Sunday, September 25, 2011

[Berpikir Bebas 860] Tujuan Hidup

Beberapa ratus tahun sebelum masehi, Siddharta Gautama mengobservasi
manusia di sekitarnya dan melihat
bahwa semua manusia berada di dalam lingkaran penderitaan yang tiada
hentinya. Ia lalu mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai
pangeran, dan mengembara untuk mencari jalan
membebaskan manusia dari penderitaan. Sang Buddha mengajarkan suatu
"metode", langkah-langkah yang dapat dilakukan
manusia untuk membebaskan diri dari penderitaan.

Tafsiran saya terhadap ajaran Buddha
(mungkin berbeda dengan ajaran standard) adalah bahwa ajaran itu tidak
bicara tentang "tujuan hidup"
tetapi mengajarkan bagaimana cara terbaik menjalani hidup.

Kalau ada yang bertanya kepada saya "Apa tujuan hidupmu?", biasanya
saya cuma garuk-garuk kepala kebingungan ... he he he ...

Kegiatan utama sehari-hari saya adalah bermain gitar (ditambah
kegiatan sampingan
berupa jaga warung tegal, riset sains, dan menulis di milis SI).
Saya sangat menikmati kegiatan
saya sehari-hari. Sebagaimana tafsiran saya terhadap ajaran Buddha,
saya tidak berpikir tentang
"tujuan hidup" tetapi menjalani kegiatan-kegiatan sehari-hari dengan
kegembiraan dan kesungguhan.

Terus terang saja, saya memang tidak tahu apa tujuan hidup saya, dan
saya memang tidak memikirkannya. Menurut saya, pertanyaan "apa tujuan
hidup manusia", adalah pertanyaan
yang keliru. Pertanyaan yang benar adalah, antara lain:
1. Mengapa makanan yang enak harus diberi bawang merah dan bawang putih?
2. Bagaimana caranya berimprovisasi berdasarkan harmonisasi, dan
bukannya berdasarkan
skala melodi?
3. Mengapa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh? Bukankah gaya
gravitasi bersifat tarik-menarik?
4. Mengapa SBY selalu saja mengeluh?
5. Apa tujuan dibalik pembentukan FPI?
6. Dll.

No comments: