Tuesday, September 27, 2011

Re: [Berpikir Bebas] Re: [Berpikir Bebas 879] Motivasi Dawkins

Vineet J. wrote:
> Eh om logsed atheist ya?
>
>

Nggak ...:)
Cuma senang membaca saja.

--
Anda menerima email ini karena anda telah mendaftarkan diri kepada Google Groups
"Bebas Berpikir, Berpikir Bebas".
Untuk mengirim artikel, kirim email ke berpikirbebas@googlegroups.com
Untuk mengundurkan diri dari group, kirim email ke berpikirbebas+unsubscribe@googlegroups.com
Group ini dimoderasi. Yang spam, jualan, tidak santun, atau merasa
terganggu dengan email dari group ini, akan automatically unsubscribe dan/atau banned.

[Berpikir Bebas] Re: [Berpikir Bebas 879] Motivasi Dawkins

Eh om logsed atheist ya?

2011/9/27 logsed <logikasederhana@gmail.com>:
> Motivasi pertama:
> Salah satu motivasi Richard Dawkins dalam buku-bukunya adalah mencari
> kebenaran.
> Bagi beliau, lebih baik memilih kebenaran  meskipun itu berarti
> meninggalkan ketentraman dan kedamaian hidup beragama.
> Jika kebenaran yang sesungguhnya adalah bahwa Tuhan tidak ada, mengapa
> harus menipu diri? Demikian pendapat beliau.
>
> Motivasi kedua:
> adalah bahwa -lagi-lagi menurut beliau- agama harus ditinggalkan bukan
> saja karena Tuhan tidak ada,
> tetapi juga karena agama lebih banyak membawa malapetaka daripada
> rahmat bagi umat manusia.
> Di dalam bukunya itu, beliau menunjukkan efek-efek negatip dari agama
> di dalam sejarah manusia.
>
> Motivasi ketiga:
> Richard Dawkins menunjukkan betapa banyaknya ketidak masuk-akalan di
> dalam ajaran-ajaran agama seperti terungkap
> di dalam berbagai kitab suci. Bukan hanya ketidak masuk akalan yang
> bertentangan dengan sains, tetapi juga
> ketidak masuk akalan yang bertentangan dengan moralitas berdasarkan
> common sense biasa,
>
> Motivasi keempat:
> Beliau menunjukkan dari mana asal-usul munculnya agama itu sendiri. Ia
> memperlihatkan bahwa agama adalah strategi
> evolusi, biologis dan psikologis dari manusia sebagai bagian dari
> survival. Seperti juga ditunjukkan dalam berbagai argumentasi
> antropologis, beliau juga menunjukkan bahwa agama diciptakan manusia
> sebagai strategi untuk mengendalikan ketertiban
> dan tata-moral dari suatu suku bangsa. Strategi yang tadinya
> diciptakan manusia itu kemudian diturunkan turun temurun dan
> "disakralkan" menjadi suatu bentuk spiritual.
>
>
> Sumber: Richard Dawkins, The God Delusion, Bantam Press (2006)
>

--
Anda menerima email ini karena anda telah mendaftarkan diri kepada Google Groups
"Bebas Berpikir, Berpikir Bebas".
Untuk mengirim artikel, kirim email ke berpikirbebas@googlegroups.com
Untuk mengundurkan diri dari group, kirim email ke berpikirbebas+unsubscribe@googlegroups.com
Untuk setting lainnya silahkan kunjungi
http://groups.google.com/group/berpikirbebas?hl=id

[Berpikir Bebas 879] Motivasi Dawkins

Motivasi pertama:
Salah satu motivasi Richard Dawkins dalam buku-bukunya adalah mencari
kebenaran.
Bagi beliau, lebih baik memilih kebenaran meskipun itu berarti
meninggalkan ketentraman dan kedamaian hidup beragama.
Jika kebenaran yang sesungguhnya adalah bahwa Tuhan tidak ada, mengapa
harus menipu diri? Demikian pendapat beliau.

Motivasi kedua:
adalah bahwa -lagi-lagi menurut beliau- agama harus ditinggalkan bukan
saja karena Tuhan tidak ada,
tetapi juga karena agama lebih banyak membawa malapetaka daripada
rahmat bagi umat manusia.
Di dalam bukunya itu, beliau menunjukkan efek-efek negatip dari agama
di dalam sejarah manusia.

Motivasi ketiga:
Richard Dawkins menunjukkan betapa banyaknya ketidak masuk-akalan di
dalam ajaran-ajaran agama seperti terungkap
di dalam berbagai kitab suci. Bukan hanya ketidak masuk akalan yang
bertentangan dengan sains, tetapi juga
ketidak masuk akalan yang bertentangan dengan moralitas berdasarkan
common sense biasa,

Motivasi keempat:
Beliau menunjukkan dari mana asal-usul munculnya agama itu sendiri. Ia
memperlihatkan bahwa agama adalah strategi
evolusi, biologis dan psikologis dari manusia sebagai bagian dari
survival. Seperti juga ditunjukkan dalam berbagai argumentasi
antropologis, beliau juga menunjukkan bahwa agama diciptakan manusia
sebagai strategi untuk mengendalikan ketertiban
dan tata-moral dari suatu suku bangsa. Strategi yang tadinya
diciptakan manusia itu kemudian diturunkan turun temurun dan
"disakralkan" menjadi suatu bentuk spiritual.


Sumber: Richard Dawkins, The God Delusion, Bantam Press (2006)

Monday, September 26, 2011

[Berpikir Bebas 878] KEBEBASAB BERPIKIR

Dengan hormat-, saya adalah Tubagus Boy Danakusumah [BD]-, bersama ini menyampaikan artikel sebagaimana judul tersebt diatas-, semoga dapat disampaikan kepada para rekan dan sahabat Berpikir Bebas Group Google-, dan Insya Allah saya akan menyampaikan tulisan2 lainnya yang mungkin dapat berguna bagi para anggota yang berwacana ria didunia maya Google-, Terima Kasih
Salam Hormat Tb. BD

Re: [Berpikir Bebas 877] Musik

2011/9/26 Tubagus Danakusumah <boydana17@gmail.com>:
> Anda salah alamat
> mengirim mengena MUSIK pada diri saya-, kirimlah kepada orang2 yang senang
> mendengar atau membaca HAL YANG TIDAK JELAS-, Terima Kasih Salam Hormat Tb.
> BD
>

Untuk memfilter tulisan saya dengan gmail, berikut ini langkah-langkahnya:
1. Click "create filter"
2. Pada kolom "from" masukkan alamat email saya: logikasederhana gmail.com
3. Click 'delete it'
4. Click 'create filter'

Re: [Berpikir Bebas 876] Musik



2011/9/27 Tubagus Danakusumah <boydana17@gmail.com>


2011/9/27 logsed <logikasederhana@gmail.com>
Musik

Musik bukan hanya rangkaian nada,
tetapi juga rangkaian keheningan di antara nada
satu dan nada lainnya. Keheningan di antara nada sama
pentingnya dengan nada-nada itu sendiri. Sebuah lagu yang
terdengar sangat buruk di telinga dapat berubah menjadi
sangat indah hanya dengan menambah atau mengurangi
keheningan di antara nada-nadanya.

Bermain musik bukanlah mengendalikan nada-nada
(dan keheningan di antaranya) tetapi membiarkan nada-nada
dan keheningan memainkan dirinya sendiri. Keindahan musik
bukanlah keindahan yang diciptakan, melainkan keindahan
yang ditemukan dan dibiarkan mengekspresikan dirinya sendiri.
Sebagai seorang pemula, anda  belajar memainkan alat musik.
Lama kelamaan anda membiarkan musik memainkan jari-jari anda,
anda membiarkan musik memainkan dirinya sendiri.

Sebagai seorang pemula, anda memikirkan sebuah lagu,
lalu jari-jari anda berusaha memainkannya.
Lama kelamaan lagu itu memainkan
jari-jari anda dan menghasilkan musik yang anda dengarkan
dengan penuh rasa syukur dan apresiasi.

Seorang pemusik adalah seseorang  yang rendah hati.
Yang mengosongkan egonya sendiri, mundur ke belakang,
dan membiarkan Sang Musik menguasai ruang dan waktunya.
Seperti halnya para penonton bertepuk tangan mengapresiasi
musik yang indah, si pemusikpun melakukan hal yang sama:
bertepuk tangan dan mengapresiasi musik yang indah itu.

Setiap hari seorang penikmat musik
memasang headphone stereo atau mengambil
instrument dan memainkannya, atau menggunakan instrument yang ada
di lehernya, untuk menghasilkan musik. Semua aktivitas ini mempunyai
tujuan yang sama: mendengarkan musik. Mula-mula seseorang memilih
lagu, atau CD music yang dikehendaki, dan mungkin
memperhatikan siapa pemain
musik atau siapa pencipta lagunya.

Tetapi ketika musik
mulai berkumandang, semua itu hilang. Yang ada hanyalah
suara musik saja.

BAHASA dan tata bahasa anda 'bicara' [nulis] soal musik sangat sangat tidak dapat dipahami-, MAU KEMANA arah pembicaraan anda mengenai musik-, berbicara musik itu sama dengan berbicara mengenai 'batin'-, tidak dapat dijelaskan karena hanya pandai berkata kata [?!]-, manusia 'dijaman ini' apakah dia sarjana atau tukang rokok dipinggir jalan, atau tukang ojek-, SEMUANYA sudah pandai berkata kata dan berargumentasi-, tapi manusia MELUPAKAN bahwa kata kata itu bagi orang BERIMAN  b  u  k  a  n   dan TIDAK hanya untuk 'enak dikatakan'-, tapi harus BERMAKNA hingga kebatiniah dengan selalu 'bertanya' SESUAIKAH dengan   i  m  a  n  i  a  h   anda [?!]-, Kalau hanya karena benci-, dengki-, dan kesombongan apalagi sok ingin 'didengar' atau sok ingin tenar-, BELAJARLAH dari zaman 'flintstone' tempo hari [!] Anda salah alamat mengirim mengena MUSIK pada diri saya-, kirimlah kepada orang2 yang senang mendengar atau membaca HAL YANG TIDAK JELAS-, Terima Kasih Salam Hormat Tb. BD
 

Re: [Berpikir Bebas 875] Musik



2011/9/27 logsed <logikasederhana@gmail.com>
Musik

Musik bukan hanya rangkaian nada,
tetapi juga rangkaian keheningan di antara nada
satu dan nada lainnya. Keheningan di antara nada sama
pentingnya dengan nada-nada itu sendiri. Sebuah lagu yang
terdengar sangat buruk di telinga dapat berubah menjadi
sangat indah hanya dengan menambah atau mengurangi
keheningan di antara nada-nadanya.

Bermain musik bukanlah mengendalikan nada-nada
(dan keheningan di antaranya) tetapi membiarkan nada-nada
dan keheningan memainkan dirinya sendiri. Keindahan musik
bukanlah keindahan yang diciptakan, melainkan keindahan
yang ditemukan dan dibiarkan mengekspresikan dirinya sendiri.
Sebagai seorang pemula, anda  belajar memainkan alat musik.
Lama kelamaan anda membiarkan musik memainkan jari-jari anda,
anda membiarkan musik memainkan dirinya sendiri.

Sebagai seorang pemula, anda memikirkan sebuah lagu,
lalu jari-jari anda berusaha memainkannya.
Lama kelamaan lagu itu memainkan
jari-jari anda dan menghasilkan musik yang anda dengarkan
dengan penuh rasa syukur dan apresiasi.

Seorang pemusik adalah seseorang  yang rendah hati.
Yang mengosongkan egonya sendiri, mundur ke belakang,
dan membiarkan Sang Musik menguasai ruang dan waktunya.
Seperti halnya para penonton bertepuk tangan mengapresiasi
musik yang indah, si pemusikpun melakukan hal yang sama:
bertepuk tangan dan mengapresiasi musik yang indah itu.

Setiap hari seorang penikmat musik
memasang headphone stereo atau mengambil
instrument dan memainkannya, atau menggunakan instrument yang ada
di lehernya, untuk menghasilkan musik. Semua aktivitas ini mempunyai
tujuan yang sama: mendengarkan musik. Mula-mula seseorang memilih
lagu, atau CD music yang dikehendaki, dan mungkin
memperhatikan siapa pemain
musik atau siapa pencipta lagunya.

Tetapi ketika musik
mulai berkumandang, semua itu hilang. Yang ada hanyalah
suara musik saja.

BAHASA dan tata bahasa anda 'bicara' [nulis] soal musik sangat sangat tidak dapat dipahami-, MAU KEMANA arah pembicaraan anda mengenai musik-, berbicara musik itu sama dengan berbicara mengenai 'batin'-, tidak dapat dijelaskan karena hanya pandai berkata kata [?!]-, manusia 'dijaman ini' apakah dia sarjana atau tukang rokok dipinggir jalan, atau tukang ojek-, SEMUANYA sudah pandai berkata kata dan berargumentasi-, tapi manusia MELUPAKAN bahwa kata kata itu bagi orang BERIMAN  b  u  k  a  n   dan TIDAK hanya untuk 'enak dikatakan'-, tapi harus BERMAKNA hingga kebatiniah dengan selalu 'bertanya' SESUAIKAH dengan   i  m  a  n  i  a  h   anda [?!]-, Kalau hanya karena benci-, dengki-, dan kesombongan apalagi sok ingin 'didengar' atau sok ingin tenar-, BELAJARLAH dari zaman 'flintstone' tempo hari [!] Anda salah alamat mengirim mengena MUSIK pada diri saya-, kirimlah kepada orang2 yang senang mendengar atau membaca HAL YANG TIDAK JELAS-, Terima Kasih Salam Hormat Tb. BD
 

[Berpikir Bebas 874] Musik

Musik

Musik bukan hanya rangkaian nada,
tetapi juga rangkaian keheningan di antara nada
satu dan nada lainnya. Keheningan di antara nada sama
pentingnya dengan nada-nada itu sendiri. Sebuah lagu yang
terdengar sangat buruk di telinga dapat berubah menjadi
sangat indah hanya dengan menambah atau mengurangi
keheningan di antara nada-nadanya.

Bermain musik bukanlah mengendalikan nada-nada
(dan keheningan di antaranya) tetapi membiarkan nada-nada
dan keheningan memainkan dirinya sendiri. Keindahan musik
bukanlah keindahan yang diciptakan, melainkan keindahan
yang ditemukan dan dibiarkan mengekspresikan dirinya sendiri.
Sebagai seorang pemula, anda belajar memainkan alat musik.
Lama kelamaan anda membiarkan musik memainkan jari-jari anda,
anda membiarkan musik memainkan dirinya sendiri.

Sebagai seorang pemula, anda memikirkan sebuah lagu,
lalu jari-jari anda berusaha memainkannya.
Lama kelamaan lagu itu memainkan
jari-jari anda dan menghasilkan musik yang anda dengarkan
dengan penuh rasa syukur dan apresiasi.

Seorang pemusik adalah seseorang yang rendah hati.
Yang mengosongkan egonya sendiri, mundur ke belakang,
dan membiarkan Sang Musik menguasai ruang dan waktunya.
Seperti halnya para penonton bertepuk tangan mengapresiasi
musik yang indah, si pemusikpun melakukan hal yang sama:
bertepuk tangan dan mengapresiasi musik yang indah itu.

Setiap hari seorang penikmat musik
memasang headphone stereo atau mengambil
instrument dan memainkannya, atau menggunakan instrument yang ada
di lehernya, untuk menghasilkan musik. Semua aktivitas ini mempunyai
tujuan yang sama: mendengarkan musik. Mula-mula seseorang memilih
lagu, atau CD music yang dikehendaki, dan mungkin
memperhatikan siapa pemain
musik atau siapa pencipta lagunya.

Tetapi ketika musik
mulai berkumandang, semua itu hilang. Yang ada hanyalah
suara musik saja.

Re: [Berpikir Bebas 873] Re: berpikirbebas - Google Groups: Pesan Menunggu Persetujuan [{II2Oy-OtpoedbyoCcWEwAd0PRaNgB72V0}]

wkwkwkwkwk

2011/9/26 logsed <logikasederhana@gmail.com>:
> 2011/9/26 Paper <paperlessecology@gmail.com>:
>> 2011/9/26 logsed <scimindd@gmail.com>:
>>>
>>> Atheist, lucifer, dll dilarang nulis di sini?
>>> Berarti bukan grup berpikir bebas, dong.
>>>
>>
>> Nggak dilarang, kayaknya. Tapi tulisan yang anti atheist juga nggak
>> dilarang ..:)
>>
>
> Betul ...:)
> Semua orang bebas mengekspresikan pikirannya.
> Termasuk mengekspresikan pemikiran yang menentang kebebasan
> mengekspresikan pemikiran ... ha ha ha ...
>

Re: [Berpikir Bebas 872] Apa makna dosa?

kalo menurut gw gan
orang mah biasanya taat dulu urusan belakangan
yang penting masuk surga
masuk akal atawa kagak nggak usah dipikirin
wkwkwkwkwkwkwk

2011/9/25 logsed <logikasederhana@gmail.com>:
> Apa makna dosa?
>
> Seorang teman saya menjelaskan mengapa di arab, wanita harus pakai
> jilbab. Mengapa aturan yang mengatur
> tingkah laku wanita di muka umum sangat ketat, dst Menurut beliau,
> semua itu bertujuan melindungi para wanita
> dari "serbuan" para pria arab yang buas. Saya jawab: "Lho, tapi pria
> arab banyak yang tetap buas, dan banyak wanita yang menjadi korban".
> Teman saya menjawab: "Betul. Apalagi kalau nggak pakai jilbab, dan
> tidak dilindungi aturan ketat. Bisa kembali ke jaman Jahiliyah".
>
> Saya sih nggak setuju dengan pendapat teman saya itu. Jilbab tidak
> dapat mengendalikan kebuasan para pria, tetapi hanya menundanya saja.
>
> Tetapi saya lalu jadi berpikir tentang makna dosa.
>
> Dalam dongeng adam dan hawa, dosa dihubungkan dengan "pengetahuan
> tentang baik dan buruk"
>
> Semua perbuatan manusia ada akibatnya. Ada yang berakibat baik, ada
> yang berakibat buruk.
> Tetapi manusia tidak selalu sadar, atau tidak tahu, atau tidak perduli
> dengan akibat perbuatannya.
>
> Manusia melakukan perbuatan yang berakibat buruk, atau tidak melakukan
> perbuatan yang berakibat baik.
>
> "Pengetahuan tentang baik dan buruk" tidak dengan sendirinya membuat
> manusia menjadi lebih baik.
> Tetapi setidak-tidaknya itu adalah permulaan.
> Dan paling sedikit bisa menjadi alat untuk menilai.
> Perbuatan yang berakibat baik, disebut "baik", yang sebaliknya disebut "dosa".
>
> Dosa bisa "dimaafkan" atau "diampuni", tetapi akibat dari perbuatan
> yang buruk tetap harus diingat
> dan dipelajari baik-baik, supaya manusia belajar untuk tidak mengulanginya.
>
> Pembunuhan 6 juta orang oleh Hitler dkk, 1,7 juta orang oleh Pol Pot
> dkk, dan 1 juta orang oleh Soeharto dkk (30 september/1oktober 1965),
> adalah dosa yang harus terus diingat dan dipelajari detail-detailnya,
> supaya manusia bisa belajar untuk tidak mengulanginya.
>
> Dan tentu saja, kita mesti terus mempelajari baik-baik hasil perbuatan
> baik yang telah dilakukan manusia sepanjang sejarah,
> supaya kita bisa belajar untuk mengulanginya, atau bahkan memperbaikinya.
>

Re: [Berpikir Bebas 871] ITULAH BUKTI ADANYA SANG CHALIQ

gw nggak setuju gan
yang bisa dibuktiin ama manusia mah cuman yang terbatas aja
otak manusia kan terbatas
cuman mampu ngurusin yang terbatas doang
yang nggak terbatas nggak bisa dibuktiin.

2011/9/26 Tubagus Danakusumah <boydana17@gmail.com>:
> BERPIKIR BEBAS -, itulah sesungguhnya   b  u  k  t  i   adanya Tuhan Yang
> Maha Esa [!]
> Dalam buku The Grand Design yang diterjemahkan Gramedia menjadi Rancang
> Agung disebutkan bahwa dibagian belakang 'otak manuisa' ada organ yang
> dinamakan sbagai       P I N E A L -, organ inilah yang membuat atau
> 'bersignal' [dim light] untuk manusia ber     pikir   b  e  b  a  s
> sebebas bebasnya-, inilah-, atau ITULAH yang dimaksud BD bahwa
> BUKTI adanya Sang Chaliq yang oleh Stephen Hawking 'malu malu kucing' untuk
> diakui
> atau 'dicarikan' pembenarannya [juga oleh para ilmuwan mutakhir lainnya]-,
> Cobalah-;
>
> Sebebas bebasnya kita berpikir dan menerawang mulai dari Bojonegoro di Jawa
> Timur
> sampai ke gugus pelanet Nebula yang 7500 Tahun Cahaya Jaraknya dari bumi
> dengan
> diselingi 'dadakan' anda mampir ke Paris atau New York-, atau kerumah mertua
> di .......
> Kudus Jawa Tengah-, SADARKAH ANDA    s  e  s  a  a  t   kemudian setelah itu
> anda ber
> ada dimana [?!]-, anda oleh Tuhan diberikan KEBEBASAN sebebas bebasnya TANPA
> BATAS sebagaimana 'jagad raya' ini katanya TIDAK MEMILIKI BATAS-, tapi
> kemudian.....
> sadarkah anda dimana dan sedang apa anda [?!]-, marilah SEDERHANA berpikir
> dan beperasaan-; DEMIKIAN HEBATNYA KEBEBASAN 'BERPIKIR' DIOTAK KITA-,  a d a
> k a h
> 'kebebasan itu sendiri'   d  a  p  a  t   menajangkau KEBERADAAN TUHAN YG
> MAHA ESA?!
>
> Kita jangan ngomong 'para nabi'-, itu sih 'build in' yang SPECIAL engine &
> body dari
> 'first cause' Factory [Stephen Hawking menyatakan bahwa Tuhan itu first
> cause]  -----------,
> yang penulis maksudkan adalah kita umat manusia yang telah-, sedang-, dan
> akan HIDUP
> yang total jumlahnya sudah 'puluhan milyard'-, ANDAINYA saja setiap   r  o
> h   umat
> manusia 100 Kilobyet-, dapat dibayangkan sudah berapa 'milyard Kb' yang
> dimiliki oleh
> Tuhan sejak manuisa ada-, dan akan ada [?!]-, MENGAPA ini patut
> dipertanyakan [?] sebab
> R  O  H   itulah yang tidak pernah ada dalam kebebasan berpikir kita-, yang
> tidak pernah
> terjawab atau dapat 'dibuktikan' oleh KEHEBATAN berpikir manusia-,
> SEPERTINYA  R O H
> itu   m  u  t  l  a  k   HAK PATENT Tuhan Yang Maha Esa [Allah SWT] tidak
> terbantahkan !!
>
> ITULAH -,   m a r i l a h   kita 'berketuhanan' sebesar atau sekecil SKALA
> APAPUN-, sebagai
> mana yang pernah saya 'tuliskan' dalam beberapa artikel-, bahwa   R O H
> kita itulah dalam
> totalitasnya BERSAMA SANG CHALIQ dalam mengcreat & membentuk serta
> mewujudkan
> KEHIDUPAN ABADI sebagaimana yang didambakan dan digandrungi BUKAN hanya oleh
> kita umat manusia SAJA-, tapi juga oleh Sang Chaliq sebagai MAHA PENCIPTA &
> MAHA ESA
>
> KITA boleh berseloroh dan berpikir sebebas apapun mengenai TUHAN &
> KEHIDUPAN-, tapi
> tolonglah jangan terlalu 'memperkosa' organ PINEAL kita mentang mentang kita
> ini bebas berpikir TANPA BATAS-, saya malah berpendapat atau bersyak
> wasangka mulia-, bahwa
> jangan jangan 'tempat parkir' yang paling membetahkan bagi  R O H  itu
> adanya di PINEAL,
>
> Kepada Group Berpikir Bebas Google-, marilah kita gunakan sarana DUNIA MAYA
> yang
> tidak terbatas ini menjadi PEMBELAJARAN UNIVERSAL bagi umat manusia yang
> sudah ter
> lalu lama dibodohi oleh para ahli mutakhir-, dan dipecundangi oleh
> para negarwan   dan politisi serta budayawan dan kaum elite yang   k  e  b
> l  i  n  g  e  r  'akal & akhlak'nya
>
> Jadikanlah sarana berpikirbebas@googlergroup.com  sebagai sarana KEBAJIKAN
> dan
> KEMULIAAN Sang Chaliq Maha Pencipta yang kita akui bersama sebagai TUHAN
> Y.M.E. [!]
>
> Berpikir Bebas Google Group-, carilah dan temukan orang orang BAIK dan MULIA
> yang
> sesungguhnya sangat banyak HADIR diantara umat manuisa-, mereka itu
> kebanyakan hanya
> dapat DIAM & TERSENYUM ketika melihat [bahkan merasakan] bagaimana tragis-,
> dan me
> milukan serta 'lucunya kekonyolan' KELAKUAN UMAT MANUSIA-, Insya Allah Puji
> Tuhan.....
> saya akan menyampaikan beberapa artikel yang saya buat selama ini sebagai
> h  a  s  i  l
> dari BEBAS BERPIKIR saya yang serba TERBATAS & TIDAK BEBAS-, Salam Hormat
> Untuk
> Seluruh Group Berpikir Bebas GOOGLE-, Tubagus [Boy] Danakusumah

[Berpikir Bebas 870] Pesan dari Moderator

Kalau group di internet, memang bisa dimoderator oleh moderatornya.
Tergantung kepada visi atau policy dari group tersebut.

Tetapi pikiran seseorang tidak dapat dimoderatori oleh orang lain. Apa
yang dipikirkan seseorang
adalah sepenuhnya berada dalam wilayah kekuasaan orang itu.

Apabila pikiran itu diterjemahkan kedalam tindakan atau perkataan,
maka barulah bisa dipersoalkan
berdasarkan kesepakatan atau kontrak sosial, tergantung konteksnya tentu saja.

Di dalam group ini, satu-satunya batasan adalah tutur bahasa yang
diharapkan tetap santun.
Mengenai content atau isinya, tidak ada batasan apapun juga.

salam

Re: [Berpikir Bebas 869] Re: berpikirbebas - Google Groups: Pesan Menunggu Persetujuan [{II2Oy-OtpoedbyoCcWEwAd0PRaNgB72V0}]

2011/9/26 Paper <paperlessecology@gmail.com>:
> 2011/9/26 logsed <scimindd@gmail.com>:
>>
>> Atheist, lucifer, dll dilarang nulis di sini?
>> Berarti bukan grup berpikir bebas, dong.
>>
>
> Nggak dilarang, kayaknya. Tapi tulisan yang anti atheist juga nggak
> dilarang ..:)
>

Betul ...:)
Semua orang bebas mengekspresikan pikirannya.
Termasuk mengekspresikan pemikiran yang menentang kebebasan
mengekspresikan pemikiran ... ha ha ha ...

Re: [Berpikir Bebas 868] Re: berpikirbebas - Google Groups: Pesan Menunggu Persetujuan [{II2Oy-OtpoedbyoCcWEwAd0PRaNgB72V0}]

2011/9/26 logsed <scimindd@gmail.com>:
>
> Atheist, lucifer, dll dilarang nulis di sini?
> Berarti bukan grup berpikir bebas, dong.
>

Nggak dilarang, kayaknya. Tapi tulisan yang anti atheist juga nggak
dilarang ..:)

[Berpikir Bebas 867] Ilmu Kira-kira

Di antara semua manusia di bumi, saintis adalah manusia yang paling
banyak menggunakan ilmu kira-kira.

Kita beranggapan bahwa sains adalah ilmu yang jauh dari kira-kira,
karena kita cuma melihat hasil akhirnya saja.
Tetapi jika kita mempelajari prosesnya, maka sangat banyak kira-kira di sana.

Dari 100 persen riset yang dilakukan oleh seorang saintis, hanya
kurang dari 5 persen yang dipublikasi.
Yang 95 persen penuh dengan kira-kira, spekulasi, berandai-andai,
kegagalan, salah hitung, dan masih banyak lainnya.

Bukan hanya itu saja. Dari 5 persen yang dipublikasi itu pun, banyak
pula yang kemudian terbukti keliru.

Yang kemudian masuk ke dalam buku pelajaran di sekolah atau
universitas adalah hasil riset yang telah masuk babak final.

Juaranya? Masih belum ditentukan ....:)

[Berpikir Bebas 866] Re: berpikirbebas - Google Groups: Pesan Menunggu Persetujuan [{II2Oy-OtpoedbyoCcWEwAd0PRaNgB72V0}]



On Sep 25, 10:40 pm, Tubagus Danakusumah <boydan...@gmail.com> wrote:

HANYA MANUSIA YANG   T  I  D  A  K   BERPRINSIP-, ATHEIST-, REINKERNASI SYAITAN-, DAN INGIN TAMPIL 'LAIN SENDIRI'-, KEMUDIAN AKHIRNYA DIA AKAN MENJADI LUCIEFER YANG BUKAN HANYA MEMBERONTAK PADA TUHAN [ALLAH SWT]-, TAPI JUGA
MENYANGKAL ATAS KEBERADAANNYA [!]-, Terima Kasih
atas perhatian anda terhadap diri saya-, tap MAAF saya tidak
dan   b  u  k  a  n   makhluk yang anda sukai-, MENYANYI & bermainlah INSTRUMENT sesuai dengan  P  A  R  T  N  Y  A
Tolong jangan 'berisik' dengan memainkan alat musik yang anda sendiri TIDAK TAU-, dan anda menyanyi terlalu ngawur yang merusak suasana ALUNAN MUSIK SYMPHONY JAGAD yang masih harus kita pelajari bersama-, anda jangan
mengacaukan hanya karena anda MAUNYA SENDIRI seperti Hitler-, Stalin-, Bung Karno-, bahkan Gus Dur [cari taulah 'apa itu' symphony universal yang berasal dari keheningan yang lambat laun sayup sayup MULAI terdengar 'alunan nada' yang serba anerh dan misteri-, tapi ketika semangkin jelas...........
ternyata permainan biola Rudoloph Wage Supratman sedang melantunkan syahdu   I N D O N E S I A   R A Y A .............
Salam Hormat Saya Tb. BD



Atheist, lucifer, dll dilarang nulis di sini?
Berarti bukan grup berpikir bebas, dong.

Sunday, September 25, 2011

Re: [Berpikir Bebas 865] Re: Tujuan Hidup



2011/9/26 TJ <logikasederhana@gmail.com>
Saya sudah terbiasa tidak disetujui ... he he he  ..
Saya bahkan akan sangat terkejut jika anda sependapat dengan saya.
Tetapi inilah prinsip dasar forum ini, yaitu berpikir bebas. Anda
bebas berpikir secara liar,
anda juga bebas berpikir secara konservatif. Yang tidak boleh adalah
memaksa orang untuk sepaham dengan anda.

salam

On Sep 25, 10:40 pm, Tubagus Danakusumah <boydan...@gmail.com> wrote:
> MAAF saya tidak mengenal 'siapa' anda-, pola pikir saya-,
> 'titik pandang' hidup & kehidupan saya BERBEDA JAUH dengan anda-, bahkan
> tidak ada ciri ciri persamaannya-, dalam hidup ini saya    t  i  d  a  k
> pernah mengistimewakan apapun 'kecuali' kehebatan & kemuliaan Sang Chaliq
> atau dalam bahasa  sederhananya TUHAN YANG MAHA ESA --,
> m e n g a p a [?!]-, bayangkanlah-, KITA lahir dan hadir CUMA sebagaimana
> 'manusia biasa' yang selalu bertanya MENGAPA masak harus dengan bawang merah
> dan putih, mengapa ini dan itu-, mengapa planet ini dan itu sedangkan,
> rasanya anda ini telaat lahir-, seharusnya dijaman FLINSTONE-, Eeeh malahan
> lahir dizaman anda cuma bisa menjawab tujuan hidup deng He he he [?!]-,
> Sekali lagi MAAF saya tidak mengenal anda JADILAH MANUSIA CIPTAAN SANG
> CHALIQ [jangan2 anda cuma 'assemblingan ?!] --, dan
> juga MAAF saya    t  i  d  a  k   punya teman-, sahabat-, ataupun relasi
> 'manusia' yang berpandangan dan berpendapat seperti anda-, tolong
> disampaikan singkat SIAPA diri anda-,
> saya bukan apap2 cuma manusia biasa-, bukan orang hebat, tapi TERHORMAT demi
> dan untuk TURUNAN saya-, Terima Kasih dan Salam Hormat Tubagus [Boy]
> Danakusumah
HANYA MANUSIA YANG   T  I  D  A  K   BERPRINSIP-, ATHEIST-, REINKERNASI SYAITAN-, DAN INGIN TAMPIL 'LAIN SENDIRI'-, KEMUDIAN AKHIRNYA DIA AKAN MENJADI LUCIEFER YANG BUKAN HANYA MEMBERONTAK PADA TUHAN [ALLAH SWT]-, TAPI JUGA
MENYANGKAL ATAS KEBERADAANNYA [!]-, Terima Kasih
atas perhatian anda terhadap diri saya-, tap MAAF saya tidak
dan   b  u  k  a  n   makhluk yang anda sukai-, MENYANYI & bermainlah INSTRUMENT sesuai dengan  P  A  R  T  N  Y  A
Tolong jangan 'berisik' dengan memainkan alat musik yang anda sendiri TIDAK TAU-, dan anda menyanyi terlalu ngawur yang merusak suasana ALUNAN MUSIK SYMPHONY JAGAD yang masih harus kita pelajari bersama-, anda jangan
mengacaukan hanya karena anda MAUNYA SENDIRI seperti Hitler-, Stalin-, Bung Karno-, bahkan Gus Dur [cari taulah 'apa itu' symphony universal yang berasal dari keheningan yang lambat laun sayup sayup MULAI terdengar 'alunan nada' yang serba anerh dan misteri-, tapi ketika semangkin jelas...........
ternyata permainan biola Rudoloph Wage Supratman sedang melantunkan syahdu   I N D O N E S I A   R A Y A .............
Salam Hormat Saya Tb. BD

[Berpikir Bebas 864] ITULAH BUKTI ADANYA SANG CHALIQ

BERPIKIR BEBAS -, itulah sesungguhnya   b  u  k  t  i   adanya Tuhan Yang Maha Esa [!]
Dalam buku The Grand Design yang diterjemahkan Gramedia menjadi Rancang Agung disebutkan bahwa dibagian belakang 'otak manuisa' ada organ yang dinamakan sbagai       P I N E A L -, organ inilah yang membuat atau 'bersignal' [dim light] untuk manusia ber     pikir   b  e  b  a  s   sebebas bebasnya-, inilah-, atau ITULAH yang dimaksud BD bahwa  
BUKTI adanya Sang Chaliq yang oleh Stephen Hawking 'malu malu kucing' untuk diakui
atau 'dicarikan' pembenarannya [juga oleh para ilmuwan mutakhir lainnya]-, Cobalah-;
 
Sebebas bebasnya kita berpikir dan menerawang mulai dari Bojonegoro di Jawa Timur
sampai ke gugus pelanet Nebula yang 7500 Tahun Cahaya Jaraknya dari bumi dengan
diselingi 'dadakan' anda mampir ke Paris atau New York-, atau kerumah mertua di .......
Kudus Jawa Tengah-, SADARKAH ANDA    s  e  s  a  a  t   kemudian setelah itu anda ber
ada dimana [?!]-, anda oleh Tuhan diberikan KEBEBASAN sebebas bebasnya TANPA
BATAS sebagaimana 'jagad raya' ini katanya TIDAK MEMILIKI BATAS-, tapi kemudian.....
sadarkah anda dimana dan sedang apa anda [?!]-, marilah SEDERHANA berpikir dan beperasaan-; DEMIKIAN HEBATNYA KEBEBASAN 'BERPIKIR' DIOTAK KITA-,  a d a k a h
'kebebasan itu sendiri'   d  a  p  a  t   menajangkau KEBERADAAN TUHAN YG MAHA ESA?!
 
Kita jangan ngomong 'para nabi'-, itu sih 'build in' yang SPECIAL engine & body dari
'first cause' Factory [Stephen Hawking menyatakan bahwa Tuhan itu first cause]  -----------,
yang penulis maksudkan adalah kita umat manusia yang telah-, sedang-, dan akan HIDUP
yang total jumlahnya sudah 'puluhan milyard'-, ANDAINYA saja setiap   r  o  h   umat
manusia 100 Kilobyet-, dapat dibayangkan sudah berapa 'milyard Kb' yang dimiliki oleh
Tuhan sejak manuisa ada-, dan akan ada [?!]-, MENGAPA ini patut dipertanyakan [?] sebab
R  O  H   itulah yang tidak pernah ada dalam kebebasan berpikir kita-, yang tidak pernah
terjawab atau dapat 'dibuktikan' oleh KEHEBATAN berpikir manusia-, SEPERTINYA  R O H
itu   m  u  t  l  a  k   HAK PATENT Tuhan Yang Maha Esa [Allah SWT] tidak terbantahkan !!
 
ITULAH -,   m a r i l a h   kita 'berketuhanan' sebesar atau sekecil SKALA APAPUN-, sebagai
mana yang pernah saya 'tuliskan' dalam beberapa artikel-, bahwa   R O H  kita itulah dalam
totalitasnya BERSAMA SANG CHALIQ dalam mengcreat & membentuk serta mewujudkan
KEHIDUPAN ABADI sebagaimana yang didambakan dan digandrungi BUKAN hanya oleh
kita umat manusia SAJA-, tapi juga oleh Sang Chaliq sebagai MAHA PENCIPTA & MAHA ESA
 
KITA boleh berseloroh dan berpikir sebebas apapun mengenai TUHAN & KEHIDUPAN-, tapi
tolonglah jangan terlalu 'memperkosa' organ PINEAL kita mentang mentang kita ini bebas berpikir TANPA BATAS-, saya malah berpendapat atau bersyak wasangka mulia-, bahwa
jangan jangan 'tempat parkir' yang paling membetahkan bagi  R O H  itu adanya di PINEAL,
 
Kepada Group Berpikir Bebas Google-, marilah kita gunakan sarana DUNIA MAYA yang
tidak terbatas ini menjadi PEMBELAJARAN UNIVERSAL bagi umat manusia yang sudah ter
lalu lama dibodohi oleh para ahli mutakhir-, dan dipecundangi oleh para negarwan   dan politisi serta budayawan dan kaum elite yang   k  e  b  l  i  n  g  e  r  'akal & akhlak'nya
 
Jadikanlah sarana berpikirbebas@googlergroup.com  sebagai sarana KEBAJIKAN dan
KEMULIAAN Sang Chaliq Maha Pencipta yang kita akui bersama sebagai TUHAN Y.M.E. [!]
 
Berpikir Bebas Google Group-, carilah dan temukan orang orang BAIK dan MULIA yang
sesungguhnya sangat banyak HADIR diantara umat manuisa-, mereka itu kebanyakan hanya
dapat DIAM & TERSENYUM ketika melihat [bahkan merasakan] bagaimana tragis-, dan me
milukan serta 'lucunya kekonyolan' KELAKUAN UMAT MANUSIA-, Insya Allah Puji Tuhan.....
saya akan menyampaikan beberapa artikel yang saya buat selama ini sebagai   h  a  s  i  l
dari BEBAS BERPIKIR saya yang serba TERBATAS & TIDAK BEBAS-, Salam Hormat Untuk
Seluruh Group Berpikir Bebas GOOGLE-, Tubagus [Boy] Danakusumah  

[Berpikir Bebas 862] Re: Tujuan Hidup

Saya sudah terbiasa tidak disetujui ... he he he ..
Saya bahkan akan sangat terkejut jika anda sependapat dengan saya.
Tetapi inilah prinsip dasar forum ini, yaitu berpikir bebas. Anda
bebas berpikir secara liar,
anda juga bebas berpikir secara konservatif. Yang tidak boleh adalah
memaksa orang untuk sepaham dengan anda.

salam

On Sep 25, 10:40 pm, Tubagus Danakusumah <boydan...@gmail.com> wrote:
> MAAF saya tidak mengenal 'siapa' anda-, pola pikir saya-,
> 'titik pandang' hidup & kehidupan saya BERBEDA JAUH dengan anda-, bahkan
> tidak ada ciri ciri persamaannya-, dalam hidup ini saya    t  i  d  a  k
> pernah mengistimewakan apapun 'kecuali' kehebatan & kemuliaan Sang Chaliq
> atau dalam bahasa  sederhananya TUHAN YANG MAHA ESA --,
> m e n g a p a [?!]-, bayangkanlah-, KITA lahir dan hadir CUMA sebagaimana
> 'manusia biasa' yang selalu bertanya MENGAPA masak harus dengan bawang merah
> dan putih, mengapa ini dan itu-, mengapa planet ini dan itu sedangkan,
> rasanya anda ini telaat lahir-, seharusnya dijaman FLINSTONE-, Eeeh malahan
> lahir dizaman anda cuma bisa menjawab tujuan hidup deng He he he [?!]-,
> Sekali lagi MAAF saya tidak mengenal anda JADILAH MANUSIA CIPTAAN SANG
> CHALIQ [jangan2 anda cuma 'assemblingan ?!] --, dan
> juga MAAF saya    t  i  d  a  k   punya teman-, sahabat-, ataupun relasi
> 'manusia' yang berpandangan dan berpendapat seperti anda-, tolong
> disampaikan singkat SIAPA diri anda-,
> saya bukan apap2 cuma manusia biasa-, bukan orang hebat, tapi TERHORMAT demi
> dan untuk TURUNAN saya-, Terima Kasih dan Salam Hormat Tubagus [Boy]
> Danakusumah

[Berpikir Bebas 862] Apa makna dosa?

Apa makna dosa?

Seorang teman saya menjelaskan mengapa di arab, wanita harus pakai
jilbab. Mengapa aturan yang mengatur
tingkah laku wanita di muka umum sangat ketat, dst Menurut beliau,
semua itu bertujuan melindungi para wanita
dari "serbuan" para pria arab yang buas. Saya jawab: "Lho, tapi pria
arab banyak yang tetap buas, dan banyak wanita yang menjadi korban".
Teman saya menjawab: "Betul. Apalagi kalau nggak pakai jilbab, dan
tidak dilindungi aturan ketat. Bisa kembali ke jaman Jahiliyah".

Saya sih nggak setuju dengan pendapat teman saya itu. Jilbab tidak
dapat mengendalikan kebuasan para pria, tetapi hanya menundanya saja.

Tetapi saya lalu jadi berpikir tentang makna dosa.

Dalam dongeng adam dan hawa, dosa dihubungkan dengan "pengetahuan
tentang baik dan buruk"

Semua perbuatan manusia ada akibatnya. Ada yang berakibat baik, ada
yang berakibat buruk.
Tetapi manusia tidak selalu sadar, atau tidak tahu, atau tidak perduli
dengan akibat perbuatannya.

Manusia melakukan perbuatan yang berakibat buruk, atau tidak melakukan
perbuatan yang berakibat baik.

"Pengetahuan tentang baik dan buruk" tidak dengan sendirinya membuat
manusia menjadi lebih baik.
Tetapi setidak-tidaknya itu adalah permulaan.
Dan paling sedikit bisa menjadi alat untuk menilai.
Perbuatan yang berakibat baik, disebut "baik", yang sebaliknya disebut "dosa".

Dosa bisa "dimaafkan" atau "diampuni", tetapi akibat dari perbuatan
yang buruk tetap harus diingat
dan dipelajari baik-baik, supaya manusia belajar untuk tidak mengulanginya.

Pembunuhan 6 juta orang oleh Hitler dkk, 1,7 juta orang oleh Pol Pot
dkk, dan 1 juta orang oleh Soeharto dkk (30 september/1oktober 1965),
adalah dosa yang harus terus diingat dan dipelajari detail-detailnya,
supaya manusia bisa belajar untuk tidak mengulanginya.

Dan tentu saja, kita mesti terus mempelajari baik-baik hasil perbuatan
baik yang telah dilakukan manusia sepanjang sejarah,
supaya kita bisa belajar untuk mengulanginya, atau bahkan memperbaikinya.

Re: [Berpikir Bebas 861] Tujuan Hidup



2011/9/26 logsed <logikasederhana@gmail.com>
Beberapa ratus tahun sebelum masehi, Siddharta Gautama mengobservasi
manusia di sekitarnya dan melihat
bahwa semua manusia berada di dalam lingkaran penderitaan yang tiada
hentinya.  Ia lalu mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai
pangeran, dan mengembara untuk mencari jalan
membebaskan manusia dari penderitaan. Sang Buddha mengajarkan suatu
"metode", langkah-langkah yang dapat dilakukan
manusia untuk membebaskan diri dari  penderitaan.

Tafsiran saya terhadap ajaran Buddha
(mungkin berbeda dengan ajaran standard) adalah bahwa ajaran itu tidak
bicara tentang "tujuan hidup"
tetapi mengajarkan bagaimana cara terbaik menjalani hidup.

Kalau ada yang bertanya kepada saya "Apa tujuan hidupmu?",  biasanya
saya cuma garuk-garuk kepala kebingungan ... he he he ...

Kegiatan utama sehari-hari saya adalah bermain gitar (ditambah
kegiatan sampingan
berupa jaga warung tegal, riset sains, dan menulis di milis SI).
Saya sangat menikmati kegiatan
saya sehari-hari. Sebagaimana tafsiran saya terhadap ajaran Buddha,
saya tidak berpikir tentang
"tujuan hidup" tetapi menjalani kegiatan-kegiatan sehari-hari dengan
kegembiraan dan kesungguhan.

