Monday, November 30, 2009

[Berpikir Bebas 855] Re: Enaknya Jadi Anak Orang Gedean

Emmm, saya selalu berpendapat bahwa "tidak punya uang" adalah masalah termudah dalam hidup ini. Saya bersyukur bahwa yang saya pusingkan adalah bagaimana makan bulan depan, bayar kontrakan dan aneka tagihan, hingga merampungkan kuliah.

Beruntungnya bahwa saya tidak punya penyakit yang -tidak peduli berapapun uang yang saya miliki- tidak dapat disembuhkan, seperti AIDS.

Saya juga berpendapat bahwa setiap orang punya jumlah masalah yang sama, hanya berbeda bentuk. Masalah orang kecil seperti saya adalah, tidak punya uang. Orang gedean tentu juga punya masalah sendiri. Bisa saja kemana-mana naik mobil mewah, tapi tubuhnya digerogoti penyakit. Punya uang segunung tapi pusing karena tak ada dokter yang mampu menyembuhkan. Minta apapun pada ortu selalu dipenuhi, kecuali minta ortu berada dirumah berkumpul hangat sekeluarga.

Urusan sifat rasanya kita tidak bisa melakukan generalisasi. Banyak kenalan saya yang masuk kategori orang kaya sejak lahir, namun punya kepedulian sosial tinggi serta taat hukum. Dan banyak juga orang kecil yang menggunakan alasan "kesulitan ekonomi" sebagai dalih untuk menganiaya orang lain, mulai dari tukang tambal ban yang sengaja menebar paku dijalan hingga tukang parkir yang menaikkan tarif seenaknya plus menggunakan karcis bekas berkali-kali.

Bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, karena yang diberikan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita. Memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, tapi sebenarnya sama saja.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Sunday, November 29, 2009

[Berpikir Bebas 853] Enaknya Jadi Anak Orang Gedean

Jika anak orang berada, pintar ini dan itu, punya banyak akses untuk
kerja disana dan disitu, buat gue itu satu hal yang biasa malah ga ada
kejutannya alias biasa saja. Jika anak orang berada,pintar ini dan
itu,punya banyak kesempatan dan akses disana disini tapi mudah stress
itu biasa dan...biarkan saja. Mereka tak mengenal susah apalagi
menderita, yang terhampar di depan mata hanya kemudahan demi
kemudahan. Kerikil kecil baginya besar, mudah merengek minta fasilitas
ini dan itu. Ha 3x, jago kandang dan hanya tau kompetisi semu.

Jika anak orang berada yang kekayaan bokap dan maknya entah dari mana,
gak jelas asal usulnya, lebih suka ngebanggain kedudukan dan
kehormatan semu ortunya...itu mah biasa aja atuh !, gede tapi bodong,
pintar dari segi inteleknya tapi masih perlu dipertanyakan kepekaan
sosial dan mentalitas ketangguhannya. Wauaahaaa 3x kasian sekali.


Jika anak penggede jadi birokrat atau politisi karena keturunan lantas
berulah yang memalukan ,....itu mah! bukan hal yang luar biasa lagi
tapi emang biasa. Korup, manipulasi proyek ini - itu, itu mah....wajar
- wajar aja. Itu belum seberapa yang lebih yahud mereka itu biasa
tampil sempurna dan rakyat pun jadi terpesona. Bayangkan saja begitu
mereka selesai merampas akses rakyat diluar kekroniaannya dan membunuh
sumber mata pencarian jutaan rakyat yang bukan geng nya, mereka bisa
dengan mudah menampilkan wajah bijak sambil tersenyum memikat . Hi 3x
buat gue mereka cuma badut - badut intelek yang lucu.

Jangan pertanyakan kadar nasionalisme mereka, lha wong menjual negara
sendiri saja penuh dengan suka cita , lha kan yang masuk keperutnya,
yang sudah membesarkan dan menyekolahkannya adalah uang negara yang
tanpa rasa dosa sudah ditilep ortunya . Uang haram yang sudah mendarah
daging, kualitas didikan yang diterima dari kedua orangtuanya sudah
membentuk kepribadian dan mentalitas anak mami - papi sedemikian
rupa ...hi 3x bukankah itu proses internalisasi penanaman nilai -
nilai amoral yang berhasil ?

Jika anak - anak penggede itu melakukan tindakan melawan hukum dan
nilai nilai keadilan namun selalu bebas dari sentuhan hukum( karena
ortunya juga selalu lolos dari jerat hukum) dan selalu dapat
melenggang bebas tanpa beban malu dan perasaan berdosa,...sama aja itu
juga ga ada anehnya. Pikir - pikir.....uenak sekali ya ?

Jika bangsa yang mayoritas ini masih mau dikuasai oleh para penguasa
yang lahir dan besar dilingkungan yang tak pernah merasakan betapa
sulitnya kehidupan rakyat jelata, yang sudah sedemikian kerja kerasnya
namun tetap saja kemakmuran masih sangat jauh dari jangkauan dan
mata...., ??? apa jadinya ya????

Kartini/Sari

[Berpikir Bebas 854] Just talk

Enggak Rumit

Saya meyakini bahwa kebahagiaan tidak selalu muncul disaat semua hal
yang kita ingini terpenuhi. Ia bisa muncul ditengah kekurangan,
ketidakmampuan bahkan ketidakberdayaan memenuhi si keinginan itu
sendiri. Bingung ?? enggak juga.. Mengapa saya tidak bingung mungkin
berhubungan dengan cara berpikir saya yang teramat sederhana. Apa yang
saya katakan itulah yang saya rasakan. Dan mungkin ini hanya karena
saya sering mengalami hal- hal dimana keinginan – keinginan saya
banyak yang tak terpenuhi saya jadi kebal alias imum .


Stress kata orang – orang pintar salah satunya dipicu oleh rasa
kecewa. Kecewa apa yang diperoleh tidak sesuai dengan yang
diharapkan., apa yang diidam – idamkan tak sesuai dengan yang
dihadapan. Pastinya sebagai manusia biasa jelas saya juga pernah
stress. Bokap meninggal, gagal saat ujian, pengen sekolah lagi gak
bisa, gak lulus wawancara, gak punya duit, sampe naksir yang enggak
kesampaian.. Tapi yaitu tadi karena saya otaknya gak mampu dan gak mau
berpikir rumit jadilah saya orang yang cuma bisa nrimo, paling bengong
sebentar cuma buat ngadem – ngademin ati dari simahluk yang bernama
kecewa.

Kata seorang teman sikap saya yang kayak begitu adalah sikap seorang
yang diragukan tingkat empatinya dan cenderung cuek apatis dan tidak
optimis. Waduh! Julukan atau istilah istilah itu membingungkan saya.
Karena membingungkan ya sudah saya putuskan untuk mengacuhkan saja,
buang waktu rasanya memikirkan sesuatu diluar kemampuan. Hanya saya
jadi heran kenapa teman yang berkomentar itu kok jadi sering curhat
dan banyak mengeluh ya??.

Kartini/sari