Tuesday, August 31, 2010

[Berpikir Bebas 856] Rokok Bisa Perpendek Penis

Rokok Bisa Perpendek Penis
Lifestyle + / Senin, 30 Agustus 2010 13:52 WIB

Rokok tak hanya menjadi penyebab penyakit jantung, gangguan hati, stroke dan kanker paru-paru, namun juga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi hingga memperpendek ukuran penis. Nah.

Temuan ini berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan oleh peneliti dari Boston University School of Medicine terhadap 200 partisipan pria perokok. Dari hasil penelitian, rata-rata perokok mengalami pemendekan penis sebesar 1 cm.

"Ini merupakan penelitian terbesar yang pernah ada tentang rokok yang terkait dengan sensitivitas seks," ujar Dr Pedram Salimpour, salah seorang peneliti, seperti dilansir dari Guardian, Jumat (27/8).

Menurut Dr Salimpour, pengaruh negatif rokok pada penis sama halnya dengan pengaruh rokok pada hati. Ini merupakan kerusakan pembuluh darah, yang membuat aliran darah terhambat.

Semua ini dipengaruhi efek elastin, yaitu protein jaringan ikat yang elastis dan memungkinkan jaringan dalam tubuh untuk kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan atau kontraksi. Dalam hal ini, elastin mempengaruhi kemampuan ereksi penis.

Dr Salimpour menjelaskan, elastin seperti karet yang bisa meregang. Inilah yang terjadi pada penis sebagai akibat adanya peningkatan aliran darah.

Merokok dapat merusak kemampuan tubuh untuk melakukan hal tersebut, sehingga bisa mempengaruhi ukuran penis dan kemampuan ereksi. Tapi peneliti belum bisa menentukan berapa banyak rokok yang bisa merusak elastin dan memperpendek ukuran penis.

"Hal ini masih memerlukan studi lebih lanjut, tapi tampaknya bahaya rokok lebih rentan terhadap penis ketimbang hati," jelas Dr Salimpour.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena pembuluh darah yang ada di penis jauh lebih kecil daripada pembuluh darah di hati. Pembuluh darah yang ada di hati berukuran 1,5 mm, sedangkan pembuluh darah penis 1 mm lebih kecil atau tepatnya berukuran 0,5 mm.

Tak hanya perokok aktif, Dr Salimpour juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa hal yang sama juga bisa terjadi pada para perokok pasif. Tapi hal tersebut masih membutuhkan studi lebih lanjut.  (go4/ICH)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/08/30/27555/Rokok-Bisa-Perpendek-Penis






Salam Apresiatif dan Selamat Berkarya
  
Trainer, Facilitator, Reiki Healer
Dinamika Lintasnusa Initiative

mobile phone : 0888 321 8199 / 0813 28 199001 / 0881 181 2153 / 0897 588 3939
email : stpweb@gmail.com, stpweb@live.com, stpweb@ymail.com
Facebook:    http://www.facebook.com/stpweb
Linkedin: http://www.linkedin.com/pub/sapto-tanoyo-poedjanarto/11/7ab/142

Instant Messenger :
Yahoo ID : s_t_poedjanarto /stpweb@ymail.comMSN/windowslive : stpweb@live.com
Google Talk : stpweb@gmail.comICQ : 390021249 , Jabber : stpweb@jabber.org
AIM : stpweb ,Skype : stpweb.skype


Website & Group Community :

Monday, August 23, 2010

[Berpikir Bebas 855] NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA

NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA

Oleh : Subhan Hassannoesi
Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majelis Muslim Papua ( MMP )


Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah "JFK, Indonesia , CIA and Freeport ."

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN , bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar.. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia , kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport .

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia . Selain kaitannya dengan Freeport , Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia . Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.
http://berita. liputan6. com/progsus/ 200209/41945/ class=%27vidico% 27

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jenderal Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport ?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia . Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport . Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport !. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia , maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia .

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik "Jim Bob" Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.

Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul "Grasberg" setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!

Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.
 


-=======================================-

meski bukan fakta baru , tetapi artikel ini cukup menarik
bagaimana menurut anda?
memprihatinkan ya
benar - benar ternyata mereka menjual tanah air

Friday, August 20, 2010

[Berpikir Bebas 854] REDOMINASI KEJUJURAN - Kaisar dan Bibit Kejujuran

Ini adalah salah satu kisah inspirasional tentang integritas (kejujuran)

Pernah ada seorang kaisar di Timur Jauh yang sudah tua dan tahu sudah datang waktunya untuk memilih penggantinya.
Ia tidak memilih dari salah seorang asistennya atau salah satu dari anak-anaknya sendiri,
tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.

Ia memanggil semua pemuda di dalam kerajaan bersama-sama dalam satu hari.
Dia berkata, "Ini telah datang waktunya bagi saya untuk turun dan memilih kaisar berikutnya.
Saya telah memutuskan untuk memilih salah satu dari kalian."

Anak-anak terkejut! Tetapi, sang kaisar melanjutkan.
"Aku akan memberikan masing-masing dari kalian sebuah biji hari ini. Satu benih.
Ini adalah benih yang sangat istimewa.

Aku ingin kau pulang, menanam benih, disiram dan kembali ke sini satu tahun dari hari ini dengan apa yang Anda telah tumbuhkan dari satu biji ini. Aku akan menilai tanaman yang Anda berikan untuk saya, dan yang terbaik saya pilih dan akan menjadi kaisar kerajaan berikutnya! "

Ada seorang anak laki-laki yang bernama Ling berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lain, menerima benih.
Ia pulang ke rumah dan kepada ibunya dengan penuh semangat menceritakan keseluruhan cerita.
Dia membantunya mendapatkan panci dan tanah penyemaian, lalu ia menanam benih dan menyiramny dengan hati-hati.
Setiap hari ia menyirami itu dan memeriksa untuk melihat apakah benih itu telah tumbuh.

Setelah sekitar tiga minggu, beberapa pemuda lainnya mulai berbicara tentang bibit dan tanaman yang sudah mulai tumbuh.
Ling terus pulang dan memeriksa benihnya, tapi tidak pernah tumbuh.
Tiga minggu, empat minggu, lima minggu berlalu. Masih belum apa-apa.
Setiap saat orang lain selalu membicarakan tanaman mereka, namun Ling tidak punya tanaman, dan ia merasa gagal.

Enam bulan berlalu, masih yang ada hanya pot.
Dia hanya tahu bahwa ia telah membunuh benih.
Orang lain pohon-pohon dan tanamannya tinggi, tapi dia tidak punya apa-apa.

Ling tidak berkata apa-apa kepada teman-temannya, namun. Dia hanya terus menunggu benih untuk tumbuh.
Setahun akhirnya berlalu dan semua pemuda dari kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa.
Ling mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan membawa pot kosong.
Tapi ibu dia mendorongnya untuk pergi, dan untuk membawa pot itu, dan harus jujur tentang apa yang terjadi.
Ling merasa malu, tapi ia tahu ibunya benar. Ia membawa potnya yang kosong ke istana.

Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai jenis tanaman tumbuh milik seluruh pemuda lain.
Semua tanaman indah, dalam segala bentuk dan ukuran.
Ling menaruh potnya yang kosong di lantai dan banyak pemuda lain menertawakannya.
Beberapa pemuda menyindir kepadanya dan berkata, "Hei coba lihat ,bagus."

Ketika kaisar tiba, ia mengamati ruangan dan menyapa orang-orang muda.
Ling hanya mencoba untuk bersembunyi di belakang.
"Wah, tanamannya sudah besar, pohon-pohon dan bunga Anda telah tumbuh," kata sang kaisar.
"Hari ini, salah satu dari kalian akan ditunjuk kaisar berikutnya!"

Tiba-tiba, sang kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong.
Ia memerintahkan para penjaga untuk membawanya ke depan.
Ling ketakutan. "Kaisar tahu aku gagal! Mungkin dia akan membunuhku!"
Ketika Ling sampai di depan, Kaisar menanyakan namanya. "Nama saya Ling," jawabnya.
Semua anak-anak tertawa dan mengolok-oloknya.

Kaisar meminta semua orang tenang.
Ia menatap Ling, dan kemudian mengumumkan kepada orang banyak,
"Lihatlah kaisar baru Anda! Namanya adalah Ling!"

Ling tak mempercayainya.
Ling tidak bisa menumbuhkan benihnya. Bagaimana ia bisa menjadi kaisar baru?

Kemudian kaisar berkata, "Satu tahun yang lalu dari hari ini, aku memberi semua orang di sini sebuah benih.
Aku bilang Anda untuk mengambil benih, tanaman itu, menyirami, dan membawanya kembali kepadaku hari ini.
Tapi aku memberi kalian semua benih yang telah direbus dan tidak akan tumbuh.
Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa saya tanaman dan pohon-pohon dan bunga.
Bila Anda menemukan bahwa benih tidak akan tumbuh, Anda menggantinya dengan benih lain yang kuberikan padamu.
Ling adalah satu-satunya dengan keberanian dan kejujuran untuk membawakan pot dengan benih yang saya berikan.
Oleh karena itu, ia adalah orang yang akan menjadi kaisar baru! "


 ============================================

Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010).
Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi,
Idea Press, Yogyakarta. Hal. 159-161. ISBN 978-6028-686-402.



