlak selain Tuhan
sendiri....???

On Nov 6, 1:55 am, Tjipto Juwono <tji...@gmail.com> wrote:
> Lawan persaudaraan adalah keterpecahan. Lawan keanekaragaman adalah
> keseragaman. keterpecahan tidak sama dengan keanekaragaman.
> Keseragaman tidak sama dengan persaudaraan. Keanekaragaman baik,
> keterpecahan buruk. Persaudaraan baik, keseragaman buruk.
>
> Jikalau saya menghadiri doa bersama dengan berbagai agama dan
> keyakinan, maka saya melihat keanekaragaman di dalam persaudaraan.
>
> Jikalau saya melihat sekelompok orang yang dikucilkan, dituduh sesat,
> bahkan diserang karena perbedaannya, maka saya melihat perpecahan.
>
> Jikalau saya melihat orang-orang yang tidak berani berpikir kritis,
> tidak berani berbeda, karena takut dituduh sesat dan dikucilkan, maka
> saya melihat keseragaman.
>
> Jikalau saya melihat seseorang yang melihat perbedaan sebagai
> kesesatan, dan oleh karenanya berusaha menghilangkan perbedaan, maka
> saya melihat usaha penyeragaman.
>
> Jikalau saya melihat seseorang yang menyebarkan kebencian terhadap
> kelompok yang berbeda pendapat, maka saya melihat usaha memecah-belah.
>
> Prinsip dasarnya: Semua manusia adalah bersaudara. Keanekaragaman
> adalah kekuatan bukan kelemahan. Keanekaragaman membuat manusia bisa
> bersaudara
> dengan tetap menjaga kebebasannya sebagai manusia sehinggga dengan
> demikian
> justru bisa menyumbangkan yang terbaik bagi persudaraan seluruh umat
> manusia.

No comments: