Tuesday, December 23, 2008

[Berpikir Bebas 809] Re: Kebingungan Manusia

2008/12/23 chrys.tofel@gmail.com <chrys.tofel@gmail.com>:
> Demi untuk
> menggapai "Harta, Tahta dan Kuasa.
>
> Apakah ini yang dinamakan Kebingungan Manusia???

Bukan.

Kalau sudah jelas-jelas tujuan hidupnya adalah harta, tahta, dan
kuasa, berarti tidak bingung, dong. Selebihnya tinggal detail-detail
tentang bagaimana mencapainya saja.

Orang-orang yang kebingungan tentang tujuan hidupnya adalah justru
orang-orang yang tidak dapat menerima bahwa harta, tahta, dan kuasa
merupakan tujuan hidup. Mereka mencari tujuan hidup yang lebih besar
daripada harta, tahta, dan kuasa. Itulah sebabnya mereka menjadi
bingung.

Lebih baik kebingungan mencari makna hidup yang lebih besar, daripada
kepastian di dalam makna hidup yang dangkal.

h

[Berpikir Bebas 808] Kebingungan Manusia

Manusia sekarang ini lebih hidup dalam kebingunan tentang siapa
sebenarnya dia saat ini. Lebih memikirkan kebutuhan orang lain,
sementara dirinya sendiri masih membutuhkan pertolongan. Disaat orang
tersebut membutuhkan pertolongan, hal-hal yang tidak rasional pun
menghinggapi pikirannya. Dimulai dari kehidupan rohaninya, sampai
dihubungkan dengan hal-hal yang berbau spiritual. Yang terkadang
dihubungkan dengan kesalahan orang-orang pendahulunya.

Sesekali muncul pertanyaan, "sebenarnya aku ini siapa?" Apa tujuanku
hidup sekarang? atau bahkan Untuk apa aku dilahirkan di dunia ini?
Jika keinginannya tidak tercapai, akan muncul pemikiran baru "jangan-
jangan yang salah memang pribadiku". Tapi jika disaat orang itu
berhasil mencapai tujuannya, orang itu kembali lupa akan pertanyaan-
pertanyaan tersebut.

Segala hal dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Mulai dari yang
logika sampai inlogika baik yang berbau spritual/magis, sampai
melakukan yang terkadang lebih dianggap orang tidak normal. Demi untuk
menggapai "Harta, Tahta dan Kuasa.

Apakah ini yang dinamakan Kebingungan Manusia???

www.besuccessmarketer.blogspot.com

Sunday, December 14, 2008

[Berpikir Bebas 807] Re: mau ngapain sih

kayaknya kata-kata Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga...
itu berasal dari baju kaos oblong, yang kemungkinan asalnya dari
jokja...

Friday, December 12, 2008

[Berpikir Bebas 806] Re: mau ngapain sih

Orang-orang maunya apa?

Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga ...

:)

2008/12/12 andika dika <ang9amanan@gmail.com>:
>
> wai ide yang amat-amat-amat baguuusssssss..... emank gitu yang
> seharusnya kita mesti saling tau maunya apa?.... wadoh jadi
> kemana-mana dech. hehehe
> merdeka bebas berfikir,,,,, tapi kayaknya orang-orangnya lama-kelamaan
> uda makin jarang aja yang oneline.... pada kemana? keluarin
> Experesinya... mana semangat perjuangan para pahlawan yang selama ini
> mengalir didalam darah para anak-anak bangsa indonesia ini... yang
> katanya akan menjadi penerus bangsa tercinta ini?????
>
> Pada tanggal 04/12/08, Howl <scimindd@gmail.com> menulis:
>>
>> gunturjambi wrote:
>>> saya baru saja bergabung disini, setelah tadinya klik sana sini,
>>> tengok ini dan itu, saya terus mikir, saya maunya apa sih. lalu saya
>>> coba coba cari grup yg mungkin cocok buat saya. barangkali saja teman
>>> teman mau mengajak saya untuk sharing apa sajalah, yang penting saya
>>> bisa melepaskan suntuk yang ada. saya juga ingin bebas berfikir dan
>>> ingin berfikir bebas, mungkin kita bisa seide (MUNGKIN........) kita
>>> coba sama sama mencari "MAUNYA KITA APA SIH"?.
>>>
>>>
>> Barangkali anda bisa share sedikit. Apa maunya anda?
>> Lalu saya pun akan share juga apa maunya saya ...:)
>>
>> salam
>> h
>>
>

[Berpikir Bebas 805] Re: mau ngapain sih

wai ide yang amat-amat-amat baguuusssssss..... emank gitu yang
seharusnya kita mesti saling tau maunya apa?.... wadoh jadi
kemana-mana dech. hehehe
merdeka bebas berfikir,,,,, tapi kayaknya orang-orangnya lama-kelamaan
uda makin jarang aja yang oneline.... pada kemana? keluarin
Experesinya... mana semangat perjuangan para pahlawan yang selama ini
mengalir didalam darah para anak-anak bangsa indonesia ini... yang
katanya akan menjadi penerus bangsa tercinta ini?????

Pada tanggal 04/12/08, Howl <scimindd@gmail.com> menulis:
>
> gunturjambi wrote:
>> saya baru saja bergabung disini, setelah tadinya klik sana sini,
>> tengok ini dan itu, saya terus mikir, saya maunya apa sih. lalu saya
>> coba coba cari grup yg mungkin cocok buat saya. barangkali saja teman
>> teman mau mengajak saya untuk sharing apa sajalah, yang penting saya
>> bisa melepaskan suntuk yang ada. saya juga ingin bebas berfikir dan
>> ingin berfikir bebas, mungkin kita bisa seide (MUNGKIN........) kita
>> coba sama sama mencari "MAUNYA KITA APA SIH"?.
>>
>>
> Barangkali anda bisa share sedikit. Apa maunya anda?
> Lalu saya pun akan share juga apa maunya saya ...:)
>
> salam
> h
>

Wednesday, December 3, 2008

[Berpikir Bebas 804] Re: mau ngapain sih

gunturjambi wrote:
> saya baru saja bergabung disini, setelah tadinya klik sana sini,
> tengok ini dan itu, saya terus mikir, saya maunya apa sih. lalu saya
> coba coba cari grup yg mungkin cocok buat saya. barangkali saja teman
> teman mau mengajak saya untuk sharing apa sajalah, yang penting saya
> bisa melepaskan suntuk yang ada. saya juga ingin bebas berfikir dan
> ingin berfikir bebas, mungkin kita bisa seide (MUNGKIN........) kita
> coba sama sama mencari "MAUNYA KITA APA SIH"?.
>
>
Barangkali anda bisa share sedikit. Apa maunya anda?
Lalu saya pun akan share juga apa maunya saya ...:)

salam
h

[Berpikir Bebas 803] mau ngapain sih

saya baru saja bergabung disini, setelah tadinya klik sana sini,
tengok ini dan itu, saya terus mikir, saya maunya apa sih. lalu saya
coba coba cari grup yg mungkin cocok buat saya. barangkali saja teman
teman mau mengajak saya untuk sharing apa sajalah, yang penting saya
bisa melepaskan suntuk yang ada. saya juga ingin bebas berfikir dan
ingin berfikir bebas, mungkin kita bisa seide (MUNGKIN........) kita
coba sama sama mencari "MAUNYA KITA APA SIH"?.

Friday, October 31, 2008

[Berpikir Bebas 801] Re: Buat PAK sby

Fikirkan dan resapi makna dari "Fakir miskin dan anak terlantar di
pelihara oleh negara"
kenyataan yang ada sekarang ini apa? emank seh fakirmiskin boleh
bernafas lega dengan adanya BLT (bantuan langsung tunai), namun gimana
dengan anak-anak terlantar yang dengan mata telanjang kita masi
menyaksikan penderitaan mereka di jalanan, segala macam bentuk tindak
kekerasan yang mereka sudah kunyah mentah-mentah, gimana cara kita
menangani masalah ini apa cukup dengan mengatakan "saya turut sedih
dengan nasip yang kamu alami dik?", atau dengan hanya memberikan duit
Hijau(seribuan) lantas kita berbangga diri telah melakukan sesuatu
buat mereka?
berpangku tangan hanya dengan mengandalkan pemerintah yang bisa
menyelesaikan maslah sosial yang ada di negeri ini, apa sumbangsi kita
semua.

Thursday, October 30, 2008

[Berpikir Bebas 802] Re: persahabatan

jikalau sahabat itu bagai mengompol, Maka CINTA itu bagai "Tinja",
sebelum mengeluarkannya (mengutarakanya) terasa menggebu2, penuh rasa
semangat,apapun rintangan dihadapi, namun pada saat
telahmengeluarkannya. cuman satu kata aahhhh.... LEGAH......
bayangkanlah

Friday, October 3, 2008

[Berpikir Bebas 800] Re: Pesona atau Tujuan

On 3 Okt, 05:25, "Muhammad Alquaid" <muhammad.alqu...@gmail.com>
wrote:
> Tetapi jika tujuan itu adalah menikmati pesona itu sendiri  mestikah kita takut untuk kehilangan tujuan.

menikmati tidak berarti "kehilangan tujuan"

Thursday, October 2, 2008

[Berpikir Bebas 799] Re: Pesona atau Tujuan

Tetapi jika tujuan itu adalah menikmati pesona itu sendiri mestikah kita takut untuk kehilangan tujuan.

Wednesday, October 1, 2008

[Berpikir Bebas 798] Pesona atau Tujuan

"Jangan biarkan dirimu terjerumus kedalam pesonanya kehidupan supaya
kamu tidak kehilangan tujuan dalam menikmati kehidupan"

Brn

[Berpikir Bebas 797] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing

On 1 Okt, 03:31, Howl <scimi...@gmail.com> wrote:
> Apabila anak-anak muda di Barat tiba-tiba berkiblat pada budaya timur,
> lalu ada seorang komentator yang mengatakan:
> "Bagaimana sih, anak-anak muda kita? Kok pada tiru-tiru budaya
> timur?", apa yang akan anda katakan?
>
> Tentu saja selalu ada hal yang baik dan hal yang buruk pada semua
> budaya. Barat atau Timur.
>
> Masalahnya bukanlah sekedar "agresi budaya barat atas budaya timur",
> tetapi apakah budaya timur dapat menawarkan hal-hal yang juga baik,
> dan lebih daripada itu, apakah hal-hal baik dari budaya timur itu akan
> menarik bagi anak-anak muda di indonesia? Jika tidak, mengapa tidak?
>
> Tanpa menutup mata terhadap kekurangan-kekurangan budaya barat, kita
> harus mengakui kebiasaan banyak orang indonesia yang cenderung
> mengkritik bangsa lain, tetapi tidak menyadari bahwa bangsa indonesia
> tidaklah lebih baik daripada bangsa yang dikritik itu.
>
> Anak-anak muda kita tidak buta dan bodoh. Mereka melihat betapa
> korupnya bangsa indonesia ini. Mereka melihat betapa orang-orang tua,
> para pemimpin dan anggota perwakilan rakyat tidak ada yang bisa
> menjadi teladan.  Tidak aneh jika mereka berpaling melihat kebesaran
> bangsa-bangsa lain. Tunjukkanlah teladan yang hebat dari para pemimpin
> bangsa kita. Tunjukkanlah bangsa-bangsa dengan kebudayaan timur yang
> berhasil menjadi teladan bagi seluruh dunia, maka anak-anak muda kita
> pun akan meneladaninya.
>
> Kita bertubi-tubi mengkritik bangsa lain, tetapi kita tidak
> menunjukkan teladan yang lebih baik. Lalu bagaimana mungkin kita
> berharap bahwa anak-anak muda kita akan menjadi seperti yang kita
> inginkan?
>
> h
>
> On Sep 25, 1:07 pm, "andika dika" <ang9ama...@gmail.com> wrote:
>
> > merdeka bukanlah katayang pantas but negara indonesia.... secara tidak
> > sadar bangsa ini makin terpuruk dala semua bidang, terutama di bidang
> > sosial budaya... seakan bangsa ini tidak pernah melihat khasana bangsa
> > indonesia yang sangat beragam, lihat saja anak-anak muda jaman
> > sekarang seolah-olah bcerkiblat dengan budaya barat yang sama sekali
> > kurang diPahami apa makna yang terkandung didalam budaya tersebut,
> > mengapa  demikian??????................
> > fenomena yang akan timbul nantinya adalah dimana matahari Akan
> > betul-betul terbit dari barat artiya adalah semua umat manusia segi
> > akan mengarah kebarat. yang saat ini mulai perlahan-lahan budaya
> > sedikit-demi sedikit mengarah keBarat...
> > akankah kita cuman tinggal diam melihat Agresi tersebut? apa yang
> > mesti kita lakukan?......... semua itu hanya bisa di jawab oleh hati
> > kita sebagai orang timur...
>
> > Pada tanggal 11/09/08, Farhan s <farhan...@gmail.com> menulis:
>
> > > yoga matriks wrote:
> > >> sudah 63 tahun indonesia merdeka, kemerdekaan ini memang membuat kita
> > >> terleepas dari yang namanya penjajahan dari bangsa asing. Tapi dibalik
> > >> itu semua masih tersimpan musuh yang berasal dari negeri kita sendiri.
> > >> Yaitu para koruptor itu sendiri. Mereka merupakan tikus-tikus negara
> > >> yang menggerogiti bangsanya sendiri dari dalam dan membuat rapuh
> > >> bangsa kita . Kouptor ini sebaiknya dihukum seberat-beratnya kmarena
> > >> tidak hanya merugikan bangsa dari segi materi teatap sangat
> > >> merugikanwarga indonesia yang mengalami kemiskinan karena ulah bejat
> > >> para koruptor
>
> > > Banyak penjajah yang lebih parah dari koruptor. Mis penjajahan ideologi.
> > > Tiap saat anak-anak kita diracuni oleh sinetron2 yang sangat tidak
> > > mendidik.Sex bebas,hedonisme,hidup enak tanpa usaha,pacaran 24 jam.Belum
> > > lagi peracunan bahasa,macam akyu dan kamyu.
> > > Penjajahan ekonomi, kita dipaksa beli barang2 impor.Perhatikan,"dipaksa"
> > > jaman sekarang bukan dengan kekuatan tapi dengan pikiran. Kalo ada yg
> > > pake motor baru,bukan made in japan,dibilang ndeso gak gaul dsb.
>
> > > Segala macam penjajahan ada disini,dan sebagian besar dari kita tidak
> > > sadar kalau sedang dijajah.

Karena masih hidup di "Bumi"
>
>

[Berpikir Bebas 795] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari

penjajahan bangsa asing
Date: Wed, 01 Oct 2008 14:52:24 +0000
Message-Id: <1222872744698@muhammad.alquaid_gmail.com>
References: <76a5813d-cdf0-40cf-bcfb-63fce3596e46@q26g2000prq.googlegroups.com> <48C7F42F.3000903@gmail.com> <99df49560809251007o3e5c33ebgd14d786fcc3f520b@mail.gmail.com> <08e6ea91-a78a-4763-8596-ff047c4daf7e@y79g2000hsa.googlegroups.com>
In-Reply-To: <08e6ea91-a78a-4763-8596-ff047c4daf7e@y79g2000hsa.googlegroups.com>
Mime-Version: 1.0
Content-Type: multipart/alternative; boundary="b8e542fa197d82ba"
X-Priority: 3 (Normal)
X-Mailer: EMCL4 v1.46.0
X-Google-Approved: alatberpikir@gmail.com via email at 2008-10-01 15:03:52
Reply-To: berpikirbebas@googlegroups.com
Sender: berpikirbebas@googlegroups.com
Precedence: bulk
X-Google-Loop: groups
Mailing-List: list berpikirbebas@googlegroups.com;
contact berpikirbebas+owner@googlegroups.com
List-Id: <berpikirbebas.googlegroups.com>
List-Post: <mailto:berpikirbebas@googlegroups.com>
List-Help: <mailto:berpikirbebas+help@googlegroups.com>
List-Unsubscribe: <http://googlegroups.com/group/berpikirbebas/subscribe>,
<mailto:berpikirbebas+unsubscribe@googlegroups.com>
X-BeenThere-Env: berpikirbebas@googlegroups.com
X-BeenThere: berpikirbebas@googlegroups.com


--b8e542fa197d82ba
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: Base64

QXJ0aSBkYXJpIGtlbWVyZGVrYWFuIGl0dSBiZXJiZWRhIGFudGFyYSBvcmFuZyBzYXR1IGRlbmdh
biB5YW5nIGthcmVuYSBhZGFueWEgcGVyYmVkYWFuIG5vcm1hIGRhbiBhdHVyYW4gZGFzYXIgeWFu
ZyBkaWFudXQuIEtlbWVyZGVrYWFuIGl0dSB0ZW1wb3JlciwgZGluYW1pcy4gVGVyZ2FudHVuZyBz
dWFzYW5hIGhhdGkgc2VzZW9yYW5nLCBzZWtlbG9tcG9rIG9yYW5nIGF0YXUgc2VidWFoIGJhbmdz
YS4gS2VtZXJkZWthYW4gYWRhbGFoIHRlcmJlYmFzbnlhIHBpa2lyYW4gZGFuIGhhdGkgZGFyaSBw
cmFzYW5na2EgYnVydWsgdGVyaGFkYXAgc2VzdWF0dS4gS2VtZXJkZWthYW4gYWRhbGFoIHRlcmNp
cHRhbnlhIHJlYWxpdGFzIGhpZHVwIHNlc3VhaSBub3JtYSBkYW4gYXR1cmFuIGRhc2FyIHlhbmcg
YWRhLiBOYW11biBrZW55YXRhYW5ueWEgYWRhbnlhIGJlbnR1cmFuIGFudGFyYSBvcmFuZyB5YW5n
IHNhdHUgZGVuZ2FuIHlhbmcgbGFpbm55YSBrYXJlbmEgYWRhbnlhIHBlbGFuZ2dhcmFuIG5vcm1h
IGRhbiBhdHVyYW4geWFuZyBhZGEuIFNlaGluZ2dhIGtpdGEgdGVya2FkYW5nIGJlcnBpa2lyIHRh
ayBhZGFueWEga2VtZXJkZWthYW4gYmFnaSBzZXNlb3JhbmcsIHNla2F1bSBhdGF1IHNlYmFuZ3Nh
LiBZYW5nIHBhZGEgZGFzYXJueWEgYWRhbGFoIGhhbnlhIHN1YXR1IG1hc2FsYWggeWFuZyBoYXJ1
cyBkaXNlbGVzYWlrYW4gYmVyZGFzYXJrYW4gbm9ybWEgZGFuIGF0dXJhbi4gSmFkaSBrYXRhIGtl
bWVyZGVrYWFuIGt1cmFuZ2xhaCBjb2NvayB1bnR1ayBkaXBlcmRlYmF0a2FuIGthcmVuYSBzdWRh
aCBkaW1pbGlraSBzZXRpYXAgb3JhbmcuIEN1bWEgeWFuZyBwZXJsdSBhZGFsYWggcGVtZWNhaGFu
IG1hc2FsYWggYmFnaSBwZWxhbmdnYXIgbm9ybWEgZGFuIGF0dXJhbiB5ZyB0ZWxhaCBkaXNlcGFr
YXRpIQ==

--b8e542fa197d82ba
Content-Type: text/html; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: Base64

PGh0bWw+CjxoZWFkPgo8bWV0YSBodHRwLWVxdWl2PSJDb250ZW50LVR5cGUiIGNvbnRlbnQ9InRl
eHQvaHRtbDsgY2hhcnNldD1JU08tODg1OS0xIj4KPC9oZWFkPgo8Ym9keT4KQXJ0aSBkYXJpIGtl
bWVyZGVrYWFuIGl0dSBiZXJiZWRhIGFudGFyYSBvcmFuZyBzYXR1IGRlbmdhbiB5YW5nIGthcmVu
YSBhZGFueWEgcGVyYmVkYWFuIG5vcm1hIGRhbiBhdHVyYW4gZGFzYXIgeWFuZyBkaWFudXQuIEtl
bWVyZGVrYWFuIGl0dSB0ZW1wb3JlciwgZGluYW1pcy4gVGVyZ2FudHVuZyBzdWFzYW5hIGhhdGkg
c2VzZW9yYW5nLCBzZWtlbG9tcG9rIG9yYW5nIGF0YXUgc2VidWFoIGJhbmdzYS4gS2VtZXJkZWth
YW4gYWRhbGFoIHRlcmJlYmFzbnlhIHBpa2lyYW4gZGFuIGhhdGkgZGFyaSBwcmFzYW5na2EgYnVy
dWsgdGVyaGFkYXAgc2VzdWF0dS4gS2VtZXJkZWthYW4gYWRhbGFoIHRlcmNpcHRhbnlhIHJlYWxp
dGFzIGhpZHVwIHNlc3VhaSBub3JtYSBkYW4gYXR1cmFuIGRhc2FyIHlhbmcgYWRhLiBOYW11biBr
ZW55YXRhYW5ueWEgYWRhbnlhIGJlbnR1cmFuIGFudGFyYSBvcmFuZyB5YW5nIHNhdHUgZGVuZ2Fu
IHlhbmcgbGFpbm55YSBrYXJlbmEgYWRhbnlhIHBlbGFuZ2dhcmFuIG5vcm1hIGRhbiBhdHVyYW4g
eWFuZyBhZGEuIFNlaGluZ2dhIGtpdGEgdGVya2FkYW5nIGJlcnBpa2lyIHRhayBhZGFueWEga2Vt
ZXJkZWthYW4gYmFnaSBzZXNlb3JhbmcsIHNla2F1bSBhdGF1IHNlYmFuZ3NhLiBZYW5nIHBhZGEg
ZGFzYXJueWEgYWRhbGFoIGhhbnlhIHN1YXR1IG1hc2FsYWggeWFuZyBoYXJ1cyBkaXNlbGVzYWlr
YW4gYmVyZGFzYXJrYW4gbm9ybWEgZGFuIGF0dXJhbi4gSmFkaSBrYXRhIGtlbWVyZGVrYWFuIGt1
cmFuZ2xhaCBjb2NvayB1bnR1ayBkaXBlcmRlYmF0a2FuIGthcmVuYSBzdWRhaCBkaW1pbGlraSBz
ZXRpYXAgb3JhbmcuIEN1bWEgeWFuZyBwZXJsdSBhZGFsYWggcGVtZWNhaGFuIG1hc2FsYWggYmFn
aSBwZWxhbmdnYXIgbm9ybWEgZGFuIGF0dXJhbiB5ZyB0ZWxhaCBkaXNlcGFrYXRpITwvYm9keT4K
PC9odG1sPgo=

--b8e542fa197d82ba--

Tuesday, September 30, 2008

[Berpikir Bebas 796] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing

seucap janji membuat kita percaya,sekecil luka membuat kita kecewa,tetapi sebuah
 persaudaraan selamanya akan  tetap bermakna...dengan hati yang suci dan segala kerendahan diri,
 barron dan kel. mengucapkan selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin
http://www.pembangkitanpranadanmeditasi.blogspot.com/

2008/9/26 andika dika <ang9amanan@gmail.com>

merdeka bukanlah katayang pantas but negara indonesia.... secara tidak
sadar bangsa ini makin terpuruk dala semua bidang, terutama di bidang
sosial budaya... seakan bangsa ini tidak pernah melihat khasana bangsa
indonesia yang sangat beragam, lihat saja anak-anak muda jaman
sekarang seolah-olah bcerkiblat dengan budaya barat yang sama sekali
kurang diPahami apa makna yang terkandung didalam budaya tersebut,
mengapa  demikian??????................
fenomena yang akan timbul nantinya adalah dimana matahari Akan
betul-betul terbit dari barat artiya adalah semua umat manusia segi
akan mengarah kebarat. yang saat ini mulai perlahan-lahan budaya
sedikit-demi sedikit mengarah keBarat...
akankah kita cuman tinggal diam melihat Agresi tersebut? apa yang
mesti kita lakukan?......... semua itu hanya bisa di jawab oleh hati
kita sebagai orang timur...

Pada tanggal 11/09/08, Farhan s <farhan386@gmail.com> menulis:
>
> yoga matriks wrote:
>> sudah 63 tahun indonesia merdeka, kemerdekaan ini memang membuat kita
>> terleepas dari yang namanya penjajahan dari bangsa asing. Tapi dibalik
>> itu semua masih tersimpan musuh yang berasal dari negeri kita sendiri.
>> Yaitu para koruptor itu sendiri. Mereka merupakan tikus-tikus negara
>> yang menggerogiti bangsanya sendiri dari dalam dan membuat rapuh
>> bangsa kita . Kouptor ini sebaiknya dihukum seberat-beratnya kmarena
>> tidak hanya merugikan bangsa dari segi materi teatap sangat
>> merugikanwarga indonesia yang mengalami kemiskinan karena ulah bejat
>> para koruptor
>>
>
> Banyak penjajah yang lebih parah dari koruptor. Mis penjajahan ideologi.
> Tiap saat anak-anak kita diracuni oleh sinetron2 yang sangat tidak
> mendidik.Sex bebas,hedonisme,hidup enak tanpa usaha,pacaran 24 jam.Belum
> lagi peracunan bahasa,macam akyu dan kamyu.
> Penjajahan ekonomi, kita dipaksa beli barang2 impor.Perhatikan,"dipaksa"
> jaman sekarang bukan dengan kekuatan tapi dengan pikiran. Kalo ada yg
> pake motor baru,bukan made in japan,dibilang ndeso gak gaul dsb.
>
> Segala macam penjajahan ada disini,dan sebagian besar dari kita tidak
> sadar kalau sedang dijajah.
>

[Berpikir Bebas 794] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing

Apabila anak-anak muda di Barat tiba-tiba berkiblat pada budaya timur,
lalu ada seorang komentator yang mengatakan:
"Bagaimana sih, anak-anak muda kita? Kok pada tiru-tiru budaya
timur?", apa yang akan anda katakan?

Tentu saja selalu ada hal yang baik dan hal yang buruk pada semua
budaya. Barat atau Timur.

Masalahnya bukanlah sekedar "agresi budaya barat atas budaya timur",
tetapi apakah budaya timur dapat menawarkan hal-hal yang juga baik,
dan lebih daripada itu, apakah hal-hal baik dari budaya timur itu akan
menarik bagi anak-anak muda di indonesia? Jika tidak, mengapa tidak?

Tanpa menutup mata terhadap kekurangan-kekurangan budaya barat, kita
harus mengakui kebiasaan banyak orang indonesia yang cenderung
mengkritik bangsa lain, tetapi tidak menyadari bahwa bangsa indonesia
tidaklah lebih baik daripada bangsa yang dikritik itu.

Anak-anak muda kita tidak buta dan bodoh. Mereka melihat betapa
korupnya bangsa indonesia ini. Mereka melihat betapa orang-orang tua,
para pemimpin dan anggota perwakilan rakyat tidak ada yang bisa
menjadi teladan. Tidak aneh jika mereka berpaling melihat kebesaran
bangsa-bangsa lain. Tunjukkanlah teladan yang hebat dari para pemimpin
bangsa kita. Tunjukkanlah bangsa-bangsa dengan kebudayaan timur yang
berhasil menjadi teladan bagi seluruh dunia, maka anak-anak muda kita
pun akan meneladaninya.

Kita bertubi-tubi mengkritik bangsa lain, tetapi kita tidak
menunjukkan teladan yang lebih baik. Lalu bagaimana mungkin kita
berharap bahwa anak-anak muda kita akan menjadi seperti yang kita
inginkan?

h

On Sep 25, 1:07 pm, "andika dika" <ang9ama...@gmail.com> wrote:
> merdeka bukanlah katayang pantas but negara indonesia.... secara tidak
> sadar bangsa ini makin terpuruk dala semua bidang, terutama di bidang
> sosial budaya... seakan bangsa ini tidak pernah melihat khasana bangsa
> indonesia yang sangat beragam, lihat saja anak-anak muda jaman
> sekarang seolah-olah bcerkiblat dengan budaya barat yang sama sekali
> kurang diPahami apa makna yang terkandung didalam budaya tersebut,
> mengapa  demikian??????................
> fenomena yang akan timbul nantinya adalah dimana matahari Akan
> betul-betul terbit dari barat artiya adalah semua umat manusia segi
> akan mengarah kebarat. yang saat ini mulai perlahan-lahan budaya
> sedikit-demi sedikit mengarah keBarat...
> akankah kita cuman tinggal diam melihat Agresi tersebut? apa yang
> mesti kita lakukan?......... semua itu hanya bisa di jawab oleh hati
> kita sebagai orang timur...
>
> Pada tanggal 11/09/08, Farhan s <farhan...@gmail.com> menulis:
>
>
>
> > yoga matriks wrote:
> >> sudah 63 tahun indonesia merdeka, kemerdekaan ini memang membuat kita
> >> terleepas dari yang namanya penjajahan dari bangsa asing. Tapi dibalik
> >> itu semua masih tersimpan musuh yang berasal dari negeri kita sendiri.
> >> Yaitu para koruptor itu sendiri. Mereka merupakan tikus-tikus negara
> >> yang menggerogiti bangsanya sendiri dari dalam dan membuat rapuh
> >> bangsa kita . Kouptor ini sebaiknya dihukum seberat-beratnya kmarena
> >> tidak hanya merugikan bangsa dari segi materi teatap sangat
> >> merugikanwarga indonesia yang mengalami kemiskinan karena ulah bejat
> >> para koruptor
>
> > Banyak penjajah yang lebih parah dari koruptor. Mis penjajahan ideologi.
> > Tiap saat anak-anak kita diracuni oleh sinetron2 yang sangat tidak
> > mendidik.Sex bebas,hedonisme,hidup enak tanpa usaha,pacaran 24 jam.Belum
> > lagi peracunan bahasa,macam akyu dan kamyu.
> > Penjajahan ekonomi, kita dipaksa beli barang2 impor.Perhatikan,"dipaksa"
> > jaman sekarang bukan dengan kekuatan tapi dengan pikiran. Kalo ada yg
> > pake motor baru,bukan made in japan,dibilang ndeso gak gaul dsb.
>
> > Segala macam penjajahan ada disini,dan sebagian besar dari kita tidak
> > sadar kalau sedang dijajah.
>
>

[Berpikir Bebas 793] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing



On Tue, Sep 30, 2008 at 1:42 PM, AMR <abel.rudolf@gmail.com> wrote:

Tidak ada kemerdekaan yg benar2 merdeka selama kita masih punya
tanggung jawab hidup di bumi

Tanggung Jawab hanya bermakna jika lahir dari kemerdekaan. Justru itulah arti kemerdekaan, yaitu merdeka untuk secara bebas memikul tanggung jawab, tanpa paksaan dari siapapun.

h

[Berpikir Bebas 792] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing

Tidak ada kemerdekaan yg benar2 merdeka selama kita masih punya
tanggung jawab hidup di bumi

On 26 Sep, 00:07, "andika dika" <ang9ama...@gmail.com> wrote:
> merdeka bukanlah katayang pantas but negara indonesia.... secara tidak
> sadar bangsa ini makin terpuruk dala semua bidang, terutama di bidang
> sosial budaya... seakan bangsa ini tidak pernah melihat khasana bangsa
> indonesia yang sangat beragam, lihat saja anak-anak muda jaman
> sekarang seolah-olah bcerkiblat dengan budaya barat yang sama sekali
> kurang diPahami apa makna yang terkandung didalam budaya tersebut,
> mengapa  demikian??????................
> fenomena yang akan timbul nantinya adalah dimana matahari Akan
> betul-betul terbit dari barat artiya adalah semua umat manusia segi
> akan mengarah kebarat. yang saat ini mulai perlahan-lahan budaya
> sedikit-demi sedikit mengarah keBarat...
> akankah kita cuman tinggal diam melihat Agresi tersebut? apa yang
> mesti kita lakukan?......... semua itu hanya bisa di jawab oleh hati
> kita sebagai orang timur...
>
> Pada tanggal 11/09/08, Farhan s <farhan...@gmail.com> menulis:
>
>
>
> > yoga matriks wrote:
> >> sudah 63 tahun indonesia merdeka, kemerdekaan ini memang membuat kita
> >> terleepas dari yang namanya penjajahan dari bangsa asing. Tapi dibalik
> >> itu semua masih tersimpan musuh yang berasal dari negeri kita sendiri.
> >> Yaitu para koruptor itu sendiri. Mereka merupakan tikus-tikus negara
> >> yang menggerogiti bangsanya sendiri dari dalam dan membuat rapuh
> >> bangsa kita . Kouptor ini sebaiknya dihukum seberat-beratnya kmarena
> >> tidak hanya merugikan bangsa dari segi materi teatap sangat
> >> merugikanwarga indonesia yang mengalami kemiskinan karena ulah bejat
> >> para koruptor
>
> > Banyak penjajah yang lebih parah dari koruptor. Mis penjajahan ideologi.
> > Tiap saat anak-anak kita diracuni oleh sinetron2 yang sangat tidak
> > mendidik.Sex bebas,hedonisme,hidup enak tanpa usaha,pacaran 24 jam.Belum
> > lagi peracunan bahasa,macam akyu dan kamyu.
> > Penjajahan ekonomi, kita dipaksa beli barang2 impor.Perhatikan,"dipaksa"
> > jaman sekarang bukan dengan kekuatan tapi dengan pikiran. Kalo ada yg
> > pake motor baru,bukan made in japan,dibilang ndeso gak gaul dsb.
>
> > Segala macam penjajahan ada disini,dan sebagian besar dari kita tidak
> > sadar kalau sedang dijajah.
>
>

Thursday, September 25, 2008

[Berpikir Bebas 791] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing

merdeka bukanlah katayang pantas but negara indonesia.... secara tidak
sadar bangsa ini makin terpuruk dala semua bidang, terutama di bidang
sosial budaya... seakan bangsa ini tidak pernah melihat khasana bangsa
indonesia yang sangat beragam, lihat saja anak-anak muda jaman
sekarang seolah-olah bcerkiblat dengan budaya barat yang sama sekali
kurang diPahami apa makna yang terkandung didalam budaya tersebut,
mengapa demikian??????................
fenomena yang akan timbul nantinya adalah dimana matahari Akan
betul-betul terbit dari barat artiya adalah semua umat manusia segi
akan mengarah kebarat. yang saat ini mulai perlahan-lahan budaya
sedikit-demi sedikit mengarah keBarat...
akankah kita cuman tinggal diam melihat Agresi tersebut? apa yang
mesti kita lakukan?......... semua itu hanya bisa di jawab oleh hati
kita sebagai orang timur...

Pada tanggal 11/09/08, Farhan s <farhan386@gmail.com> menulis:
>
> yoga matriks wrote:
>> sudah 63 tahun indonesia merdeka, kemerdekaan ini memang membuat kita
>> terleepas dari yang namanya penjajahan dari bangsa asing. Tapi dibalik
>> itu semua masih tersimpan musuh yang berasal dari negeri kita sendiri.
>> Yaitu para koruptor itu sendiri. Mereka merupakan tikus-tikus negara
>> yang menggerogiti bangsanya sendiri dari dalam dan membuat rapuh
>> bangsa kita . Kouptor ini sebaiknya dihukum seberat-beratnya kmarena
>> tidak hanya merugikan bangsa dari segi materi teatap sangat
>> merugikanwarga indonesia yang mengalami kemiskinan karena ulah bejat
>> para koruptor
>>
>
> Banyak penjajah yang lebih parah dari koruptor. Mis penjajahan ideologi.
> Tiap saat anak-anak kita diracuni oleh sinetron2 yang sangat tidak
> mendidik.Sex bebas,hedonisme,hidup enak tanpa usaha,pacaran 24 jam.Belum
> lagi peracunan bahasa,macam akyu dan kamyu.
> Penjajahan ekonomi, kita dipaksa beli barang2 impor.Perhatikan,"dipaksa"
> jaman sekarang bukan dengan kekuatan tapi dengan pikiran. Kalo ada yg
> pake motor baru,bukan made in japan,dibilang ndeso gak gaul dsb.
>
> Segala macam penjajahan ada disini,dan sebagian besar dari kita tidak
> sadar kalau sedang dijajah.
>

Tuesday, September 16, 2008

[Berpikir Bebas 790] Re: persahabatan

sahabat sejati sama dengan mengompol. semua orang bisa melihat tapi
hanya kita sendiri yang merasakan kehangatannya...

Monday, September 15, 2008

[Berpikir Bebas 789] Re: Buat PAK sby

Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing
pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan
tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha.

Penasaran, si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam
botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan mejadi Jin raksasa yang
mengambang di depan si pengusaha.

"Terimakasih tuan, tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan
silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya" kata Jin
(seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh
manusia).

Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata :

"Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di
negeri saya Indonesia ini.

Pertama, saya ingin nilai tukar Rupiah di negeri saya ini kembali
menjadi Rp. 2500 per 1 Dollar US nya,

Kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun
pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya
dipenjarakan,

Ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini."

Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengka n kepala,
pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam
botol itu kembali.

Dari dalam botol si Jin berseru,
"Tuan, tolong botolnya ditutup kembali!"


2008/8/14 farhan s <farhan386@gmail.com>:
>
> masalahnya penyakit rakyat ini, secara umum kita tidak sadar kalau
> kita sedang sakit. Tidak taat hukum, cari jalan pintas, free sex, dsb.
> Yang paling parah, terlalu cintanya kita terhadap UANG lebih dari yang
> lain.
>

[Berpikir Bebas 788] Re: persahabatan

"Persahabatan" tidak dapat dipahami semata-mata berdasarkan apa yang
anda harapkan diberikan oleh orang lain (yang anda anggap sahabat)
kepada anda. Persahabatan terjadi jika dua orang dapat saling memberi
dan menerima tanpa adanya keharusan dari siapapun.

Anda tidak dapat menuntut siapapun untuk menjadi sahabat sejati anda.
Itu adalah sikap yang merupakan kontradiksi dari pengertian
persahabatan itu sendiri.

Seorang sahabat sejati tidak dapat dibuat atau dituntut, melainkan
ditemukan. Tetapi anda tidak akan pernah dapat menemukan seorang
sahabat sejati jika anda sendiri tidak memulainya dari diri sendiri
dengan menjadi seorang sahabat sejati bagi orang lain.

salam
TJ

2008/9/14 saherma <sastrayoga@yahoo.com>:
>
> sebenarnya apa makna dari persahabatn itu?? kebingungan ini teras
> terus membanyangi pikiran. Sampai saat ini makna yang sesungguhnya
> dari arti persahabatan itu masih diatas angin.. Terkadnag sangatlah
> isayangkan kenapa yang namanya sahabat selalu datang dan
> pergi.......apakah seorang sahabat itu mudah datng dan juga
> pergi??????????? oh,.....jika memikrkannya lagi seakan menusuk kepala
>

Sunday, September 14, 2008

[Berpikir Bebas 784] persahabatan

sebenarnya apa makna dari persahabatn itu?? kebingungan ini teras
terus membanyangi pikiran. Sampai saat ini makna yang sesungguhnya
dari arti persahabatan itu masih diatas angin.. Terkadnag sangatlah
isayangkan kenapa yang namanya sahabat selalu datang dan
pergi.......apakah seorang sahabat itu mudah datng dan juga
pergi??????????? oh,.....jika memikrkannya lagi seakan menusuk kepala
ini pengalamannku dengan sahabat-sahabatku yang
terdahulu...............sebelum kami memasuki bangku kuliah kami
merupakna sahabat yang sangat baik, bahkan hampir seperti
saudara....walaupun kami hanya sebagai sahabat tapi mereka aku anggap
seperti adik sendiri...Tapi persaudaraan yang aku anggap dengan mereka
tiba-tiba hilang seketika ketika mereka sudah memasuku bangku
kuliah..Kulihat saat ini perubahan besar ada dalam diri
mereka........perubahan yang sebelumnya tidak sempat akau
fikitrkan...ternyata selama ini merekan mmemanfatkan ikatan
persaudaraan yang aku sematkan kepada mereka wlaupun hanya diawali
dengan pershabatan,,,, kenapa seorang sahabat bisa berubaha dengan
cepatnya saat lingkungan baru bersama mereka z??????????????????//

[Berpikir Bebas 786] persahabatan

sebenarnya apa makna dari persahabatn itu?? kebingungan ini teras
terus membanyangi pikiran. Sampai saat ini makna yang sesungguhnya
dari arti persahabatan itu masih diatas angin.. Terkadnag sangatlah
isayangkan kenapa yang namanya sahabat selalu datang dan
pergi.......apakah seorang sahabat itu mudah datng dan juga
pergi??????????? oh,.....jika memikrkannya lagi seakan menusuk kepala

Thursday, September 11, 2008

[Berpikir Bebas 785] sahabat sejati

sebnarnya apakah arti seorang sahabat itu ? apakah sahabat orang-orang
yang ada disetiap kita butuhkan ? apkah itu makna sebenarn\nya dari
seorang sahabat ? jika itu memang benar apakah kita iklas dalam
menjalankan persahabatan itu.... Selama ini saya masih belum begitu
paham dengan arti persahabatan yang sesungguhnya.. terkadang memeliki
sahabat merupakan hal yang sangat memebuat bahagia karena bisa sebagai
tem[pat untuk bertukar fikiran.. tapi dilain pihak sahabat sendiri
yang menikam dari belakang.. Apakah kita harus mempercayai semua orang
untuk menjadi seorang sahabat??????????????/
tapi ,terkadang memiliki seorang sahabat adalah salah satu hal yang
terbaik/..........apakah ini memang perasaanku saja atau apa,,,,tapi
memilki seorang sahabat bukanlah salah atu yang terbaik dalam hidup
karena memilki sahabat malahan kita yang
dimanfaatkan...............jadi sahabat seperti apa yang mesti kita
pilh????????????bagaimana kriteria orang yang bisa dijadikan sebagai
sahabat yang baik????????????????????????????

Wednesday, September 10, 2008

[Berpikir Bebas 783] Re: kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing

yoga matriks wrote:
> sudah 63 tahun indonesia merdeka, kemerdekaan ini memang membuat kita
> terleepas dari yang namanya penjajahan dari bangsa asing. Tapi dibalik
> itu semua masih tersimpan musuh yang berasal dari negeri kita sendiri.
> Yaitu para koruptor itu sendiri. Mereka merupakan tikus-tikus negara
> yang menggerogiti bangsanya sendiri dari dalam dan membuat rapuh
> bangsa kita . Kouptor ini sebaiknya dihukum seberat-beratnya kmarena
> tidak hanya merugikan bangsa dari segi materi teatap sangat
> merugikanwarga indonesia yang mengalami kemiskinan karena ulah bejat
> para koruptor
>

Banyak penjajah yang lebih parah dari koruptor. Mis penjajahan ideologi.
Tiap saat anak-anak kita diracuni oleh sinetron2 yang sangat tidak
mendidik.Sex bebas,hedonisme,hidup enak tanpa usaha,pacaran 24 jam.Belum
lagi peracunan bahasa,macam akyu dan kamyu.
Penjajahan ekonomi, kita dipaksa beli barang2 impor.Perhatikan,"dipaksa"
jaman sekarang bukan dengan kekuatan tapi dengan pikiran. Kalo ada yg
pake motor baru,bukan made in japan,dibilang ndeso gak gaul dsb.

Segala macam penjajahan ada disini,dan sebagian besar dari kita tidak
sadar kalau sedang dijajah.

[Berpikir Bebas 787] program pembangkitan prana

Salam hormat dan sejahtera kepada rekan2 spiritual dari berbagai macam
aliran...,
saya mengadakan program pembangkitan prana alamiah tubuh.

Dimana nantinya prana yang telah bangkit dapat digunakan untuk membuka
indera ke 6-ke 12.
Pengaktifan seluruh jalur energi tubuh dan cakra2 alami manusia,untuk
anti dari serangan santet,sihir,gendam,hipnotis yang sekarang marak
terjadi.
Di program ini dijelaskan berbagai macam sifat energi.
Misalkan energi positif yaitu energi ilahi,malaikat,dsb,juga energi
negatif misalkan setan,iblis,kundalini dsb.

Dimana dengan sadar tentang energi tersebut, dapat dipergunakan untuk
mengobati penyakit medis dan non medis.

Program pembangkitan energi dan pengobatan dilakukan setiap hari sabtu
dan minggu.

Hubungi mas Barron
Tempat:jl.Primanota S.34,Kelapa gading timur jakarta utara (hp:
081513875123),
Mohon untuk konfirmasi lebih dahulu sebelum datang,

Program pegobatan dan pembangkitan prana alamiah tubuh, tidak
dipungut biaya /seiklasnya, sebagai wujud menebarkan kasih sayang
antar sesama manusia sesuai dengan kemampuannya...

Salam damai,kasih,sejahtera dan hormat kami bagi semua praktisi
spiritual dan pencari kebenaran....

(Tebarkan damai dan kasih sayang di muka bumi)

Tuesday, September 9, 2008

[Berpikir Bebas 782] kemerdekaan indonesia yang hanya bebas dari penjajahan bangsa asing

sudah 63 tahun indonesia merdeka, kemerdekaan ini memang membuat kita
terleepas dari yang namanya penjajahan dari bangsa asing. Tapi dibalik
itu semua masih tersimpan musuh yang berasal dari negeri kita sendiri.
Yaitu para koruptor itu sendiri. Mereka merupakan tikus-tikus negara
yang menggerogiti bangsanya sendiri dari dalam dan membuat rapuh
bangsa kita . Kouptor ini sebaiknya dihukum seberat-beratnya kmarena
tidak hanya merugikan bangsa dari segi materi teatap sangat
merugikanwarga indonesia yang mengalami kemiskinan karena ulah bejat
para koruptor

Sunday, August 31, 2008

[Berpikir Bebas 781] Nikmatnya Sepiring Lontong

Minggu yang lalu seorang sahabat saya mengeluh bahwa kolesterolnya
tinggi dan tekanan darahnya meningkat akibat banyak makan daging dan
makanan berlemak. Sahabat lain yang saat itu juga ada disitu
menuturkan bahwa dirinya sudah tidak lagi merasakan nikmat ketika
makan daging, sate dan yang sejenisnya, kenikmatan yang dulu sangat
dirasakannya kini makin berkurang dan menghilang. Barangkali karena
sangat sering memakan yang seperti itu, tambahnya.

Sangat jauh berbeda dengan pemandangan yang tadi pagi saya lihat di
pasar 16 Ilir Palembang. Seorang Bapak tukang angkat barang belanjaan
pasar, berusia sekitar 48 tahun, dengan keranjang di pundaknya,
pakaiannya lusuh dan sudah sangat usang, badannya kurus dan nampak
tidak terawat. Bertanya kepada penjual lontong sayur di sebelah saya,
berapa satu piring? tanyanya. Dua ribu lima ratus, jawab si penjual.
Entah mengapa, nampak Bapak ini ragu-ragu untuk membelinya. Setelah
berfikir, akhirnya ia pun memesan satu piring. Begitu pesanannya
diberikan, ia menunjuk beberapa potongan lontong yang tercecer di meja
saat si penjual melayani para pembeli sebelumnya. "Itu masukkan sini,
yang itu juga, yang itu juga" katanya memohon kepada penjual. Si
penjual kemudian memasukkan lontong-lontong tadi ke dalam piringnya.
Kemudian dengan lahapnya Bapak tadi makan, dalam waktu yang sangat
singkat piring pun sudah bersih.

Saat ia mengeluarkan beberapa lembar uang ribuan, saya bilang
kepadanya "Biar sekalian saya saja Pak yang bayar". Semula dia
menolak, namun kemudian ia mau saya bayarin. Beberapa kali ia
mengucapkan terimakasih, sambil mengangkat keranjang ke pundaknya ia
pun pamit duluan. Dari wajahnya saya dapat merasakan betapa gembira
hatinya saat itu.

Sambil mengajak istri pulang belanja, saya ceritakan peristiwa tadi,
"Yang, kalau tidak sangat lapar tidak mungkin Bapak tadi mau makan
potongan-potongan lontong yang terjatuh dan sebagian sudah kotor" kata
saya. Sepanjang jalan tak henti kami memikirkan hal itu.

Bahan renungan. dikutip dari:
http://saifurrahman.blogspot.com/2007_09_01_archive.html

Wednesday, August 27, 2008

[Berpikir Bebas 779] Re: Salam Kenal dari Setiawan Widjaya! :-)

On Aug 14, 10:53 pm, "yudha permana" <persadapu...@gmail.com> wrote:
> bersatulah bangsaku

Merdeka (Maju tak Gentar)

Friday, August 22, 2008

[Berpikir Bebas 780] Kebebasan Berbicara Itu Dua Arah

Kantor Berita Common Ground (CGNews)

Kantor Berita Common Ground (CGNews) bertujuan untuk mempromosikan
pandangan konstruktif dan dialog tentang berbagai isu yang
mempengaruhi hubungan Arab-Israel & Muslim-Barat. CGNews tersedia
dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, Yahudi, Indonesia, dan Urdu.
Untuk berlangganan, klik di sini. Untuk arsip artikel-artikel CGNews
yang lawas, silakan kunjungi situs web kami di www.commongroundnews.org.

Edisi 22 - 28 Agustus 2008


Perdamaian Sungguh Sebuah Kerja Keras
oleh Deanna Armbruster
Dalam artikel keempat dari seri hubungan Muslim-Yahudi ini, Deanna
Armbruster, penulis dan direktur eksekutif American Friends dari Neve
Shalom/Wahat al-Salam, memberi contoh para penduduk Yahudi dan Arab
dari Oase Perdamaian – yang telah memutuskan untuk menghadapi
kenyataan hidup saling berdampingan, yang tentunya membutuhkan usaha
keras saban hari demi perdamaian – menjangkau wilayah yang lebih luas
dari hubungan Muslim-Barat.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 22 Agustus 2008)

Menangani Kesenjangan Pendidikan bagi Minoritas
oleh Tuli Dewan
Dengan menggambarkan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat-
masyarakat multi-bahasa tempat siswa-siswa tertentu berjuang
mempelajari sebuah bahasa baru agar dapat memperoleh pendidikan umum,
Tuli Dewan, manajer program Green Hill, membahas apa yang sedang
dilakukan LSM-LSM Bangladesh untuk mengatasi hambatan ini.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 22 Agustus 2008)

Mahmoud Darwish: Seorang Rakyat dan Penyair
oleh Ibtisam Barakat
Ibtisam Barakat, penulis dan pendidik, mencurahkan kedukaan atas
berpulangnya penulis terhormat Palestina, Mahmoud Darwish yang,
diilhami oleh visi rekonsiliasi, bergerak dari " satu langit ke langit
lain dan melintasi perbatasan demi perbatasan".
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 22 Agustus 2008)

~Pandangan Kaum Muda~ Rumah di Negeri Asing
oleh Saher A. Ashary dan Meryem Maaroufi
Saher A. Ashary dan Meryem Maaroufi, mahasiswa University of Sharjah
dan Al Akhawayn University, mengevaluasi keberhasilan integrasi
imigran Arab dan Muslim ke dalam masyarakat AS dan Eropa yang lebih
luas, dan menanyakan apa yang bisa dilakukan dalam komunitas global
yang terhubung secara teknologi untuk belajar dari contoh yang
diberikan satu sama lain.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 19 Agustus 2008)

Kebebasan Berbicara Itu Dua Arah
oleh Shahed Amanullah
Menyorot publikasi mendatang akan buku kontroversial, Jewel of Medina,
pemred altmuslim.com Shahed Amanullah bertanya, "Mengapa Muslim tampak
begitu sensitif terhadap apa yang dikatakan media tentang mereka?"
(Sumber: altmuslim.com, 7 Agustus 2008)

Perdamaian Sungguh Sebuah Kerja Keras
Deanna Armbruster

Oase Perdamaian, Israel – Di Israel, ada sebuah desa tempat orang Arab
dan Yahudi hidup rukun. Kedua kelompok berusaha untuk menciptakan
sebuah masyarakat yang dapat menjadi model bagi perdamaian di wilayah
tersebut.

Apakah namanya? Oase Perdamaian. Walaupun namanya memberi kesan bahwa
kota kecil tersebut merupakan sebuah utopia yang ajaib dan idealis,
orang-orang yang tinggal di sana sangat ditantang setiap hari oleh
kenyataan dari sebuah konflik yang penuh kesulitan, penderitaan, dan
kekerasan. Seperti hal apa pun yang cukup berharga untuk
diperjuangkan, perdamaian hanya akan terwujud oleh kerja keras.

Entah bagaimana, ada rasa takut bahwa desa tersebut akan mengancam 5,4
juta orang Yahudi di Israel dan 5,1 juta orang Arab Palestina di
Israel-Palestina. Namun itu tak lebih omong kosong. Hanya ada sepasang
suami istri campuran, yang sekarang tinggal di sana selama lebih dari
25 tahun, yang campuran. Lainnya adalah 54 keluarga bukan campuran
dari orang-orang Yahudi, Muslim, dan Kristen; mereka sama-sama
memiliki keyakinan yang kuat akan jati diri mereka, tetapi telah
melakukan upaya sungguh-sungguh – selama lebih dari tiga dekade –
untuk hidup berdampingan satu sama lain, dan karena itu telah
mempengaruhi masyarakat.

Banyak yang dapat dipelajari dari Neve Shalom, nama Hebrew-nya, atau
Wahat al-Salam begitu ia disebut dalam bahasa Arab, tentang hubungan
antar agama.

Di sekolah dasar Yahudi-Arab, anak-anak belajar keyakinan lain dengan
rasa ingin tahu yang alamiah. Murid-murid tersebut berbuka puasa
bersama saat Ramadhan, berbagi sukkah pada Hari Sukkot, dan bertukar
hadiah kecil saat Natal. Dan dialog pun dimulai, dan tak akan pernah
berakhir, di Pusat Kemajemukan Spiritual, tempat diskusi-diskusi yang
melampaui agama; dalam kesadaran bahwa konflik yang terjadi bukanlah
antara Taurat - Al Quran - Injil.

Kesulitan-kesulitan muncul ketika isu-isu konflik diletakkan di atas
meja.

Konflik Israel-Palestina merupakan sebuah perjuangan politik antara
dua kelompok bangsa yang menyangkut tanah, sumber daya, keamanan,
kemerdekaan, kesetaraan, kekuasaan, identitas, dan keadilan. Dialog
produktif harus mengikutsertakan pengakuan tentang hal ini dan tidak
membatasinya pada isu-isu antar dan dalam agama.

Pencarian sebuah penyelesaian bagi konflik Israel-Palestina
membutuhkan sebuah sudut pandang terhadap gambaran yang besar. Tujuan
akhir seharusnya adalah menciptakan stabilitas bagi Israel dan
Palestina, sehingga mereka dapat hidup aman dan rukun, dalam semangat
gotong-royong dan hormat-menghormati.

Itu berarti membangun landasan bersama, membagi kisah dan mengakui
rasa sakit dan penderitaan orang lain. Bangsa Israel dan Palestina,
orang Yahudi, Muslim, dan Kristen harus menunjukkan kesediaan untuk
saling menerima. Pada akhirnya itu merupakan sarana untuk melihat
musuh memiliki kesetaraan dalam hal kemanusiaan. Lebih mudah
dibicarakan daripada dilaksanakan.

Menyelesaikan konflik Israel-Palestina merupakan kartu domino utama
untuk melihat berbagai dialog penting antara dunia Arab dan Barat.
Tanpa katalis seperti itu, dialog akan berjalan lamban. Dan dialog
memberikan forum bagi pengertian dan pencarian penyelesaian;
penyelesaian-penyelesaian yang tidak akan terwujud tanpa pembicaraan.

Barat harus belajar lebih banyak tentang Islam. Bukan karena itu
merupakan keyakinan dari "musuh kita" tetapi karena, bercermin pada
anak-anak di Neve Shalom/Wahat al-Salam, itu merupakan keyakinan dari
tetangga-tetangga kita.

Seperti halnya yang sedang dilakukan Oase Perdamaian, kita harus
beranjak melampaui anggapan bahwa bangsa Arab merupakan orang-orang
yang sudah pada dasarnya mengerikan. Kita menggambarkan permusuhan
semu untuk menciptakan musuh, tetapi kita harus menantang diri kita
sendiri untuk memecahkan gambaran-gambaran umum tersebut,
mempertanyakan asumsi-asumsi dasar, dan meningkatkan kesadaran. Lebih
jauh daripada itu, Barat harus belajar tentang konflik-konflik
ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan yang dihadapi wilayah
tersebut.

Isu-isu antara Barat dan Timur tidak hanya berkisar agama, tetapi
dinamika politik, perjuangan memperoleh sumber-sumber daya,
kepentingan pribadi, kemerdekaan, dan relasi kekuasaan. Ketika kita
mulai mengerti hal ini, kita akan memperkuat hubungan-hubungan itu.

Ada sekitar 500 keluarga lagi dalam daftar tunggu yang ingin pindah ke
Oase Perdamaian. Musim gugur ini, 15 keluarga akan melaksanakan
rencana mereka dan mulai membangun rumah dan masa depan yang baru.
Mereka datang dengan niat baik yang besar dan mungkin sedikit
pengertian tentang tantangan-tantangan besar yang akan mereka hadapi.

Tetapi mereka menawarkan secercah cahaya pada dunia.

Para penduduk desa kecil ini sedang memindahkan rintangan sendirian,
memperlihatkan bahwa perdamaian berada dalam genggaman orang-orang
yang mencarinya dan yang bersedia mengorbankan bias mereka, hingga
semua dapat berbagi kemungkinan perdamaian.

Ketika mereka memberi contoh kepada siapa pun di wilayah tersebut,
selanjutnya terserah kita semua dalam mengikuti langkah mereka.

###

* Deanna Armbruster adalah direktur eksekutif American Friends dari
Neve Shalom/Wahat al-Salam dan penulis Tears in the Holy Land: Voices
from Israel and Palestine. Artikel ini, bagian dari seri hubungan
Muslim-Yahudi, ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews),
awalnya muncul di Christian Science Monitor.

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 22 Agustus 2008,
www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.

Menangani Kesenjangan Pendidikan bagi Minoritas
Tuli Dewan

Wilayah Bukit Chittagong, Bangladesh - Partisipasi kaum minoritas
dalam usaha-usaha pembangunan sangat berarti dalam penyebaran hasil-
hasil pembangunan bagi seluruh bagian masyarakat secara merata. Tetapi
sebuah budaya partisipasi minoritas dalam usaha pembangunan nasional
sering tidak ditemukan di Bangladesh dan bagian-bagian penting dari
masyarakat dibiarkan tanpa sarana untuk berperan serta. Lembaga-
lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat berupaya mengisi kesenjangan
ini.

Bangladesh adalah sebuah negara mayoritas Muslim dengan jumlah
penduduk Muslim keempat terbesar di dunia. Kelompok-kelompok agama,
bahasa, dan kebudayaan lain di negara tersebut – umat Buddha, Hindu,
Kristen, dan animisme – mencakup 10 persen dari seluruh jumlah
penduduk. Didirikan sebagai sebuah demokrasi parlemen, yang
mencerminkan keragaman keagamaan dan karakter majemuk negara tersebut,
Islam dijadikan agama negara pada 1988 dan pemerintah sekarang telah
bekerja dalam keadaan gawat darurat sejak Januari 2007.

Rakyat Bangladesh tidaklah seseragam seperti anggapan banyak orang,
dan kebanyakan etnis minoritas secara tidak sengaja terperangkap dalam
keterbelakangan pembangunan sosial.

Walaupun pendidikan telah diakui sebagai sebuah hak asasi manusia yang
universal dan mendasar, mutu pendidikan terus luput dari para siswa
pribumi di Wilayah Bukit Chittagong (CHT) Bangladesh. Sumber daya
pendidikan yang tidak memadai bersama dengan tingginya tingkat putus
sekolah – hampir 20 persen siswa putus sekolah disebabkan oleh
hambatan bahasa – menciptakan sebuah lingkungan di mana para
penduduknya jika tidak gagal memetik manfaat dari usaha-usaha
pembangunan, maka mereka juga tidak memiliki bekal untuk berperan
serta di dalamnya.

Wilayah CHT, yang terletak di sudut timur Bangladesh memiliki luas
5,092 mil persegi dan merupakan rumah bagi 11 kelompok etnik minoritas
yang berbeda di dataran-dataran tetangga, tidak hanya dari latar
belakang geografis tetapi juga dalam suku bangsa, status sosio-
ekonomi, bahasa, budaya, agama, gaya hidup, adat, dan tradisi.

Chakma adalah kelompok etnik pribumi di CHT, dan bahasa yang paling
banyak digunakan, disusul oleh Marma, yang dilafalkan di bagian
selatan daerah tersebut, selain bahasa-bahasa setempat. Namun, anak-
anak sekolah dasar di CHT diwajibkan untuk mengambil kelas dalam
bahasa Bengali – bahasa negara. Rintangan bahasa ini membuat mereka
kesulitan untuk memahami buku wajib atau mengikuti pelajaran dari guru-
guru mereka. Sekolah jadi terasa membosankan, dan akhirnya mereka
mulai kehilangan minat dalam belajar.

Tantangan bahasa di sekolah dasar secara alamiah mempengaruhi
pendidikan yang lebih tinggi. Permasalahan dalam pemahaman bahasa di
tahap awal ini menghasilkan pembelajaran yang lemah. Kurikulum akan
lebih mudah dipahami oleh para siswa, jika pendidikan diajarkan dalam
bahasa ibu seorang anak. Ini membantu membuka kunci bagi intuisi,
kekuatan pikiran dan imajinasi seorang anak.

Walaupun sesi ke-40 Organisasi Buruh Internasional pada 1957 menerima
sebuah resolusi (Pasal 23(1) Konvensi 107) yang dengan jelas
memberikan pendidikan bagi anak-anak pribumi dalam bahasa ibu mereka,
sedikit yang telah dilakukan pemerintah untuk melaksanakan hal ini.
Lebih jauh, Pasal 33 (kha) dari Persetujuan CHT ditandatangani oleh
pemerintah Bangladesh dan Parbartty Chttagram Jana Sanghati Samity
(PCJSS), sebuah partai politik regional yang memimpin gerakan bagi hak-
hak pribumi, juga memberikan pendidikan dasar dalam bahasa pribumi.
Dan Pasal 17 konstitusi Bangladesh menetapkan bahwa semua anak harus
menerima pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat – yang
menunjukkan bahwa tidak ada rintangan hukum bagi penyediaan pendidikan
dalam bahasa-bahasa regional.

Karena ketiadaan bantuan pemerintah, beberapa LSM telah meluncurkan
sebuah prakarsa untuk mengajar anak-anak Chakma, Marma, dan Tripura,
dalam bahasa mereka masing-masing pada tingkat taman kanak-kanak di
beberapa sekolah, di dalam dan di luar kota.

Prakarsa penuh perjuangan ini hanya akan berhasil dengan dukungan
pemerintah nasional dan akan memetik manfaat dari bantuan dari donor-
donor internasional. Jika berhasil, prakarsa ini dapat menjadi model
bagi negara-negara lain dengan penduduk yang memiliki beragam bahasa
dan memiliki tantangan-tantangan pembangunan dalam masyarakat-
masyarakat multietnik dan/atau multibudaya.

###

* Tuli Dewan adalah manajer program Green Hill (www.greenhill-
cht.org), sebuah lembaga swadaya masyarakat di wilayah Bukit
Chittagong Bangladesh. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common
Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 22 Agustus 2008,
www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.


Mahmoud Darwish: Seorang Rakyat dan Penyair
Ibtisam Barakat

Columbia, Missouri – Di suatu siang, 9 Agustus 2008, saya sedang
bersiap-siap berbicara tentang pohon zaitun Palestina kepada
sekelompok penulis dan pemikir di Keystone College in Pennsylvania.
Untuk judul paparan tersebut, saya memecah kata olive (zaitun) menjadi
dua, dan mengubahnya menjadi O' Live! But death mocked me (O
Kehidupan! Tetapi kematian mengejekku).

Sesaat sebelum saya meninggalkan ruangan untuk acara tersebut, telepon
berbunyi. Telepon itu berasal dari kawan saya, pemusik Saed Muhssin,
yang menelepon dari San Francisco. Suaranya dalam, sedalam lembah,
jarang naik kalau bicara: "Sudahkah kamu mendengar?" tanyanya. "Ini
berita duka", ia berancang-ancang. "Mahmoud Darwish wafat hari ini."

Pikiran saya menangis. Hati saya perih dengan segala kehilangan
Palestina yang tak tersembuhkan, yang diingatkan kembali oleh setiap
kehilangan baru – kehilangan Darwish membuat saya mengingat puisinya.
"Aku tersimpul di sana. Beribu kenangan ku punya", tulis Darwish.
Kenangan-kenangan yang ia catat dalam sekurang-kurangnya 30 buku puisi
dan prosa, diterjemahkan ke dalam 20 bahasa, kurang lebih.

Ia dilahirkan pada tahun 1941, dan menerbitkan buku puisi pertamanya
sebelum usia 20 tahun. Selama empat dekade, para penyair Palestina dan
Arab diilhami olehnya, merujuk kepadanya, menirunya, memperdebatkan
puisinya.

Saed dan saya termasuk Generasi M, sebuah identitas yang kami ciptakan
beberapa tahun lalu. Saya tumbuh besar di Tepi Barat, di bawah
pendudukan Israel, dan Saed adalah seorang warga negara Israel. Kami
berdua adalah bangsa Palestina, kami memiliki kehidupan yang sama
sekali berbeda. Tetapi di balik itu semua, kami berbagi kehampaan yang
sama, kelaparan akan kebebasan, bagi sebuah dunia yang lebih indah.
Kami mengisi rasa lapar kami dengan puisi-puisi Mahmoud Darwish, dan
menyebut diri kami sebagai Generasi M.

Akibat ketiadaan rumah, Darwish mengubah bahasa menjadi sebuah tenda
yang luas – bagi kami dan bagi semua yang membutuhkan sebuah rumah. Ia
mengubah rasa rindu menjadi sebuah tempat pertemuan. Mereka yang
berada dalam pengasingan dapat bertemu para ibu kami melalui ibunya –
yang ia tak pernah lihat selama bertahun-tahun – ketika ia berseru:

Aku rindu roti bakar ibuku
Aku haus kopi ibuku.
Haus aku akan sentuh ibuku.

Ia menggunakan kata bahasa Arab ahennu untuk rindu, yang berarti
sebuah kerinduan berselimut cinta. Itu adalah sebuah kata yang
membangunkan ribuan perasaan sekaligus, dengan sejumput jejak gelora
tak tertahankan.

Pada 1982, ia menulis "lasta wahdaka" (engkau tidak sendirian) untuk
Yasser Arafat, ketika bangsa Palestina diusir dari Beirut. Darwish
mengatakan itu kepada setiap orang di muka Bumi, kepada setiap orang
yang diusir ke pengasingan untuk kesekian kalinya.

Dan pertanyaannya: "Kemana burung harus terbang setelah langit
terakhir?" membuat saya menciptakan langit demi langit baru yang tak
berkesudahan, menumpuk seperti kasur bagi para pengungsi Bumi.

Darwish, nama yang dalam bahasa Arab berarti seorang laki-laki suci
pengelana spiritual, sesungguhnya sangat tepat baginya. Ia berpindah
dari satu langit ke langit lain dan melintasi perbatasan demi
perbatasan – antara Palestina, Israel, Rusia, Prancis, Yordania,
Lebanon, Mesir, dan negara-negara lain. Di mana pun ia berada, kata-
kata di tangannya merupakan sebuah lampu ajaib yang membebaskan jin
dari bahasa Arab. Ia mengetahui hati bangsa Palestina. Ia mengetahui
bahwa mereka hanya memiliki satu permintaan bagi sang jin, satu
permintaan penuh kerinduan dari bahasa mereka – "rumah."

Seperti yang terlihat dalam bahasa dan puisinya, Darwish memiliki
sebuah visi dan semangat untuk meraih keadilan. Ia membantu menuliskan
sambutan terkenal Arafat kepada Sidang Majelis Umum Perserikatan
Bangsa-Bangsa pada 1974, yang di dalamnya Arafat memohon kepada dunia
dengan mengulang tiga kali, "La tusqeto al-ghusna al-akhdar min
yadee" (jangan biarkan tunas hijau ini jatuh dari tangan saya).

Pada 1988, Darwish merancang proklamasi kemerdekaan Palestina. Di sana
ia mengatakan bahwa perdamaian dapat dicapai dengan membentuk dua
negara – satu Palestina, satu Yahudi. Ia menulis bahwa perdamaian
dapat terwujud "di tanah cinta dan perdamaian" itu.

Diilhami oleh visi rekonsiliasi, ia menekankan bahwa bangsa Palestina
akan menjadi sebuah masyarakat yang berhasil dalam hak-hak asasi
manusia, kesetaraan, demokrasi, perwakilan, tanggung jawab sosial, dan
rasa hormat penuh kepada semua orang, termasuk perempuan dan orang-
orang dari keyakinan yang berbeda.

Pada salah satu penampilan terakhir Darwish, pada Juli 2008, para
penonton di Ramallah menerimanya seolah-olah mereka menyadari bahwa
itu merupakan kali terakhir mereka melihatnya. Mereka berdiri seperti
pohon-pohon berjajar yang wangi dan sering ia tanam dalam puisinya.
"Pikirkan antara (others)", ia berkata kepada mereka.

Ketika engkau menyiapkan sarapan pagimu – pikirkan antara. Jangan lupa
memberi makan burung-burung merpati. Ketika engkau mengobarkan
perangmu – pikirkan antara. Jangan lupakan mereka yang menginginkan
perdamaian. Ketika engkau membayar tagihan airmu – pikirkan antara.
Pikirkan mereka yang hanya memiliki awan untuk diminum. Ketika engkau
pulang ke rumah, rumahmu sendiri – pikirkan antara – jangan lupakan
mereka yang hidup di dalam tenda-tenda. Ketika engkau tidur dan
menghitung planet-planet, pikirkan antara – ada orang yang tidak punya
tempat untuk tidur. Ketika engkau membebaskan dirimu sendiri dengan
metafor-metafor, pikirkan antara – mereka yang kehilangan hak mereka
untuk bicara. Dan ketika engkau memikirkan antara yang jauh – pikirkan
dirimu sendiri dan berkata, "Andai aku lilin dalam kegelapan."

Berbicara secara terbuka tentang kematian, ia mengaku kepada harian
Arab Al-Hayat: "Saya tidak lagi takut dengan kematian. Dulu saya takut
terhadapnya. Tetapi sekarang saya hanya takut akan matinya kemampuan
saya menulis dan kemampuan saya menikmati hidup."

Sambil melanjutkan pergulatannya dengan seni, ia menulis, "Saya pikir
puisi dapat mengubah segalanya, dapat mengubah sejarah dan dapat
memanusiakan…. Sekarang saya pikir puisi hanya mengubah penyairnya."

Mahmoud Darwish yang terhormat, puisimu mengubahku.

###

* Ibtisam Barakat (www.ibtisambarakat.com) adalah penulis Tasting the
Sky: A Palestinian Childhood (Farrar, Straus dan Girouks, 2007) dan
pendiri seminar-seminar Write Your Life yang mendorong orang untuk
menemukan suara mereka. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common
Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 22 Agustus 2008,
www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.


~Pandangan Kaum Muda~ Rumah di Negeri Asing
Saher A. Ashary dan Meryem Maaroufi

Sharjah, UAE/Ifrane, Maroko – Komunikasi gobal pada abad ke-21 telah
mengurangi jarak antara orang dari berbagai budaya dan wilayah, dan
imigrasi telah membawa orang-orang dari peradaban yang berbeda-beda
menjadi lebih dekat satu sama lain. Tapi, ideologi, sistem nilai dan
agama yang berbeda, yang dipegang oleh orang-orang yang berbagi ruang
fisik yang sama kerap menghasilkan pandangan yang berlainan tentang
bagaimana individu-individu harus berperilaku dan sejauh mana masing-
masing kelompok mampu berpartisipasi dalam masyarakat.

Ketegangan antara penduduk asli dan populasi imigran paling banyak
terjadi di Eropa, terutama dalam hal hubungan Arab-Eropa. Orang Arab
dan Eropa sama-sama berasal dari peradaban mapan dengan sistem nilai
yang kuat tapi berbeda, yang terbentuk dari keyakinan agama dan
kebiasaan sosial selama berabad-abad.

Ketidaksediaan untuk berubah di kedua pihak telah mengarah ke
polarisasi sosial. Menurut cendekiawan Universitas Harvard, Jocelyn
Cesari, imigran Arab di Eropa mengalami kesulitan-kesulitan untuk
masuk ke masyarakat, mereka memiliki angka pengangguran tertinggi dari
semua minoritas, dan kecenderungan terbesar untuk menjalani hidup
terpisah di lingkungan termiskin. Implikasi dari polarisasi ini tampak
dalam kerusuhan 2005 di Prancis.

Contoh-contoh dari perpecahan semacam itu ada di seluruh AS juga, tapi
secara keseluruhan, AS jauh lebih menerima budaya baru, sebagian
karena kemudaannya sebagai bangsa, dan sebagian karena mereka menerima
lebih sedikit imigran Arab, sekitar empat kali lebih sedikit dari
sekitar lima juta orang Arab yang tinggal di Eropa. Kelompok yang
lebih kecil ini cenderung berakar dari segmen masyarakat yang lebih
sejahtera dan berpendidikan.

Rata-rata, Arab Amerika tidak tinggal di perkampungan minoritas dan
menikmati gaya hidup yang lebih kaya, baik secara finansial dan dalam
kualitas hidup. Menurut data yang dikumpulkan pada tahun 2000 oleh
Biro Sensus AS, mereka tampaknya lebih mampu dan lebih bersedia
mengambil keuntungan dari kesempatan pendidikan AS: 41 persen adalah
lulusan perguruan tinggi, dibandingkan dengan 24 persen populasi
Amerika secara keseluruhan yang memiliki gelar sarjana.

Pendidikan dan kerja keras mereka terbayar. Pemasukan rata-rata
keluarga Arab Amerika adalah $52.300, lebih tinggi 4,6 persen dari
pemasukan rata-rata nasional, memberikan segmen ini kesempatan
pekerjaan, gaya hidup, dan menghilangkan sebagian beban pengangguran
dan pemisahan yang dihadapi oleh rekan-rekan Eropa mereka.

Namun peristiwa 9/11 telah menghambat kemajuan ini. Kini, istilah Arab
dan Muslim (kerap digunakan secara salah sebagai sinonim satu sama
lain) kian diasosiasikan dengan terorisme, ekstremisme, dan
barbarisme. Serangan teroris, dilakukan atas nama Islam, terus
membakar kecurigaan Barat dari segala yang berhubungan dengan Arab
atau Muslim.

Di zaman komunikasi yang terus meningkat ini, semua masyarakat dan
kelompok sosial harus menemukan cara untuk saling memahami, agar hidup
dalam kedamaian dan harmoni. Ini adalah kata-kata sederhana, tapi
memerlukan komitmen dan upaya yang keras dari diri kita masing-masing.

Syukurlah, individu-individu bangkit menghadapi tantangan ini.

Banyak Arab Amerika yang berusaha menjelaskan budaya dan agama mereka
ke orang Amerika sebagai reaksi terhadap serangan 9/11. Misalnya,
seorang pria Arab, Mehdi El-Afifi dari Teaneck, New Jersey sedang
mengantarkan putrinya serta temannya pulang pada pagi serangan 9/11,
ketika seorang wanita mulai menunjuk jarinya ke gadis-gadis di dalam.
Dia berteriak, "Lepaskan kerudungmu!"

Mengikuti insiden ini, Mehdi El-Afifi, bersama anggota komunitasnya,
memulai rangkaian pembicaraan menjelaskan tentang Islam dan dunia Arab
di New York dan New Jersey. Bersama-sama mereka mengunjungi gereja,
sinagog, sekolah, organisasi wanita, dan klub-klub pemuda. Mereka
meningkatkan kesadaran akan perbedaan budaya mereka, menghancurkan
stereotip negatif dalam prosesnya, dan menunjukkan bahwa Arab dan
Muslim Amerika bukanlah teroris yang ingin mengebom negara itu.

Individu-individu seperti ini membantu menjembatani jurang antara
warga yang berbagi wilayah geografis yang sama. Tapi lebih banyak
orang harus terlibat; saat ini, upaya sadar diperlukan bukan saja dari
anggota masyarakat sipil, tapi juga dari politisi, sejarahwan, dan
para pemimpin agama. Contoh semacam ini dapat mencegah polarisasi
lebih jauh muncul di dunia, terutama dalam masyarakat kita yang global
dan terhubung secara teknologi di mana kekuatan kemajuan komunikasi
dan ketersambungan memungkinkan kita untuk belajar dari contoh yang
diberikan satu sama lain.

###

* Saher A. Ashary adalah mahasiswa yunior di American University of
Sharjah, dengan jurusan hubungan internasional. Meryem Maaroufi adalah
mahasiswa yunior di Al Akhawayn University, dengan jurusan kajian
internasional. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground
(CGNews) dan bisa diakses di www.commongroundnews.org.

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 22 Agustus 2008,
www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.

Kebebasan Berbicara Itu Dua Arah
Shahed Amanullah

Austin, Texas – Dulu, pada tahun 1989, ketika publikasi novel Salman
Rushdie The Satanic Verses menyalakan fenomena baru protes umat Muslim
di masa itu– terutama oleh mereka di Barat – saya adalah ketua senat
mahasiswa Universitas California di Berkeley, di mana Gerakan
Kebebasan Berbicara dilahirkan pada 1960-an. Dua toko buku saat itu
dibom – tampaknya berhubungan dengan buku itu, meski tanpa klaim
tanggung jawab.

Bersama dengan beberapa mahasiswa Muslim lainnya, saya muncul di
televisi lokal untuk memberitakan pengeboman itu dan menyatakan
keyakinan kami bahwa sementara Muslim bisa dipahami
ketersinggungannya, tapi tak seorangpun berhak memaksakan penyensoran
atau mengintimidasi antara (others) dengan ancaman terhadap keamanan
atau properti mereka.

Situasi itu menempatkan kami dalam posisi unik menjadi target
pelecehan oleh Muslim dan non-Muslim, yang entah menuduh kami menutupi
kesalahan akan keinginan untuk memaksakan keyakinan kami pada antara
(ini dari publik secara umum) atau meminta maaf untuk kemarahan Muslim
yang sah, tanpa mengabaikan apakah itu sudah melewati batas memasuki
kekerasan (ini dari rekan Muslim). Ini merupakan paradoks yang telah
terjadi berulang kali dalam 20 tahun ini, yang terbaru adalah kartun
orang Denmark dan reaksi kekerasan yang dilakukan sebagian Muslim di
dunia terhadap mereka.

Beberapa pertemuan yang lebih abrasif antara Muslim dan antara selama
ini tidak berpusat pada politik atau kebijakan luar negeri, tapi lebih
kepada wilayah kebebasan berekspresi. Muslim secara alami mengambil
pengecualian akan cara keyakinan mereka digambarkan oleh sebagian
seniman, penulis, dan akademisi.

Non-Muslim, pada gilirannya, mengkritik beberapa buku yang ditulis
oleh Muslim sebagai ofensif, begitu juga institusi yang menjualnya
(seperti kami, kebetulan). Dalam kedua kasus, orang kerap bicara
dengan dan melewati satu sama lain ketimbang kepada satu sama lain.
Ide-ide tidak dipertukarkan, dan lingkaran ini terus berlanjut.

Jadi mengapa Muslim tampaknya begitu sensitif terhadap apa yang
dikatakan media tentang mereka?

Muslim secara umum merasa diperangi selama beberapa dekade terakhir.
Karena citraan mereka di media menjadi kian tidak rmewakili Muslim
rata-rata. Saat mereka berjuang melawan citra ini, mereka dikatakan
bahwa syarat untuk perubahan adalah mereka harus mengubah perilaku
Muslim Ekstremis, yang berada jauh di luar wilayah pengaruh mereka –
kerap bahkan berjarak separuh dunia.

Muslim dalam posisi ini merasa mereka tak punya pilihan lain, kecuali
berusaha lebih keras melawan penggambaran yang melecehkan atau tidak
mewakili. Sebagian, sayangnya, berusaha terlalu jauh. Tapi Muslim
tidak sendiri dalam hal ini. Suara-suara yang berusaha untuk
memarjinalkan kehadiran Muslim dalam wacana publik secara rutin
melakukan hal yang sama.

Dua contoh baru-baru ini menggambarkan hal di atas: Upaya-upaya oleh
anggota kongres New York Peter King dan lainnya untuk mencekal iklan
"Why Islam" dari kereta bawah tanah New York City (berdasarkan
reputasi pendukung eksternal dari iklan ini); dan seruan oleh sebagian
orang untuk mencegah terbitnya buku Jewel of Medina. Tak satu pun dari
kedua upaya itu yang berhasil secara efektif mengatasi kontroversi,
yang akan tetap terhenti hanya untuk muncul kembali di hari yang lain.

Melihat pertukaran ini selama beberapa waktu, telah mengajarkan saya
bahwa respon terbaik untuk kebebasan berbicara adalah dengan berbicara
juga. Siapa pun punya hak untuk menerbitkan apa pun yang dia mau
tentang Islam atau Muslim – bahkan jika pandangan mereka ofensif –
tanpa takut akan penyensoran atau retribusi.

Namun, Muslim tidak boleh diharapkan untuk menjadi konsumen pasif dari
pandangan-pandangan ini. Muslim yang terganggu memiliki hak – malah,
kewajiban – untuk mengkritik apa pun yang ditulis tentang mereka atau
agama mereka, asalkan mereka tidak melewati garis menjadi intimidasi
dan kekerasan. Dalam dunia ideal, kedua pihak akan membuka pikiran
mereka untuk memahami sudut pandang yang berbeda.

Membuat orang-orang dari kedua pihak mengikuti garis pedoman ini akan
membutuhkan banyak rekondisi. Tapi komunitas Muslim alternatif yang
hiper-sensitif yang tak mampu secara konstruktif merespon kritik
eksternal (atau dalam hal ini, kritik internal), digandakan dengan
komunitas jurnalistik/artistik/sekuler yang merasa ketakutan dan
dikekang kebebasan berekspresinya – tak bisa jadi pilihan. Saat ini
kit amenyaksikan stagnasi dan meningkatnya kesalahpahaman yang berasal
dari wacana yang lumpuh.

Pada akhirnya, tak ada yang memiliki hak absolut untuk tidak
tersinggung, juga tak seorang pun punya hak untuk hidup tanpa opini
tak nyaman dari orang lain. Ini benar, entah sehubungan dengan
pembakaran bendera (yang tak merugikan apa pun kecuali sepotong kain)
atau pandangan non-Muslim tentang Nabi Muhammad (yang tidak
mempengaruhi keyakinan tulus seorang Muslim). Agama dan rasa
keberadaban universal mendiktekan bahwa emosi harus dijaga untuk
melindungi keteraturan sosial. Dalam lingkungan seperti itu, kebebasan
berbicara secara terbuka – dan semua keuntungan yang datang dari itu –
bisa berkembang.

Untuk maju, kita semua perlu mengembangkan kulit yang lebih tebal,
berpikiran lebih terbuka, dan pemahaman yang sama akan prinsip-prinsip
kebebasan berbicara, seperti yang mempengaruhi saya sebagai mahasiswa
dan memungkinkan saya untuk mempengaruhi orang lain. Pada saat itulah
semua orang – Muslim dan non-Muslim – akan mampu mengembangkan
masyarakat mereka dan secara simultan melindungi hak-hak mereka.

###

*Shahed Amanullah adalah pemred altmuslim.com. Artikel ini
didistribusikan oleh Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan bisa
diakses di www.commongroundnews.org.

Sumber: altmuslim.com, 7 Agustus 2008, www.altmuslim.com
Telah memperoleh hak cipta.

Tentang CGNews
Kantor Berita Common Ground menyediakan berita, opini-editorial, fitur
dan analisis tentang berbagai isu yang mempengaruhi hubungan Arab-
Israel & Muslim-Barat. CGNews mempersindikatkan artikel-artikel yang
konstruktif, memberikan harapan, mendorong dialog dan saling
pengertian, kepada saluran-saluran berita seluruh dunia. Baca terbitan-
terbitan lawas kami.

Komentar? Silakan mengirim email ke cgnews@sfcg.org. Ingin
mengirimkan artikel?
Kami menyambut sumbangan artikel dari para ahli lokal dan
internasional yang ingin memberikan pandangan-pandangan membangun dan
analisis tentang berbagai isu yang mempengaruhi hubungan Arab-Israel &
Muslim-Barat.

Jika Anda ingin menyumbangkan artikel, silakan mengirim artikel secara
online.. Ingin mencetak ulang artikel?

Kecuali jika ada pernyataan khusus, artikel-artikel yang ada telah
memperoleh hak cipta dan boleh dicetak ulang oleh saluran-saluran atau
penerbitan berita. Tolong sebutkan sumber asli maupun Kantor Berita
Common Ground. Pandangan-pandangan yang diutarakan dalam artikel-
artikel ini merupakan pendapat pribadi para penulisnya, bukan CGNews
atau afiliasinya.

Kami menghargai waktu dan keleluasaan pribadi Anda. Anda menerima
email ini di %%emailaddr%%. Kunjungi web kami untuk berhenti
berlangganan.

Kantor Berita Common Ground bermarkas besar di 1601 Connecticut
Avenue, NW Suite 200 Washington, DC 20009 USA. Kunjungi kami di
webhttp://www.commongroundnews.org.

Kirim ke teman | Lihat sebagai halaman web | Hubungi kami |
©2008 Kantor Berita Common Ground

Layanan ini merupakan prakarsa nirlaba Search for Common Ground,
sebuah lembaga swadaya masyarakat (NGO), yang bermarkas di Washington
dan Brussels, yang misinya adalah untuk mengubah cara dunia menangani
konflik - menjauhi konfrontasi penuh permusuhan menuju penyelesaian
dengan kerja sama.

Thursday, August 14, 2008

[Berpikir Bebas 777] Re: Buat PAK sby

masalahnya penyakit rakyat ini, secara umum kita tidak sadar kalau
kita sedang sakit. Tidak taat hukum, cari jalan pintas, free sex, dsb.
Yang paling parah, terlalu cintanya kita terhadap UANG lebih dari yang
lain.

[Berpikir Bebas 776] Buat PAK sby

pak susilo yang terhormat,kami merasa gundah dengan bangsa ini,saran
untuk anda dan jajarannya,mari bersama rakyat membangun negeri
ini,perhatikan kami yang merasa lelah dengan segala ketidak stabilan
ekonomi kami,bantu rakyat dengan selalu melihat di bawah,kami bangga
dengan kepemimpinanmu,tegas lah kepada yang korupsi,dan para penyakit
rakyat,kami bayar pajak untuk mereka,mau kepada siapa kami percaya?

[Berpikir Bebas 778] Re: Salam Kenal dari Setiawan Widjaya! :-)

bersatulah bangsaku

Tuesday, August 12, 2008

[Berpikir Bebas 775] Perbedaan

Alkisah ada 2 orang yang mendaki sebuah gunung yang sangat tinggi,
hanya saja karena mereka berasal dari daerah yang berbeda, yang 1
berangkat dari sisi timur, sedang lainnya dari sisi barat.
Sepanjang perjalanan mereka mengalami pengalaman yang sangat berbeda,
karena yang dari sisi timur, lereng gunung sering dituruni hujan,
lereng relatif landai, pemandangan ke timur terlihat laut dan matahari
terbit, sore hari cepat sekali menjadi gelap, aneka binatang yang
ditemuipun adalah jenis hewan hutan tadah hujan yang subur dan hijau,
pakaian yang diperlukan lebih berupa pelindungan dari air
hujan.........
Sebaliknya yang berangkat dari sisi barat, udara cenderung gersang,
karena sisi barat yang merupakan padang pasir, lereng gunungpun
cenderung lebih terjal dan vertikal, pagi tidak pernah bisa melihat
matahari terbit, yang dialami hanya matahari terbenam saja, sore
terasa sangat panas, sehingga dia perlu pakaian pelindung terik
matahari dan panas menyengat, jenis hewan yang ditemui umumnya kambing
gunung dan lain-lain hewan gurun, air dan sungai sulit ditemui,
akibatnya harus sering berhemat air.............
Tetapi saat mereka bertemu dipuncak, segala sesuatu mencair menjadi
sama, kecuali hal minor yang sangat pribadi dan melekat ditubuh masing-
masing...............
Begitu pula dengan air yang sejak keluar dari mata air, mengalami
pengalaman yang beraneka macam, melalui sungai yang bermacam-macam,
banyak yang harus melewati pengairan sawah dan industri berbeda,
ditelan manusia dan hewan, tercampur kotoran atau sebaliknya berada
dalam cawan emas yang dipuja banyak orang, menguap menjadi awan dan
hujan ditempat lain, rumit sekali dan sangat ajaib, namun akhirnya
melebur jadi satu dalam lautan, praktis tiada lagi yang bisa
dibedakan................
Jadi apabila kita sering meributkan keyakinan kita atas sesuatu,
berarti kita cuma meributkan perjalanannya saja yang memang indah dan
ajaib, tetapi pasti bukan tujuan akhirnya. Bahkan sangat mungkin
selama ini kita yang sebenarnya tidak pernah sampai kepuncak
tertinggi, atau sampai kelautan samudra, tetapi sudah berani mengaku
tahu segalanya, dan memanfaatkan perbedaan serta ketidak tahuan orang
lain.............
Saat kita sadar, ternyata perjalanan hidup kita telah sampai pada
akhir hayat...............

Monday, August 11, 2008

[Berpikir Bebas 774] HOW TO PRODUCE LIGHT {Noor(Divine Energy)} IN YOUR HEART.

The method of producing light.{NOOR}

NO MATTER ANY RELIGION - ALLAH(GOD) IS FOR EVERY ONE.

In prehistoric times stones would be rubbed together to make fire.
Whereas a spark can also be produced by rubbing two metals
together.
In a similar way electricity is made from water. Similarly by the
friction of the blood inside the human body, in other words electric
energy is produced by the vibrating heartbeat. In every human being
there is present, approximately one and a half volts of electricity
due to which the body is energetic. As the heartbeat slows in old age,
this reduces the electricity in the body and this in turn also causes
a reduction of the energy level in the body.

Firstly, the heartbeat has to be made vibrant and pronounced. Some do
this by dancing, some by sports and exercise and some people try to do
this by meditating and chanting the Name of God Allah.

When the heartbeat becomes vibrant and pronounced then by chanting the
Name Allah try to synchronize it with every heartbeat. Alternatively
try to synchronize Allah with one heartbeat and Hu with the other.
Some time by placing your hand on the heart and when you feel your
heartbeat, again try to synchronize the Name Allah by chanting it
with
the rythm of the heartbeat and imagine that the Name Allah is
entering
the heart.

The chanting of Allah Hu is better and more effective but if anyone
has an objection, or a fear of chanting Hu, then instead of being
deprived one should solely use the Name Allah, repetitively in the
chanting. It is beneficial for people who chant and practice this
discipline and who read mantras to physically remain as clean as
possible as the:

"disrespectful are unfulfilled and the respectful are fulfilled."

The first method for producing light.
Write Allah on a paper in black ink, and do this exercise for as
long
as you wish on a daily basis. Soon thereafter, the Word Allah will
be
transported from the paper and hover over the eyes. Then with one-
pointed concentration, attempt to transport the word from the eyes
to
the heart.

The second method for producing light.
Write Allah on a zero watt bulb, in yellow. Whilst you are awake or
just before sleep, concentrate and try to absorb it into the eyes.
When it appears on the eyes then try to transport it to the heart.

The third method for producing light.
This method is for those people who have perfect spiritual guides
and
teachers and who due to their spiritual connection are spiritually
assisted by them.

Sit alone and imagine that your index finger is a pen. Using your
finger and with your concentration, attempt to write Allah on your
heart. Call upon your spiritual teacher (spiritually), so that he
too
may, hold your finger, and write Allah on your heart. Continue to
do
this exercise everyday, until you see Allah written on your
heart.

IF YOU ARE SUCCEEDED AND YOUR QALB(heart) STARTS SAYING ALLAH HOO
ALLAH HOO, THEN EVEN IF YOU ARE SLEEPING, YOU ARE WORKING THE
QALB WILL CONTINUEOUSLY SAYING ALLAH HOO ALLAH HOO WITH YOUR
HEART
BEATS, AND IT WILL ALSO CERTIFY YOUR PRAYERS (NAMAZ), AND NAMAZ
BECOMES HAQIQI. AND YOU WILL ENTER IN TO DIVINE LOVE.

If you have any query, do not hesitate to contact me
at srf134@yahoo.com

Best of Luck.

Sarfaraz Ahmed.

Wednesday, August 6, 2008

[Berpikir Bebas 773] Doa...........

Mengapa ada doa yang mudah terkabul, tapi banyak pula yang tidak?
Apakah betul semua itu karena doa tidak dilaksanakan pada saat yang
tepat, karena ritualnya salah dimata Tuhan, hari itu bukan hari baik
dan saat itu Tuhan belum sempat mendengar suara permohonan kita dengan
jelas atau lainnya.

Tetapi bila kita betul-betul berdoa dengan benar, kita berusaha
menerangkan pada Tuhan, segala sesuatu secara sangat terperinci,
secara benar dan secara jujur tanpa sembunyi-sembunyi, bahkan dalam
banyak kesempatan doa tersebut sering kita ucapkan berulang-ulang
ratusan hingga ribuan kali, dengan keterangan yang kita berikan pada
Tuhan makin hari makin terperinci dan makin fokus, seolah-olah semua
masalah tertulis dengan sangat jelas sekali tergambar dalam otak kita,
akibatnya dalam pikiran kita semua permasalahan menjadi terfokuskan,
pikiran kita jadi terbuka secara jelas dan gamblang, kita tahu persis
apa problem kita sebenarnya, kita tidak lagi stress dan pusing tanpa
ujung pangkal, akibatnya beban pikiranpun langsung hilang lebih dari
separohnya.

Begitu pikiran terbuka, jalan pemecahan akan permasalahanpun secara
perlahan terbuka, dan tanpa kita sadari kita sudah berada pada jalan
yang tepat, dan dengan karunia Tuhan YME permasalahanpun terpecahkan
secara total.

Syukur pada Tuhan yang telah mengkaruniai kita dengan segala kemampuan
luar biasa ini............. lain halnya dengan doa tanpa kata-kata,
apalagi dengan bahasa yang kita sendiri tidak pahami, semua menjadi
lebih sulit dan seolah-olah Tuhan tidak mendengarkan kita, sehingga
doa kita terasa lama sekali belum juga terkabulkan...............

[Berpikir Bebas 772] kebenaran.....

Bila saja sejak jaman duhulu kala orang berpikir hanya burung saja
yang bisa terbang, karena memang kodratnya Tuhan menciptakan burung
untuk menguasai angkasa........... juga tidak akan ada listrik, radio,
handphone, tv digital, komputer, mobil dll yang begitu canggih dan
luar biasa............. apalagi pesawat luar angkasa yang bisa
menemukan adanya molekul air di planet mars dst. dst.................
kita akan tetap tidak percaya penyakit manusia bisa diobati dan
diperiksa dalam laboratorium canggih............ memang semua itu
karunia Tuhan YME yang tak berhingga atas manusia, kita perlu
mensyukurinya atas semua pencerahan yang diberikanNya setiap saat
tanpa henti............. Bukan meributkannya bahkan menghancurkan
dengan kekerasan, perbedaan pemikiran-pemikiran orang lain tanpa
toleransi............... saya percaya pandangan andapun mengandung
kebenaran, tetapi kebenaran yang lain tetap perlu
dihargai................ karena semua itu ada juga karena karunia
Tuhan YME dengan cara pandang kita masing-masing...............

Wednesday, July 30, 2008

[Berpikir Bebas 771] maju indonesiaku

hai para pemimpin negeri ini,atau pemimpin agama kami,tolong jadikan
silaturahmi antar pemimpin ditingkatkan,janganberebut jabatan,kapan
majunya kalo saling menyalahkan dan merasa menjadi yang paling
benar,kami butuh panutan bukan seorang pemimpin,kami jenuh dengan
arogansi kalian,bersatulah dengan kebersamaan bukan dengan saling
menyalahkan.

[Berpikir Bebas 770] Hasil penelitian perilaku etis netter di milis

 

Beberapa hari yang lalu saya menyebarkan kuesioner penelitian di milis ini, Berikut ini saya lampirkan hasil penelitian saya.

terima kasih,

Aminingrum



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

Friday, July 4, 2008

[Berpikir Bebas 768] Mohon Partisipasinya : Survei Netiket di Milis

Kepada anggota milis

Salam Hormat,

Dalam rangka penelitian yang sedang saya lakukan, Saya mengundang
anda semua untuk berpartisipasi dalam penelitian tentang netiket
(etika di internet). Penelitian survey ini berusaha mengetahui
perilaku etis netter di milis. Penelitian ini ditujukan untuk memenuhi
syarat kelulusan saya di Jurusan Ilmu komunikasi Fisip Undip
Silakan klik url di bawah ini untuk memulai survey :

http://surveinetiket.com/index.php?sid=87551&lang=id

Kuesioner penelitian ini terdiri dari 48 nomor, saya mengharap anda
turut serta dengan mengisi secara baik dan benar.
Terimakasih atas partisipasinya. Saya akan mem-publikasi-kan hasil
penelitian secara ringkas melalui milis ini pada tanggal 30 juli 2008.

Untuk pertanyaan, saran, dan komentar silakan menghubungi email saya.

Terima kasih

Aminingrum (n1n9rum@yahoo.co.id / amin1n9rum@yahoo.co.id)

Sunday, June 22, 2008

[Berpikir Bebas 769] Muslim Afrika Amerika Menolak Benturan Peradaban

KANTOR BERITA COMMON GROUND
MITRA KEMANUSIAAN
Membangun Hubungan Muslim-Barat yang Saling Asah, Asih, Asuh


Kantor Berita Common Ground (CGNews) bertujuan untuk mempromosikan
pandangan konstruktif dan dialog tentang berbagai isu yang
mempengaruhi hubungan Arab-Israel & Muslim-Barat. CGNews tersedia
dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, Yahudi, Indonesia, dan Urdu.
Untuk berlangganan, klik di sini. Untuk arsip artikel-artikel CGNews
yang lawas, silakan kunjungi situs web kami di www.commongroundnews.org.

Edisi 20 - 26 Juni 2008


Muslim Afrika Amerika Menolak Benturan Peradaban
oleh Dawud Walid
Dawud Walid, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) di
Michigan, membahas bagaimana warga Muslim Afrika Amerika berperan
sebagai teladan bahwa kekerasan antara masyarakat Barat dan Muslim
bukannya tidak dapat dihindari.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 20 Juni 2008)

Dunia Muslim Berbicara tentang Obama
oleh Yasser Khalil
Peneliti dan wartawan Mesir Yasser Khalil menjelaskan tumbuhnya
dukungan terhadap Obama di dunia Arab dan Muslim.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 20 Juni 2008)

Bangsa Saudi Menyerukan Dialog
oleh Asma Hanif
Dalam rangka konferensi intra-agama Muslim di Mekkah minggu lalu,
wartawan lepas Asma Hanif membahas langkah-langkah Arab Saudi menuju
perbaikan berbagai mispersepsi dunia terhadap Islam.
(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 20 Juni 2008)

Mempersiapkan Perdamaian di Pakistan
oleh Mehlaqa Samdani
Apakah sudah ada kemajuan dalam melawan terorisme di sepanjang
perbatasan Pakistan-Afghanistan? Mehlaqa Samdani, seorang penasihat di
Center for Strategic and International Studies di Washington, DC,
menilai upaya pemerintah setempat untuk melibatkan militan negara
tersebut dalam dialog dan menanyakan bagaimana AS bisa mendukung
pembicaraan damai, sedang ia juga mengamankan kepentingan keamanannya
di wilayah tersebut.
(Sumber: Foreign Policy In Focus, 13 Juni 2008)

Peradaban Bertemu Secara Online
oleh Faisal Abbas
Faisal Abbas, editor koran terbitan London, Asharq al-Awsat, menguji
bagaimana alat-alat berbasis web masa kini, seperti Facebook, blog dan
YouTube, memainkan peranan yang berpengaruh di dunia politik, dan
bertindak sebagai mekanisme titian (outreach) antara dunia Muslim dan
Barat.
(Sumber: Asharq Al-Awsat, 9 Juni 2008)

Muslim Afrika Amerika Menolak Benturan Peradaban
Dawud Walid

Southfield, Michigan - Berperan sebagai sebuah titik keberangkatan
dari apa yang disebut "benturan peradaban", warga Muslim Afrika
Amerika menolak anggapan bahwa permusuhan antara orang Barat dan
Muslim tidak dapat dihindari. Hampir tidak adanya hubungan bersejarah
apapun dengan negara-negara bangsa modern di luar, warga Muslim Afrika
Amerika seluruhnya terbentuk oleh pengalaman Amerika; bahkan,
"keamerikaan" mereka tidak dapat diragukan. Namun mereka tetap
sepenuhnya menjadi Muslim.

Warga Muslim Afrika Amerika telah berakar di Amerika selama empat
abad. Mereka memberikan masyarakat Muslim Amerika yang lebih besar
sebuah hubungan khas dengan Barat yang umumnya tidak dimiliki
masyarakat Muslim Eropa. Hubungan ini memberikan sebuah cerita yang
mendukung semua Muslim di Amerika, dan memberikan masyarakat Afrika
Amerika sebuah perah yang aktif dalam menjembatani kesenjangan antara
dunia Barat dan Muslim.

Tidak seperti Muslim yang telah bermigrasi ke Eropa, warga Muslim
Amerika membentuk sebuah demografi masyarakat asli yang besar.
Populasi ini, yang sebagian besar merupakan warga Afrika Amerika ,
memiliki hubungan yang tidak terbantahkan dengan Amerika. Ketika
lembaga perbudakan berusaha menghapus berbagai praktik agama, bahasa,
dan kebudayaan, warisan warga Muslim Afrika Amerika telah dipelihara
melalui sumbangan bersejarahnya bagi kemerdekaan, keadilan, dan
kesetaraan.

Peran yang telah dibentuk oleh warga Afrika Amerika bagi diri mereka
sendiri telah memberi manfaat bagi seluruh bangsa Amerika -- dan pada
kenyataannya, bagi seluruh dunia. Perjuangan mereka, yang terutama
jelas terlihat saat gerakan Hak-hak Sipil, melancarkan jalan bagi
praktik-praktik Islam di Amerika yang tidak ditemukan di bangsa-bangsa
Barat lain, bahkan di beberapa bangsa mayoritas Muslim. Misalnya, Bab
VII dari Undang-Undang Hak-hak 1964 yang memberikan Muslim hak untuk
menjalankan ibadah shalat Jumat dan memberikan perempuan hak untuk
mengenakan jilbab di tempat-tempat kerja dan sekolah mereka.

Undang-Undang Hak-hak Sipil tidak memberikan hak kepada seorang
majikan "untuk membatasi, memisahkan, atau menggolongkan para
karyawannya dengan cara yang akan merenggut atau cenderung merenggut
kesempatan setiap orang atas pekerjaan atau yang sangat mempengaruhi
kedudukannya sebagai seorang karyawan, karena ras, warna kulit, agama,
seks, atau asal-usul kebangsaan orang tersebut." (Bagian 703.(a).(2))

Gerakan yang sama kemudian menantang bangsa Amerika untuk menjawab
penyakit-penyakin sosial supremasi kulit putih dan membuka pintu bagi
Undang-Undang Imigrasi 1965, yang memiliki dampak sampingan berupa
tingginya peningkatan jumlah Muslim di Amerika yang berasal dari Asia
Selatan.

Masyarakat Muslim Amerika telah memetik manfaat dari mayoritas
anggotanya yang berasal dari masyarakat Afrika Amerika , sebuah
kelompok yang merupakan perwujudan kesadaran Amerika tentang hak-hak
sipil dan asasi manusia. Pengakuan yang semakin besar akan arti
penting dari demografi dalam masyarakat Muslim Amerika mungkin masih
baru, tetapi nilainya telah lama mendahului realisasinya.

Dari hakim Muslim Amerika pertama dan Wakil Walikota Muslim Detroit
pertama, Adam Shakoor, hingga dua anggota kongres Muslim Amerika
pertama, Keith Ellison (D-MN) dan Andre Carson (D-IN), Muslim -- di
dalam dan luar negeri -- telah diberdayakan oleh bangsa Afrika Amerika
yang memeloporinya. Manfaat-manfaat nyata, seperti memperkenalkan
peraturan dalam negeri yang mengikutsertakan kepentingan-kepentingan
Muslim dan menggunakan hak pilih dengan pemahaman yang lebih besar
tentang berbagai permasalahan yang menyangkut dunia Muslim daripada
kebanyakan anggota kongres Amerika, merupakan hal yang nyata.

Karena itu, penghargaan yang lebih besar bagi Muslim adalah harapan.

Jika warga Muslim ini telah berhasil mengatasi pengalaman
dimarginalisasi hingga meraih jabatan wakil rakyat di Amerika, maka
mungkin seluruh warga Muslim Amerika memiliki potensi yang sama. Warga
Muslim di Afrika, Asia dan Eropa dapat berpegangan kuat pada gagasan
bahwa jika keturunan Muslim dari para budak Amerika dapat dihormati
oleh masyarakat Amerika yang lebih luas, maka mungkin Amerika dapat
mengalami sebuah pembaruan yang sehat dalam kebijakan luar negeri dan
menilai dunia Muslim dengan kaca mata yang lebih seimbang.

Gagasan Jeffersonian bahwa "semua orang diciptakan sederajat ...
diberkati oleh Pencipta mereka dengan hak-hak yang tidak dapat
dipisahkan, yang di antaranya adalah hak akan Kehidupan, Kemerdekaan,
dan Mengejar Kebahagiaan", memiliki pengikut yang sangat besar di
kalangan Muslim Afrika Amerika . Dengan sejarah yang kaya ini dan
legitimasi historis sebagai bangsa Amerika, warga Muslim Afrika
Amerika akan terus menjadi unsur yang sangat penting dalam menyuburkan
kehidupan yang lebih baik bagi Muslim di penjuru Amerika dan akan
terus berperan sebagai sebuah hubungan spiritual antara bangsa Amerika
dan dunia Muslim.

###

* Dawud Walid adalah direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam -
Michigan (CAIR-MI) dan Asisten Imam pada Masjid Wali Muhammad di
Detroit, Michigan. Artikel ini merupakan bagian dari seri tentang
Muslim Afrika Amerika yang ditulis untuk Kantor Berita Common Ground
(CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.

Sumber: Kantor Berita Common Ground, 20 Juni 2008, www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.

Kembali ke atas

Dunia Muslim Berbicara tentang Obama
Yasser Khalil

Kairo - Senator AS Barack Obama mewakili sebuah fenomena yang telah
menarik perhatian dunia dan memikat pemikiran Muslim seluruh dunia
ketika ia melaksanakan sebuah kampanye penuh semangat untuk menjadi
presiden Amerika Serikat berikutnya. Terlepas dari perdebatan panas
kampanye dan beberapa retorika kontroversial mengenai Islam, sebagian
besar warga Muslim tetap bergairah dengan pemilihan umum dan telah
menjadi penggemar berat Obama.

Tingkat dukungan bagi seorang kandidat presiden Amerika sebesar ini
tidak pernah terjadi sebelumnya dalam dunia Muslim. Kenyataan bahwa
ini datang di tengah adanya sebuah perasaan yang hampir seragam
tentang penolakan dan kemarahan terhadap kebijakan luar negeri AS -
khususnya di Irak dan Palestina - membuatnya semakin penting dicatat.

Penjelasan sederhana adalah bahwa banyak warga Muslim melihat alasan
baru untuk berharap terhadap pendekatan politik Obama dan para
penasihatnya. Semangatnya yang nyata untuk menggalang dukungan lebih
besar bagi kebijakan AS, dan bahkan berbicara kepada para "musuh"
Amerika, merupakan alasan untuk optimis. Bayangkan apa jadinya politik
dunia di Irak, atau Sudan, atau Afghanistan, jika visi seperti Obama
telah mempengaruhi kepemimpinan AS sebelumnya.

Sebagai seorang Muslim Arab di Mesir yang dipengaruhi oleh kebijakan
luar negeri AS, saya percaya bahwa pendekatan Obama mungkin membantu
menyelesaikan permasalahan yang menumpuk antara Muslim dan Amerika
Serikat yang semakin memburuk sejak serangan teroris 11 September.
Teknik-teknik baru dan lebih kreatif untuk berurusan dengan para
ekstremis dan bukannya metode-metode kontroversial yang digunakan
pemerintah AS sekarang, dapat membantu memberikan Al Qaeda dan
kelompok-kelompok sejenis, sebuah alasan untuk merekrut anggota-
anggota baru. Kemudian, mungkin, para ekstremis akan kehilangan
pembelaan yang menjadi bahan bakar mesin kejahatan mereka dan membuat
mereka menghancurkan orang-orang tak berdosa.

Tentu saja, ada orang-orang dalam dunia Muslim yang menentang Barack
Obama. Mereka berpendapat bahwa kebijakan AS tidak akan berubah dengan
adanya seorang presiden baru. Kepada mereka saya katakan bahwa Obama
telah membuktikan bahwa ada ruang untuk mengguncangkan perahu; ia
menentang keputusan untuk menyerang Irak dan membuat rekomendasi nyata
dan logis bagi penarikan mundur pasukan-pasukan AS.

Muslim yang sinis berpendapat bahwa semua politisi Amerika, termasuk
Obama, bersikap mendua terhadap Israel dengan mengorbankan bangsa
Arab. Tetapi kita harus membedakan antara dukungan seorang kandidat
bagi sebuah negara Yahudi dan suatu bias yang tak terpisahkan terhadap
hal tersebut. Persahabatan AS dengan Israel tidak harus menjadi sebuah
ancaman, khususnya jika hal tersebut menghasilkan sebuah kedudukan
yang lebih aktif terhadap perwujudan kebijakan-kebijakan yang adil dan
seimbang bagi seluruh dunia Arab.

Dan kemudian ada sebuah perdebatan tentang kemurtadan. Ketika Obama
digambarkan sebagai seorang Muslim yang mungkin murtad, banyak
kalangan Muslim yang bereaksi dengan keheranan dan rasa ingin tahu.
Obama telah mengatakan bahwa sejak awal ia tidak pernah menjadi
seorang Muslim, namun sebagian orang menganggapnya demikian
dikarenakan ayahnya. Tetapi bagi saya, jelas bahwa Islam adalah sebuah
pilihan yang bebas, bukan sebuah beban keturunan.

Kampanye-kampanye internet lain memanfaatkan tuduhan hubungan Muslim
Obama dengan menggambarkan Amerika sebagai sebuah "negara rasis" yang
para warga negara dan politisinya tidak akan pernah memenangkan Obama
karena ia seorang berkulit hitam dan memiliki akar Muslim. Upaya
tersebut menyesatkan, tetapi walau demikian menghasilkan simpati lebih
besar dari dunia Muslim terhadap sang kandidat.

Penolakan Obama pernah menjadi seorang Muslim tidak berarti ia
melihatnya sebagai sebuah tuduhan; sebaliknya, ia menjaga jarak dari
tuduhan-tuduhan kebohongan dan kemunafikan. Sudah tiba saatnya untuk
bergerak dari perdebatan yang tidak perlu ini dan menilai kandidat
presiden yang menjanjikan ini berdasarkan pandangan-pandangan
politiknya dan kemampuannya untuk menyeimbangkan kepentingan-
kepentingan global Muslim dengan para pemilih dan kawan-kawannya.

Dengan mengembangkan dialog dengan negara-negara Muslim seperti Suriah
dan Iran, dan membangkitkan kembali upaya-upaya diplomatik AS, Obama
akan membuka pintu-pintu yang telah tertutup - dan terkunci - selama
beberapa tahun terakhir. Merupakan kepentingan semua negara Muslim
bahwa presiden AS mempunyai pendekatan konstruktif, bahkan sambil
mempertahankan persahabatan erat dengan Israel dan kekuatan-kekuatan
yang mendukungnya di Amerika Serikat dan luar negeri. Dalam upaya
mengejar politik yang rasional, inklusif, dan kreatif, Obama dapat
tetap berperan efektif sambil mengatasi rintangan-rintangan sepanjang
jalan menuju perdamaian dan koeksistensi global.

###

* Yasser Khalil adalah seorang peneliti dan wartawan Mesir. Artikel
ini, diterjemahkan dari bahasa Arab, ditulis untuk Kantor Berita
Common Ground (CGNews) dan awalnya terbit di Christian Science
Monitor.

Sumber: Kantor Berita Common Ground, 20 Juni 2008, www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.

Kembali ke atas

Bangsa Saudi Menyerukan Dialog
Asma Hanif

Brussels - Seruan Arab Saudi bagi sebuah dialog antaragama yang
berkesinambungan telah membuat sebagian pihak di Barat mengangkat
alisnya.

Kerajaan tersebut telah lama dikenal sebagai sekeping wilayah padang
pasir yang dikuasai oleh para ulama yang ultra konservatif dengan
tafsiran-tafsiran radikal tentang Islam. Kaum perempuannya ditekan,
seperti sering dituduhkan; kaum terpelajar Wahabi ingin mengislamkan
dunia; dan kalangan non-Muslim dilarang melaksanakan ibadah agama
mereka di tanah Saudi - kata sebagian kalangan.

Teman Saudi saya menyebut semua ini sebagai mispersepsi belaka.
"Bangsa kami tidak ada bedanya dengan bangsa lain di dunia," katanya.
"Kami mendukung pembaruan, menghormati nilai-nilai manusia, dan
menghargai kemodernan."

Kebetulan, ia - seperti halnya para perempuan relijius Saudi lain -
tampak menikmati kehidupannya sebagaimana kawan-kawan perempuan Barat
saya. Penafsiran konservatif mereka tentang Islam tidak menghalangi
pendidikan, belanja, pakaian, dan pesta menjadi bagian dari kehidupan
mereka.

Menolak tudingan-tudingan yang dialamatkan kepada Islam dan Muslim -
termasuk masyarakat Saudi - merupakan tujuan utama dari dialog
antaragama yang berkesinambungan. "Penjaga Dua Masjid Suci ", begitu
sang Raja disebut di Arab Saudi, kelihatannya merasakan sebuah
komitmen khusus terhadap Islam.

Di awal bulan ini Raja membuka sebuah konferensi tiga hari di Mekkah
yang bertujuan mempromosikan masa depan dialog antaragama dengan
golongan non-Muslim. Ia mengatakan kepada para pendengar yang semuanya
Muslim, "Anda telah berkumpul hari ini untuk mengatakan kepada seluruh
dunia bahwa (...) kita adalah suara keadilan dan nilai-nilai
kemanusiaan, bahwa kita adalah suara bagi koeksistensi dan sebuah
dialog yang adil dan rasional."

November lalu, Raja Abdullah menciptakan sejarah ketika bertemu dengan
Paus Benedict XVI di Vatikan, dan bulan ini, monarki Sunni tersebut
tampak berdampingan dengan Ayatollah Hashemi Rafsanjani, mantan
presiden Iran yang mayoritas Syiah, sebagai sebuah isyarat simbolis
untuk mendorong kesatuan Muslim.

Langkah-langkah tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari sebuah
adaptasi lebih luas dari para ulama Arab Saudi terhadap kehidupan
modern. Yang pertama dari yang terjadi di Arab Saudi, konferensi
tersebut menyampaikan sebuah pesan penting: dialog antaragama tidak
melanggar prinsip agama mana pun. Malahan, ia dianggap sebagai sebuah
elemen dasar dari Islam. Cuplikan-cuplikan baik dari Al Qur'an dan
sunnah (tradisi-tradisi Nabi Muhammad) dikutip untuk menggarisbawahi
arti pentingnya.

Imam Agung negara tersebut, Abdul Aziz Al-Sheikh, menekankan bahwa
agama mendorong penyesuaian dengan kehidupan modern. "Kita hidup di
zaman komunikasi," katanya. "Untuk menyesuaikan diri terhadapnya
dengan menyelenggarakan dialog dan korespondensi di antara umat
manusia merupakan sebuah kewajiban."

Tidak ada keraguan bahwa komitmen untuk melibatkan diri dalam sebuah
dialog antaragama membutuhkan upaya lebih keras di Arab Saudi, yang
disebabkan oleh komitmennya yang mencurigakan, yang sekarang
kelihatannya telah diatasi kaum ulama Saudi. Hassan Al-Ahdal, direktur
media dan hubungan di Liga Dunia Muslim, mengaitkan keengganan ini
dengan rasa takut bahwa semua akan berakhir dengan munculnya "satu
agama dunia" yang menimbulkan kerugian bagi setiap ajaran agama.

Tetapi konferensi ini telah memperjelas bahwa tujuannya bukanlah untuk
mengkompromikan prinsip-prinsip agama mana pun. "Prioritasnya adalah
untuk menyepakati nilai-nilai bersama tanpa mengurusi urusan-urusan
keagamaan karena hal ini selalu menjadi ladang perselisihan," kata Al-
Ahdal. "Tak satu pihak pun yang akan berhasil mengubah antara (the
other)."

Imam Agung negara bersikap mendukung pembicaraan-pembicaraan
antaragama tersebut, dengan mengatakan bahwa "dakwah" merupakan tujuan
akhir dari keterlibatan dalam dialog. Walaupun dakwah terkadang
digunakan dalam Al Qur'an untuk menyebut khotbah yang bertujuan
mengubah keyakinan seseorang, namun sesungguhnya arti harfiahnya
adalah "undangan", dan dapat digunakan untuk mengundang antara (the
other) untuk memahami Islam.
"Perbedaan antarbangsa bukan hal yang perlu dipertanyakan," katanya
lagi. "Wajar jika orang berbeda dalam perilaku, bahasa, warna, dan
kecerdasan. Al Qur'an mengakui hal tersebut."

Walau tak ada jadwal pasti yang ditetapkan bagi pembicaraan antaragama
Muslim-Kristen-Yahudi, para peserta Muslim minggu lalu telah merancang
sebuah strategi untuk berdialog, dan menyetujui pembentukan badan-
badan untuk mendorong dialog akademis seperti Pusat Internasional bagi
Interaksi Peradaban Raja Abdullah Ibn Abdul Aziz, dan pembentukan
Penghargaan bagi Dialog Peradaban Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Masih belum jelas apakah melalui forum-forumnya Raja Abdullah juga
bertujuan menyelesaikan konflik-konflik politik dalam jangka panjang
atau tidak, tetapi saat ini politik seharusnya disingkirkan dari
agenda.

Prioritas kunci dari dialog ini - untuk mengundang orang-orang dari
semua agama, dan khususnya Yudeo-Kristen di Barat, bergabung dengan
Muslim untuk menilai secara rasional apakah rasa saling curiga dapat
dibenarkan - seharusnya adalah mengangkat harapan, bukannya alis mata.

###

* Asma Hanif adalah wartawan yang bermarkas di Brussels, yang
memusatkan perhatian pada agama dan politik. Artikel ini ditulis untuk
Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.

Sumber: Kantor Berita Common Ground, 20 Juni 2008, www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.

Kembali ke atas

Mempersiapkan Perdamaian di Pakistan
Mehlaqa Samdani

Pittsfield, Massachusetts - Kritik telah dilontarkan terhadap upaya
pemerintah Pakistan untuk menunda pembicaraan dengan kelompok-kelompok
militan. Sementara kekhawatiran tentang pembentukan kembali kelompok
Taliban masih valid, namun kepentingan keamanan jangka panjang Amerika
tidak saja untuk mendukung rencana perdamaian multidimensi yang sedang
dibentuk, tapi juga untuk menahan diri dari kata-kata dan tindakan
yang dapat merusak proses tersebut. Serangan udara yang menewaskan 11
tentara Pakistan di Mohmand Agency merupakan kasus terbaru.

Segera setelah pemilihan umum Februari, pemerintah Pakistan
meluncurkan pembicaraan damai dengan militan di Propinsi Perbatasan
Barat Daya (NWFP) dan Wilayah Kesukuan Federal (FATA). Pada 21 Mei,
pemerintah Perbatasan, dipimpin oleh Partai Nasional Awami (ANP) yang
sekuler, menandatangani perjanjian damai yang komprehensif dengan para
militan yang berasosiasi dengan Tehreek-e-Taliban (TTP) di NWFP.
Pemerintah propinsi menyetujui penggunaan syariah dalam divisi
Malakand NWFP, sementara Taliban setempat bersumpah untuk menghargai
surat perintah negara, menyerahkan militan asing ke pemerintah dan
meninggalkan militansi.

Pada tingkat federal, pembicaraan berlanjut antara pemerintah dan TTP,
dan telah mengarah pada pertukaran tawanan serta re-orientasi posisi
pasukan bersenjata untuk memfasilitasi kembalinya para pengungsi ke
wilayah itu.

Sementara rakyat Pakistan telah menyambut inisiatif damai itu, AS
menunjukkan keberatan. Penting bagi AS untuk mengetahui bahwa
prioritas pemerintah Pakistan pertama-tama adalah membawa perdamaian
dan stabilitas dalam perbatasannya sendiri. Jika kepemimpinan baru
tampak menempatkan kepentingan AS di atas kepentingan negaranya
sendiri, pemerintah baru itu akan mengalami masalah legitimasi yang
sama dengan yang dihadapi Musharraf. Ini akan meremehkan transisi
demokrasi Pakistan, menciptakan ketidakstabilan di dalam negeri dan di
tingkat regional.

Jika negosiasi gagal karena pemberontakan militan, rakyat Pakistan
akan mendukung penggunaan kekuatan, karena semua saluran lainnya
lemah. Ini akan mengarah pada kepemilikan publik yang lebih luas akan
perang melawan terorisme, sesuatu yang diserukan oleh AS.

Pemerintah Pakistan mengetahui bahwa kebutuhan akan strategi regional
untuk mengkonsolidasikan perdamaian rapuh yang dicapai di Pakistan.
Tapi pemerintah Pakistan juga percaya pada pendekatan tambahan. Begitu
telah menciptakan hubungan kerja dengan Taliban setempat, pemerintah
Pakistan dapat berpotensi memfasilitasi pembicaraan antara NATO,
Taliban Afghanistan, dan pemerintahan Afghanistan.

Dalam beberapa bulan belakangan ini, sekutu NATO dan pemerintah
Afghanistan (meskipun ada ancaman Karzai untuk mengejar Taliban
Pakistan di FATA) telah menunjukkan kepenatan perang dan tampaknya
bersedia untuk memoderasi para anggota Taliban. ANP telah mengandalkan
pada elemen-elemen Pakhtoonwali (kode kesukuan) untuk menjangkau para
militan Pashtun dan dapat menerapkan tradisi yang serupa di seluruh
perbatasan. Juga, ANP memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Karzai
dan tahun lalu mensponsori perdamaian regional jirga (pertemuan para
tetua suku) di Kabul.

Jirga yang serupa, kali ini bersama pasukan NATO dan kelompok Taliban
moderat dari kedua sisi perbatasan bisa terbukti sebagai langkah maju
yang efektif.

Jadi bagaimana AS dapat mendukung pembicaraan damai dan juga
melindungi kepentingan keamanannya di wilayah itu?

Pertama, AS harus menahan diri dari menyerang wilayah Pakistan selama
negosiasi perdamaian. Serangan udara baru-baru ini di Mohmand dan
Damadola yang menewaskan masyarakat sipil maupun tentara mengingatkan
rakyat Pakistan akan serangan serupa pada Januari 2006, yang muncul di
puncak perjanjian perdamaian yang akan ditandatangani antara pasukan
pemerintah dan Taliban.

Di Pakistan, serangan-serangan ini tampak sebagai upaya langsung untuk
menyabotase proses perdamaian, menghasilkan seruan balas dendam
terhadap AS dan mengundang serangan balasan di wilayah-wilayah
Pakistan. Tak satu pun dari hasil tersebut merupakan pertanda baik
bagi perdamaian di wilayah itu.

Kedua, AS harus mendorong segera dibukanya kembali pertemuan
koordinasi tingkat tinggi antara Pakistan, NATO, dan Afghanistan -
yang sempat tertunda akibat transisi politik Pakistan dan negosiasi
internal.
Pada saat yang sama, AS harus mendorong pemerintah Pakistan untuk
mengembangkan mekanisme pengawasan bersama dengan Taliban penanda-
tangan perdamaian untuk memastikan kepatuhan. Konsekuensi untuk
pelanggaran juga harus ditentukan.

Selain itu, memperbesar dukungan finansial rencana perdamaian hingga
$4 milyar yang diusulkan oleh pemerintah NWFP akan baik bagi hubungan
Pakistan-AS. Rencana untuk mengurangi militansi di perbatasan dengan
memperluas kekuatan polisi, membuat konferensi perdamaian religius
regional, membentuk dana pedesaan, dan membangkitkan ketenagakerjaan
melalui implementasi proyek infrastruktur.

Akhirnya, AS harus meningkatkan garis komunikasi antara federal
Pakistan dan tim negosiasi propinsi yang kekurangan strategi koheren.
Pemerintah federal telah mengeluarkan sebagian besar pemerintahan
propinsi dari pembicaraan dengan militan dalam FATA. Dengan demikian,
pemerintah propinsi tidak dapat menuntut tanggung jawab para anggota
TTP di Perbatasan jika muncul pelanggaran oleh lawan mereka dalam
daerah kesukuan.

Ini telah mengarahkan seorang petugas untuk mengamati bahwa walaupun
TTP memiliki struktur perintah terpadu di seluruh FATA dan NWFP,
pemerintah tampak terpecah, sehinga memberi kesempatan pada militan.

Ini saat yang kritis bagi Pakistan karena sedang mencari strateginya
sendiri untuk melawan ekstremisme. Daripada meremehkan pendekatan itu,
AS seharusnya menyokong dalam cara yang dapat bermanfaat bagi
kepentingan keamanan jangka panjangnya baik di Pakistan maupun di
wilayah itu.

###

* Mehlaqa Samdani adalah penasihat Proyek Rekonstruksi Pasca-Konflik
(PCR Project) pada Center for Strategic and International Studies di
Washington, DC. Artikel ini didistribusikan oleh Kantor Berita Common
Ground (CGNews) dan bisa diakses di www.commongroundnews.org.

Sumber: Foreign Policy In Focus. 13 Juni 2008, www.fpif.org.
Artikel ini diterbitkan oleh Foreign Policy In Focus (FPIF), sebuah
proyek Institute for Policy Studies (IPS, www.ips-dc.org).
Telah memperoleh hak cipta.

Kembali ke atas

Peradaban Bertemu Secara Online
Faisal Abbas

London - Sementara berkampanye untuk masa jabatan pertamanya sebagai
Presiden AS, Bill Clinton membuat berita utama ketika dia muncul
sebagai bintang tamu di MTV pada 1992 dalam upaya mendapatkan suara
pemuda Amerika.

Kemunculan tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah dalam hubungan
antara politisi dan media.

Dengan teknologi masa kini, Clinton kemungkinan juga akan punya blog
sendiri, halaman Facebook dan saluran YouTube. Penerapan y ang
revolusioner semacam itu membuat Internet menjadi media demokrasi
utama, memungkinkan para pengunjung untuk secara langsung
berkomunikasi dengan para pemimpin tanpa halangan geografis ataupun
waktu.

Ratu Rania dari Yordania, tamu kehormatan pada acara Google Zeitgeist
Conference pada pertengahan Juni di London, meluncurkan saluran
YouTube-nya sendiri (www.youtube.com/queenrania) April lalu.

Upaya YouTube Ratu Rania merupakan usaha sadar untuk meningkatkan
dialog dan pemahaman antara dunia Arab dan Muslim dengan Barat.

"Arab dan Muslim berjuang setiap hari dengan bagaimana cara dunia
melihat kita: Realitas kita, sejarah, dan cara berpikir kita. Kita
harus menghancurkan stereotip ini dan berbicara untuk diri kita
sendiri, sehingga setiap orang memahami siapa kita, dan nilai-nilai
kita," jelas Ratu Rania.

"Dialog merupakan cara terbaik untuk mencapai ini, dan YouTube
membantu perkembangan percakapan tentang toleransi, rasa kasih sayang,
dan pemahaman yang diperlukan. Apa yang saya lihat di YouTube saat ini
merupakan bentuk ideal dari dialog yang diinginkan itu, yang dapat
menghilangkan kecurigaan lama dengan membentuk komunitas baru,"
tambahnya.

Sang Ratu akan menerima pertanyaan-pertanyaan dan komentar di
salurannya, yang saat ini memiliki 5000 pelanggan, sampai Hari Pemuda
Internasional pada 12 Agustus.

Beliau juga menekankan pentingnya berkonsentrasi pada pemuda:
"Generasi YouTUbe, Facebook dan Ikbis fasih dalam mengunggah, membuat
tag, dan pesan instan, dan kita juga harus begitu. Pemuda masa kini
merupakan sumber utama energi dan inovasi di wilayah kita; tidak saja
mereka akan menghilangkan stereotip negatif, tapi mereka akan
menciptakan perusahaan-perusahaan baru, pekerjaan baru, dan kesempatan
baru bagi Yordania, dan dunia Arab."

Berbagai komentator di saluran YouTube sang Ratu telah mengungkapkan
bahasa kasar terhadap Islam dan simbol-simbolnya. Namun, yang lain
telah berusaha untuk mengoreksi ketidaktepatan itu dan menjembatani,
termasuk sang Ratu sendiri, yang telah memasang sejumlah video.

Dalam video baru-baru ini, Ratu Ranis menjawab komentar seorang
pengguna, mengatakan bahwa meski dia tidak terlalu pintar dalam bidang
matematika, tapi orang tidak memerlukan keterampilan semacam itu untuk
mengetahui bahwa persamaan "Arab = Muslim = Teror = Perang" , bahwa
Arab adalah Muslim dan Muslim = Kekerasan" (dikirim oleh seorang
pengguna) tidaklah akurat.

Ratu Rania menyerukan untuk "mendapatkan fakta yang benar" sebelum
membuat asumsi, menjelaskan bahwa: "Dengan setiap baris tulisan dan
video yang dikirimkan, kita berbagi pengalaman dan pengetahuan yang
membongkar halangan dan menyatukan kita."

Yasmina Brihi, Manajer Marketing Google (yang memiliki YouTube) untuk
Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan, "Kami senang melihat
keterlibatan online ini dan sangat ingin mengantisipasi dialog
langsung tentang politik serta isu-isu yang penting bagi orang-orang
di dunia."

"Keterlibatan" ini telah terbukti dalam liputan pemilihan Presiden AS
baru-baru ini. Debat kandidat CNN/YouTube pertama akan dilangsungkan
tahun ini dan menunjukkan potensi signifikan dalam pemanfaatan
gabungan televisi dan internet.

Perdebatan ini memungkinkan para pemilih potensial untuk mengirimkan
pertanyaan mereka dan berkomentar secara langsung kepada kandidat.
Banyak pertanyaan yang ditayangkan dan dijawab langsung oleh para
kandidat.

Wakil direktur senior CNN dan kepala biro Washington, David Bohrman,
mengatakan bahwa perdebatan itu "benar-benar berhasil," dan, "CNN akan
melanjutkan bereksperimen dengan teknologi-teknologi baru untuk
konvensi politik dan Malam Pemilihan 2008 mendatang."

Brihi menjelaskan bahwa YouTube "membantu para pemilih menjadi bagian
dari perdebatan politik dengan cara-cara yang tidak mungkin sebelum
munculnya video online. Orang dapat mengungkapkan pandangan mereka
kepada orang-orang yang berkuasa, melontarkan pertanyaan dan didengar,
sementara mereka yang di kantor dapat menggunakan video instan untuk
menyorot prioritas mereka dan terhubung dengan orang-orang yang
terkait dengan isu-isu yang paling penting bagi mereka."

###

* Faisal Abbas adalah editor media di Asharq al-Awsat. Artikel pendek
ini didistribusikan oleh Common Ground News Service (CGNews) dan bisa
diakses di www.commongroundnews.org. Teks lengkapnya bisa didapatkan
di www.asharqalawsat.com.

Sumber: Asharq al-Awsat, 9 Juni 2008, www.asharqalawsat.com
Ijin penerbitan kembali telah diberikan kepada Common Ground News
Service. Untuk ijin penerbitan tambahan silakan hubungi penerbit
aslinya.

Kembali ke atas


Tentang CGNews
Kantor Berita Common Ground menyediakan berita, opini-editorial, fitur
dan analisis tentang berbagai isu yang mempengaruhi hubungan Arab-
Israel & Muslim-Barat. CGNews mempersindikatkan artikel-artikel yang
konstruktif, memberikan harapan, mendorong dialog dan saling
pengertian, kepada saluran-saluran berita seluruh dunia.Baca terbitan-
terbitan lawas kami.

Komentar? Silakan mengirim email ke cgnews@sfcg.org. Ingin
mengirimkan artikel?
Kami menyambut sumbangan artikel dari para ahli lokal dan
internasional yang ingin memberikan pandangan-pandangan membangun dan
analisis tentang berbagai isu yang mempengaruhi hubungan Arab-Israel &
Muslim-Barat.

Jika Anda ingin menyumbangkan artikel, silakan mengirim artikel secara
online.. Ingin mencetak ulang artikel?
Kecuali jika ada pernyataan khusus, artikel-artikel yang ada telah
memperoleh hak cipta dan boleh dicetak ulang oleh saluran-saluran atau
penerbitan berita. Tolong sebutkan sumber asli maupun Kantor Berita
Common Ground. Pandangan-pandangan yang diutarakan dalam artikel-
artikel ini merupakan pendapat pribadi para penulisnya, bukan CGNews
atau afiliasinya.

Kami menghargai waktu dan keleluasaan pribadi Anda. Anda menerima
email ini di %%emailaddr%%.
Kunjungi web kami untuk berhenti berlangganan.

Kantor Berita Common Ground bermarkas besar di 1601 Connecticut
Avenue, NW Suite 200 Washington, DC 20009 USA. Kunjungi kami di
webhttp://www.commongroundnews.org.

Kirim ke teman | Lihat sebagai halaman web | Hubungi kami |
(c)2008 Kantor Berita Common Ground

Layanan ini merupakan prakarsa nirlaba Search for Common Ground,
sebuah lembaga swadaya masyarakat (NGO), yang bermarkas di Washington
dan Brussels, yang misinya adalah untuk mengubah cara dunia menangani
konflik - menjauhi konfrontasi penuh permusuhan menuju penyelesaian
dengan kerja sama.