Salam Apresiatif dan Selamat Berkarya
  
Trainer, Facilitator, Reiki Healer
Dinamika Lintasnusa Initiative

mobile phone : 0888 321 8199 / 0813 28 199001 / 0881 181 2153 / 0897 588 3939
email : stpweb@gmail.com, stpweb@live.com, stpweb@ymail.com
Facebook:    http://www.facebook.com/stpweb
Linkedin: http://www.linkedin.com/pub/sapto-tanoyo-poedjanarto/11/7ab/142

Instant Messenger :
Yahoo ID : s_t_poedjanarto /stpweb@ymail.comMSN/windowslive : stpweb@live.com
Google Talk : stpweb@gmail.comICQ : 390021249 , Jabber : stpweb@jabber.org
AIM : stpweb ,Skype : stpweb.skype


Website & Group Community :


Tuesday, August 17, 2010

Re: [Berpikir Bebas 853] ARIEL SEKTOR RIIL | Grig Rasp's Facebook Note

saya berfikiran sama dengan bung Farhan. Beberapa pertimbangan kenapa beli di pemain besar:
  1. malas tawar-menawar; kadang pedagang kasih harga ngga kira-kira, tas harga 400.000 bisa deal di harga 125.000.
  2. pedagang dadakan tidak perlu menjaga image, yang penting bisa meraup untung tanpa pusing-pusing menjaga image. Pedagang besar wajib menjaga image.
  3. Purna Jual; sudah jelas pedagang besar menjaga purna jual.
  4. Kesopanan; di pedagang kecil, kita tidak bisa komplain kalau pelayannya tidak sopan.
  5. Saya pribadi kalau beli di kakilima karena iseng aja. Dapet barang bagus sukur, engga ya udah.
memang sangat ironis, sudah kecil semakin tidak laku. Tapi inilah konsekuensi 'pasar bebas'

2010/8/18 farhan s <farhan386@gmail.com>
>>harga barang di hypermarket lebih pasti (gak pake nawar) dibanding pasar tradisional,

saya pikir ini jadi lingkaran setan...tidak jarang para pedagang kecil
menjual dengan overprice, jauh diatas harga asalnya. Orang yang tahu
harga sudah pasti menawar sesuai dengan harga wajarnya, namun orang
yang tidak tahu hanya bisa menjadi mangsa.

Mungkin karena sebagian pedagang ini beranggapan, tidak akan bisa
bertahan dengan harga normal karena pembelinya sedikit. Berbeda dengan
hypermarket yang pembelinya berduyun-duyun sehingga bisa meraup
keuntungan hanya dari margin yang kecil per itemnya

Akhirnya masyarakat ogah beli di pedagang tradisional karena takut
"dihajar" karena tidak tahu harga. Konsumen pasar tradisional menjadi
berkurang, dan seterusnya...

...del...

--
// syarifl.com

Re: [Berpikir Bebas 852] ARIEL SEKTOR RIIL | Grig Rasp's Facebook Note

>>harga barang di hypermarket lebih pasti (gak pake nawar) dibanding pasar tradisional,

saya pikir ini jadi lingkaran setan...tidak jarang para pedagang kecil
menjual dengan overprice, jauh diatas harga asalnya. Orang yang tahu
harga sudah pasti menawar sesuai dengan harga wajarnya, namun orang
yang tidak tahu hanya bisa menjadi mangsa.

Mungkin karena sebagian pedagang ini beranggapan, tidak akan bisa
bertahan dengan harga normal karena pembelinya sedikit. Berbeda dengan
hypermarket yang pembelinya berduyun-duyun sehingga bisa meraup
keuntungan hanya dari margin yang kecil per itemnya

Akhirnya masyarakat ogah beli di pedagang tradisional karena takut
"dihajar" karena tidak tahu harga. Konsumen pasar tradisional menjadi
berkurang, dan seterusnya...

On 8/17/10, Sapto T Poedjanarto <stpweb@gmail.com> wrote:
> ARIEL SEKTOR-RIIL
> <http://www.facebook.com/notes/grig-rasp/ariel-sektor-riil/421080259020#>
> oleh Grig Rasp <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905> pada
> 16 Agustus 2010 jam 2:50
>
> *(membahasnya secara sederhana dan tanpa data)*
>
> Coba perhatikan beberapa contoh kejadian "sepele" berikut ini ;
>
> 1. Selama bulan Ramadhan ini, coba perhatikan tiap sebelum waktunyabuka
> puasa di beberapa pusat keramaian yang "merakyat" (alun-alun kota, taman
> kota, komplek perumahan dll – kecuali mall,plaza dll -). Kemungkinan besar
> kita akan mendapatkan pemandangan yang sama,yaitu ;
>
> "banyak masyarakat dari berbagai macam lapisan sosial dan usia berkumpul
> menunggu saatnya berbuka, dan di sekitar itu pula *banyak pedagang kecil
> yang meraup rejeki dengan berjualan berbagai macam jajanan rakyat*."
>
> 2. Setiap minggu pagi di beberapa tempat yang sama seperti di atas
> (alun-alun kota, taman kota, komplek perumahan dll). Kemungkinan besar kita
> akan mendapatkan pemandangan yang sama, yaitu ;
>
> "banyak masyarakat dari berbagai macam lapisan sosial dan usia berkumpul
> sambil olahraga atau sekedar cuma jalan-jalan, dan di sekitar itu pula
> *banyak
> pedagang kecil yang meraup rejeki dengan berjualan berbagai macam jajanan
> rakyat + biasanya ada pasar tumpah yang menjual berbagai macam barang kecil
> yang gak penting*"
>
> 3. Setiap ada event (konser musik, pertandingan olahraga, kampanye bahkan
> demonstrasi sekalipun – *yang berjalan dengan tertib dan tanpa
> kerusuhan*-). Kemungkinan besar kita akan mendapatkan pemandangan yang
> sama, yaitu ;
>
> "banyak masyarakat dari berbagai macam lapisan sosial dan usia berkumpul
> sambil menonton ataupun menjadi pelaku aktif (peserta kegiatan), dan di
> sekitar itu pula *banyak pedagang kecil yang meraup rejeki dengan berjualan
> berbagaimacam jajanan rakyat + kaos-kaos murah & pernak-pernik lain yang ada
> hubungannya dengan event yang sedang diselenggarakan dll*"
>
> 4. Terakhir,, beberapa hari menjelang Iedul Fitri & hari Raya lainnya,
> rasanya kita semua sepakat kalo waktu itu *banyak pedagang *(makanan, bahan
> masakan dan pakaian) *di pasar-pasar tradisional* yang "mendadak kaya
> sesaat" akibat *omzet meningkat pesat* (dibanding hari-hari biasa).
>
>
>
> *# Dalam persepsi ane ;*
>
> * Para pedagang kecil di point 1 s/d 4 itu adalah salah satu contoh pelaku
> usaha di sektor riil,
>
> * Keramaian yang terjadi di point 1 s/d 4 itu adalah contoh nyata sedang
> bergeraknya ekonomi sektor riil,
>
> * Lonjakan omzet akibat kejadian di point 1 s/d 4 itu adalah bukti nyata
> menguatnya sektor riil (walau hanya sesaat).
>
>
>
> *# Pertanyaan ane ;*
>
> * "Kenapa kondisi itu (menguatnya kegiatan ekonomi sektor riil / pedagang
> kecil) tidak terjadi / tidak bertahan dalam kondisi normal (diluar bulan
> Ramadhan / tidak ada event dll) ?"
>
> * "Bagaimanakah "nasib" para pedagang kecil itu di dalam kondisi normal
> (tidak ada KLB) ? bagaimanakah cara mereka survive / bertahan hidup ?".
> entahlah, ane gak sejauh itu membayangkan (apalagi sampe ikut memikirkan)
> betapa susahnya mereka menjalani hidupnya sehari2.
>
> * "Apakah karena dalam kondisi normal para konsumen di point 1 s/d 4 itu
> pada gak punya duit semua ?". Pertanyaan yang terlalu bodoh untuk dijawab:D.
>
>
>
> *# Kemungkinannya (dalam kondisi normal – gak ada event) ;*
>
> * para konsumen di point 1 lebih banyak jajan di tempat2 ; foo court,resto,
> fast food, pujasera dll,
>
> * para konsumen di point 2 lebih banyak belanja di ; outlet,
> mall,hypermarket dll,
>
> * para konsumen di point 3 lebih banyak belanja di ; toko ber-merk,plaza
> dll,
>
> * para konsumen di point 4 lebih banyak belanja di ; pasar modern dll.
>
>
>
> *# Karakter konsumen di point 1 s/d 4 ;*
>
> * "Apakah mereka orang kaya semua ?" ane malah berpikir
> sebaliknya,orang-orang kaya / superkaya malah mungkin gak punya waktu buat
> memikirkan kebutuhan primernya, karena mereka pasti udah punya "petugas" yg
> mengurusi hal itu.
>
> * Justru kebanyakan mereka (contohnya ane sendiri) adalah juga kalangan
> menengah ke bawah yang "hanya" karyawan biasa (level staff) yang tiap
> bulannya menerima gaji dari perusahaannya.
>
> * "berapakah total kekuatan daya beli mereka (karyawan biasa) itu ?".gak
> tau dan juga gak berusaha nyari tau, tapi ambil gampangnya aja, misal
> ditotal se-Indonesia jumlah gaji yang diterima "para karyawan biasa" itu
> mencapai Rp. 1.200 Triliun / tahun (asumsi ; 50 juta Rakyat Indonesia @gaji
> 2juta / bulan)
>
> * jika aja dari Rp. 1.200 Triliun itu 70% nya digunakan untuk konsumsi (30%
> ; investasi + saving), maka didapat angka Rp. 840 Triliun / tahun.
>
> * (berkhayal) jika Rp. 840Triliun / tahun konsumsi itu 70%-nya dilakukan
> kpd pelaku sektor riil (pedagang kecil, dll) maka akan didapat angka Rp. 588
> Triliun / tahun "modal" untuk menggerakkan sektor riil (hanya pedagang).
>
> * (masih berkhayal) efek lanjutannya, jika pedagang kecil itu membeli
> barangnya dari supplier / produsen2 lokal juga (petani / home industri dll),
> maka perlahan tapi pasti kemandirian ekonomi Indonesia akan terwujud.
>
> (ane pernah baca kalo faktor utama pemicu perekonomian Jepang / China /
> India itu adalah kecintaan Masyarakatnya sendiri thd *PRODUK LOKAL !!!*).
>
>
>
> *# Produsen / pedagang BESAR VS kecil.*
>
> Ane pikir penyebab utama kekalahan telak yg diderita oleh produsen /
> pedagang kecil dari yang besar adalah karena faktor "kenyamanan" yang
> ditawarkan. Ambil contoh pasar tradisioal VS hypermarket ;
>
> * barang yg dipajang di hypermarket "lebih cantik" dibanding yg terpajang di
> pasar tradisional,
>
> * suasana di hypermarket lebih kondusif (bersih, wangi) dibanding pasar
> tradisional (becek, agak bau gak sedap),
>
> * pelayan di hypermarket lebih "enak diliat" dibanding di pasar tradisional.
> Bandingkan sendiri SPG vs .....
>
> * harga barang di hypermarket lebih pasti (gak pake nawar) dibanding pasar
> tradisional,
>
> * dan banyak lagi keunggulan2 lainnya.
>
>
>
> *# Konsumen BESAR VS kecil.*
>
> * Orang kaya / superkaya. Mereka ini gak perlu dibahas, sampe kapanpun
> jarang ada ceritanya orang kaya superkaya yang belanja sendiri memenuhi
> kebutuhan pokoknya. Kalopun ada orang kaya / superkaya / penting "turun
> langsung" ke pasar tradisional, bisa dipastikan gak lama kemudian di daerah
> itu diadakan pemilihan ... (alias saat itu sedang dalam masa kampanye :P)
>
> * Kalangan menengah ke bawah. Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan
> oleh produsen / pedagang BESAR di atas, rasanya 80 - 90% dari golongan ini
> pun sepakat untuk TIDAK memprioritaskan belanja ke pasar tradisional :P.
>
> * Hitung sendiri, berapa banyak orang2 yang sudi untuk memilih berbelanja
> ke pasar tradisional / pedagang kecil / SEKTOR RIIL.
>
>
>
> *# Rumour yang berkembang.*
>
> "(sorry to say) suatu saat nanti mayoritas Rakyat Indonesia hanya akan
> menjadi buruh / pekerja rendahan di Negaranya sendiri.". ane pikir hal itu
> bukanlah rumour yg terlalu berlebihan jika mengingat pola konsumsi mayoritas
> Masyarakat Indonesia sendiri. Berikut ini beberapa kejadian sepele yang
> pernah ane tangkap basah ;
>
> * Beberapa tahun lalu ada satu toko kelontong yang lumayan besar dideket
> rumah ane, selama bertahun-tahun, toko kelontong itu bisa dibilang supplier
> utama kebutuhan pokok Masyarakat di lingkungan itu. sampe suatu saat
> beberapa ratus meter dari tempat itu berdiri sebuah supermarket. Ironisnya,
> dua anak dari si pemilik kelontong itu memilih bekerja menjadi pelayan di
> supermarket (memilih menjadi bagian dari"saingan" Bapaknya sendiri). Hanya
> butuh waktu setahun untuk menjadikan toko kelontong itu "sukses" ; from hero
> tozero / mengibarkan bendera putih.
>
> * Mudik beberapa tahun lalu ane pulang ke kampung. Kampung tempat leluhur
> ane itu memang lumayan agak ndeso. Kebetulan waktu itu baru aja berdiri
> sebuah supermarket. Ketika ane lewat di depan supermarket baru itu,
> mayoritas yang belanja disana adalah orang2 dari kalangan (maaf menilai
> manusia lain) sosial yang jauh dari sebutan orang mampu. Maksud ane adalah ;
> banyak dari mereka yang daya belinya sedikit pun gak sungkan untuk
> "memperkuat" ekonomi pedagang besar dibanding mempertahankan solidaritas
> sesama orang kecil. Dan yang paling ane inget ketika ane iseng beli rokok di
> kios rokok kecil gak jauh dari supermarket itu, ekspresi pemilik kios rokok