Terus terang saja, saya memang  tidak tahu apa tujuan hidup saya, dan
saya memang tidak memikirkannya. Menurut saya, pertanyaan "apa tujuan
hidup manusia", adalah pertanyaan
yang keliru. Pertanyaan yang benar adalah, antara lain:
1. Mengapa makanan yang enak harus diberi bawang merah dan bawang putih?
2. Bagaimana caranya berimprovisasi berdasarkan harmonisasi, dan
bukannya berdasarkan
 skala melodi?
3. Mengapa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh? Bukankah gaya
gravitasi bersifat tarik-menarik?
4. Mengapa SBY selalu saja mengeluh?
5. Apa tujuan dibalik pembentukan FPI?
6. Dll.

MAAF saya tidak mengenal 'siapa' anda-, pola pikir saya-,
'titik pandang' hidup & kehidupan saya BERBEDA JAUH dengan anda-, bahkan tidak ada ciri ciri persamaannya-, dalam hidup ini saya    t  i  d  a  k   pernah mengistimewakan apapun 'kecuali' kehebatan & kemuliaan Sang Chaliq atau dalam bahasa  sederhananya TUHAN YANG MAHA ESA --,
m e n g a p a [?!]-, bayangkanlah-, KITA lahir dan hadir CUMA sebagaimana 'manusia biasa' yang selalu bertanya MENGAPA masak harus dengan bawang merah dan putih, mengapa ini dan itu-, mengapa planet ini dan itu sedangkan,
rasanya anda ini telaat lahir-, seharusnya dijaman FLINSTONE-, Eeeh malahan lahir dizaman anda cuma bisa menjawab tujuan hidup deng He he he [?!]-, Sekali lagi MAAF saya tidak mengenal anda JADILAH MANUSIA CIPTAAN SANG CHALIQ [jangan2 anda cuma 'assemblingan ?!] --, dan
juga MAAF saya    t  i  d  a  k   punya teman-, sahabat-, ataupun relasi 'manusia' yang berpandangan dan berpendapat seperti anda-, tolong disampaikan singkat SIAPA diri anda-,
saya bukan apap2 cuma manusia biasa-, bukan orang hebat, tapi TERHORMAT demi dan untuk TURUNAN saya-, Terima Kasih dan Salam Hormat Tubagus [Boy] Danakusumah

[Berpikir Bebas 860] Tujuan Hidup

Beberapa ratus tahun sebelum masehi, Siddharta Gautama mengobservasi
manusia di sekitarnya dan melihat
bahwa semua manusia berada di dalam lingkaran penderitaan yang tiada
hentinya. Ia lalu mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai
pangeran, dan mengembara untuk mencari jalan
membebaskan manusia dari penderitaan. Sang Buddha mengajarkan suatu
"metode", langkah-langkah yang dapat dilakukan
manusia untuk membebaskan diri dari penderitaan.

Tafsiran saya terhadap ajaran Buddha
(mungkin berbeda dengan ajaran standard) adalah bahwa ajaran itu tidak
bicara tentang "tujuan hidup"
tetapi mengajarkan bagaimana cara terbaik menjalani hidup.

Kalau ada yang bertanya kepada saya "Apa tujuan hidupmu?", biasanya
saya cuma garuk-garuk kepala kebingungan ... he he he ...

Kegiatan utama sehari-hari saya adalah bermain gitar (ditambah
kegiatan sampingan
berupa jaga warung tegal, riset sains, dan menulis di milis SI).
Saya sangat menikmati kegiatan
saya sehari-hari. Sebagaimana tafsiran saya terhadap ajaran Buddha,
saya tidak berpikir tentang
"tujuan hidup" tetapi menjalani kegiatan-kegiatan sehari-hari dengan
kegembiraan dan kesungguhan.

Terus terang saja, saya memang tidak tahu apa tujuan hidup saya, dan
saya memang tidak memikirkannya. Menurut saya, pertanyaan "apa tujuan
hidup manusia", adalah pertanyaan
yang keliru. Pertanyaan yang benar adalah, antara lain:
1. Mengapa makanan yang enak harus diberi bawang merah dan bawang putih?
2. Bagaimana caranya berimprovisasi berdasarkan harmonisasi, dan
bukannya berdasarkan
skala melodi?
3. Mengapa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh? Bukankah gaya
gravitasi bersifat tarik-menarik?
4. Mengapa SBY selalu saja mengeluh?
5. Apa tujuan dibalik pembentukan FPI?
6. Dll.

[Berpikir Bebas 859] Warga Gelar Doa Bersama di Lokasi Ledakan

Liputan6.com, Solo: Sekitar 40 warga yang tergabung dalam Forum
Kerukunan Lintas Umat Beragama Kota Surakarta, Jawa Tengah, menggelar
doa bersama di lokasi ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil
Sepenuh, Kepunton, Ahad (25/9) malam.

Puluhan warga berada di halaman gereja sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka
kemudian memulai doa bersama dengan mengheningkan cipta dipimpin
Pendeta Anthon Karundeng perwakilan dari Ketua Forum Gereja Kristen
Surakarta.

"Mari sejenak kita mengheningkan cipta untuk keselamatan bangsa.
Semoga Bangsa Indonesia tetap tenteram dan aman, meskipun terjadi
peristiwa ledakan bom bunuh diri pada siang tadi," kata Anthon. Usai
mengheningkan cipta, ia membacakan pernyataan sikap forum yang
diwakilinya itu, terkait ledakan bom di salah satu gereja terbesar di
Kota Solo tersebut.

Pernyataan sikap yang paling utama yang disampaikan adalah kesepakatan
bahwa kejadian tersebut bukan masalah agama, melainkan kejahatan
kemanusiaan. "Dengan demikian, jangan sampai masyarakat terprovokasi
dengan kejadian ini, dan tetap menjaga persaudaraan serta kebersamaan
antarumat beragama," katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, aparat kepolisian daerah Jawa
Tengah masih melakukan olah tempat kejadian perkara di sekitar pintu
utama gereja yang menjadi lokasi ledakan bom bunuh diri tersebut.
Puluhan warga sekitar pun masih berada di sekitar lokasi kejadian
untuk melihat secara dekat lokasi ledakan bom yang menewaskan satu
orang tersebut.

Sebelumnya, sekitar pukul 20.15 WIB, jenazah yang diduga sebagai
pelaku pengeboman telah diberangkatkan ke Jakarta melalui jalan darat
dengan dibawa oleh satu unit mobil Disaster Victim Identification
Kedokteran Polisi Polda Jateng. Jenazah tersebut akan diidentifikasi
dan dites DNA (asam deoksiribonukleat) di Rumah Sakit Polri,
Kramatjati, Jakarta.(ANS/Ant)