> itu terlihat agak kaget sedikit (mungkin pikirnya ; "aneh ada orang yg lebih
> memilih belanja disini (bersama konsumen lain ; abang becak / ojek dll)
> dibanding di supermarket yg letaknya gak terlalu jauh itu.
>
>
>
> *# Kesimpulannya.*
>
> * kadang tanpa sadar, kita sendiri yang secara aktif "mempercepat
> kematian"para pengusaha sektor riil itu, di lain sisi, kita selalu berteriak
> menuntut "Pemerintah setempat tidak berpihak pada sektor riil, buktinya ;
> bla.. bla..)
>
> * akan jadi percuma jika kita hanya menuntut regulator untuk menolak
> perdagangan bebas / modal besar / asing tapi kita sendiri GAK PERNAH
> membantu "mempromosikan" berkembangnya sektor riil itu sendiri.
>
> * mungkin sebagian berpikir yang terbaik itu "menyuarakan" boikot produk
> asing, tapi di saat yang sama mereka juga secara aktif mengkonsumsi produk
> yg katanya mereka "musuhi" itu.
>
> * Ada baiknya jika kita mulai mendisiplinkan diri dan lingkungan terdekat
> (keluarga dll) untuk ikut secara aktif memperkuat SEKTOR RIIL secara riil :)
>
>
>
> **** Cerita Lain ****
>
>
>
> *KISAH SESENDOK MADU*
>
> *http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/10/01/kisah-sesendok-madu/*
>
>
>
> Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warga
> kotanya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah
> ditetapkan membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang
> telah disediakan di puncak bukit di tengah kota.
>
> Seluruh warga kota memahami benar perintah tersebut dan menyatakan
> kesediaan mereka untuk melaksanakannya.Tetapi, dalam pikiran seorang warga
> kota terlintas cara untuk mengelak perintah tersebut. "Aku akan membawa
> sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air.Kegelapan malam akan
> melindungiku dari pandangan mata orang lain. Sesendok air tidak akan
> mempengaruhi isi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota."
>
> Tibalah waktu yang ditetapkan. Apa kemudian yang terjadi? Bejana itu
> ternyata seluruhnya berisi penuh dengan air! Rupanya seluruh warga kota
> berpikiran sama dengan si Fulan. Mereka mengharapkan warga kota yang lain
> membawa madu sambil membebaskan diri dari tanggung jawab.
>
> Kisah simbolik ini sering terjadi dalam berbagai kehidupan masyarakat.
> Idealnya memang bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai
> dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian melibatkan pengikut-pengikutnya.
>
> *Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah
> disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang
> mengikutiku (QS Yuusuf; 12:108)*
>
> *Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada
> dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin
> (pengikut-pengikutmu) (QS AnNisaa'; 4:84)*
>
> Perhatikanlah kata-kata : "tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu
> sendiri". Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : "*Mulailah dari dirimu
> sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu*" Setiap orang menurut Beliau
> adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Berarti setiap
> orang harus harus tampil terlebih dulu. Sikap mental yang seperti ini akan
> menyebabkan bejana sang raja akan penuh dengan madu, bukan air, apalagi
> racun.
>
>
>
> **** End ****
>
>
>
> *@ Kebangkitan Ekonomi Indonesia: "You may say I'm a dreamer, but I'm not
> the only one :)"*
> Bagikan<http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&appid=2347471856&p[]=100000552210905&p[]=421080259020>
>
> -
> - Adzanta Bilhaq <http://www.facebook.com/adzanta>, Sp
> Jati<http://www.facebook.com/spjati.sutopopatriajati>dan 11
> orang
> lainnya<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=LikeManager&node_id=421080259020&width=350>menyukai
> ini.
> -
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1445700897>
> Sy Salam <http://www.facebook.com/profile.php?id=1445700897> i hope
> someday u join us........
> 20 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Grig Rasp
> <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>mudah2an
> memang selama ini tujuan utama kita sama Gan, hanya persepsi aja
> yang (mungkin) berbeda :)
> 20 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1445700897>
> Sy Salam <http://www.facebook.com/profile.php?id=1445700897> jlnya yg
> berbeda bang krn apa yg ane baca kyaknya beda dg yg abang baca....
> 20 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Grig Rasp
> <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>itulah kenapa
> ane suka berusaha mengingatkan tentang kepentingan bersama (yg
> harus kita bela) dan juga musuh bersama (yang harus kita perangi).
>
> btw ane jarang bgt baca literature Bro,, lebih sering pake hati dan
> logika aja :)
> 20 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1445700897>
> Sy Salam <http://www.facebook.com/profile.php?id=1445700897>sebenarnya
> ane membela diri sendiri bang.....krn ane org miskin maka ane
> melakukan perlawanan thd kebijakan2 yg semakin memperparah kemiskinan.
> 20 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/sandycabe>
> Sandy CeKa <http://www.facebook.com/sandycabe> Thanks,gan. Note-nya
> ngingatin ane utk dgn riil membantu menggerakkan sektor riil.
> 20 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1296223140>
> Yanti Galib Indra
> <http://www.facebook.com/profile.php?id=1296223140>tq pak,terlalu
> banget,berteriak sndiri tp melakukan sndiri.......
> 18 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1625810374>
> Ilham Wira Putra
> <http://www.facebook.com/profile.php?id=1625810374>Agak merasa
> tersindir nih. But,trims udah ngingetin... Mulai besok aku beli
> rokok eceran aja deh biar sektor riil bisa berjalan. Hahaha
> 17 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1305561921>
> Aam St Iskandar
> <http://www.facebook.com/profile.php?id=1305561921>Tetap good job
> grig... Tosiah awal ramadhan ..sex kotor ariel (sextor
> riel)..
> 17 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/spjati.sutopopatriajati>
> Sp Jati <http://www.facebook.com/spjati.sutopopatriajati>
> Mas Grig bisa nggak hypermarket dibendung? Jk gak mungkin, bisa nggak
> supplier-nya di"rebut" oleh produk lokal/nasional? Saya jd inget pasar
> klewer Solo, Bringharjo Jogja disana seorang pedagang batik bisa
> beromzet
> aduhai apalagi stlh booming batik spt skrg krn ada "anjuran/paksaan"
> dr pemerintah utk mengganti seragam PNS menjadi batik .. Apa
> bisa utk produk
> lokal lain utk model mobilisasi spt ini? Kalau bisa, tentu akan lebih
> cpt
> menggerakkan sektor riil ya ..shg tdk perlu hanya bersenandung
> "imagine" si
> John Lennon :)
> 15 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000507579797>
> Kania Dewi <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000507579797>
> dr dulu sy gak pernah setuju yg namanya boikot ini itu. Kl kita mau
> bersaing ya hrs mau melakukan sesuatu yg beda. Di komplek sy ada 1
> minimarket & toko kelontong, lokasinya persis saling berhadapan .
> Dua2nya
> sama2 jalan. Kenapa itu toko ke...Lihat Selengkapnya
> 15 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/cdewidp>
> Candra Dewi <http://www.facebook.com/cdewidp>
> Kayaknya untuk menggerakkan sektor riel, bs juga dg membuat event2
> rakyat. Contohnya klo di semarang, tiap sabtu malam sampai
> minggu siang di
> bunderan simpang 5 (pusatnya kota smg)ada pasar kaget, semua yg
> jualan full
> pedagang kecil, tempat...Lihat Selengkapnya
> 14 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/adzanta>
> Adzanta Bilhaq <http://www.facebook.com/adzanta>
> sejarah daya dukung alam meninabobokkan Bangsa Indonesia, cerita
> kekayaan alam yg melimpah ruah dan"cerita kolam susu" "kail dan
> jala cukup
> menghidupimu" membuat lupa kita akan realitas dunia sudah
> berubah. Yang bisa
> bertahan adalah yg puny...Lihat Selengkapnya
> 14 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/cdewidp>
> Candra Dewi <http://www.facebook.com/cdewidp> ‎@pak adzanta: trus gmn
> cara mengembangkan wirausaha modern itu? Yg terpikir dibenak
> saya skrg adl
> usaha scr online. Begitu kira2 wirausaha modern itu. Trus pesan antar.
> 12 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1328362073>
> Al Gasstot <http://www.facebook.com/profile.php?id=1328362073> ‎@CD;
> usaha modern yang penting adalah reliability-nya. seperti kata
> mas Adzanta;
> jangan musiman. semuanya bisa kok dihandle dengan cara modern,
> persoalannya
> adalah, itu butuh proses and waktu yang gak bentar. orang kita
> terlanjur
> senang dengan segala hal yang berbau instant. butuh waktu dan
> kemauan keras
> buat merubah pola pikir instant itu. mungkin, kita bisa mulai dari
> kita
> sendiri...
> 12 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/cdewidp>
> Candra Dewi <http://www.facebook.com/cdewidp> ‎@mas gasstot: sampai
> skrg ane msh blm jelas gimana realisasinya. Bs tlg dijelasin ke
> ane? Plg gak
> kan mulai dari diri ane sendiri kan?
> 12 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1328362073>
> Al Gasstot <http://www.facebook.com/profile.php?id=1328362073>
> heheh:D, gak terlalu faham secara persis sih, dan ini explanation
> versi ane, entah kalo menurut yang expert. menurutku, bikin
> usaha modern itu
> mestinya yang bisa continue. kita mesti mikir long forward. artinya,
> akan
> sangat percuma (menurut...Lihat Selengkapnya
> 11 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1328362073>
> Al Gasstot <http://www.facebook.com/profile.php?id=1328362073> ‎@CD:
> nyambung diatas; kalo untuk contoh konkret usaha, mesti dilihat
> perlokasi.
> bisa jadi, yang survive di Semarang beda ama yang survive di Jogja.
> yang
> terpenting adlah; menghilangkan mindset meraup keuntungan musiman
> seperti
> dalam note-nya Bang Grig diatas. karena, bagaimanapun, musiman itu
> tetep
> tidak bisa diandalkan.
> 11 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/cdewidp>
> Candra Dewi <http://www.facebook.com/cdewidp> ‎@mas gastot: thanks
> penjelasannya, cm emang rada susah sih nyari usaha yg kira2 bs
> tahan lama.
> Jg itu butuh keuletan pastinya. Ada yg bs menambahkan lagi
> penjelasannya?
> 11 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Grig Rasp <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> ‎@ All :
>
> * maaf lupa bilang kalo notes ini "terbatas hanya untuk" konsumen
> level end user / konsumen akhir / terbatas pada konsumsi produk
> kebutuhan
> pokok sehari2 aja.
>
> * sedikit meningkat ke level "konsumen besar", silahkan komentar
> disini ;
> ...Lihat Selengkapnya
> 10 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000264991272>
> Bulan
> Ramadhan<http://www.facebook.com/profile.php?id=100000264991272>‎50:50
> 10 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=685752927>
> Ayie Iksan <http://www.facebook.com/profile.php?id=685752927>
> I love this note ;)
> faktor lain Brbelanja d mall/hypermart adl gaya hidup, dmn emg
> kecendrungan negara brkmbg mengikuti pola hdp negara maju, masi bs
> diubah
> koq :)
> Yuk dimulai,.. Agr rumor yg kt takutkn tdk jd kenyataan.
> Tq gan, udh diingatkan...Lihat Selengkapnya
> 9 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/ferrywar>
> Ferry Wardiman <http://www.facebook.com/ferrywar>
> Nasihat "mulailah dari diri sendiri" itu sama bagusnya dengan nasihat
> banal: "jangan egois", "cintai lingkungan", "antri, jangan nyerobot!".
> Tapi: SAMA PERCUMANYA bila tidak ada SISTEM yang mengaturnya.
>
> Nasihat sama bagusnya tapi bisa SAMA PE...Lihat Selengkapnya
> 9 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100001033270660>
> Kero Ijo <http://www.facebook.com/profile.php?id=100001033270660> sy
> cinta produk dalam negri & berusaha tuk beli produk dlm negri, kecuali
> terpaksa or ga ada pilihan :( tp sy menghindari produk dr negara yg sy
> ga
> suka :D
> 9 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/priyadi>
> Priyadi Iman Nurcahyo <http://www.facebook.com/priyadi>
> kesalahan terbesar kita itu adalah pasar tradisional diidentikkan
> dengan 'lokal', sedangkan pasar modern diidentikkan dengan 'luar
> negeri'.
> produk2 daging segar potongan diidentikkan dengan 'lokal',
> sedangkan produk2
> frozen atau canned diid...Lihat Selengkapnya
> 9 jam yang lalu · 1
> orang<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=CommentLikeManager&node_id=421894424020&width=350
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Grig Rasp
> <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>CMIIW ...
>
> produk lokal dan sektor riil itu dua hal yang berbeda kan ya ?
>
> dan ane baru berusaha sedikit "menggarap" sektor riil dengan sedikit
> "mengelus" produk lokal di dalam notes ini ...
> 9 jam yang lalu · 1
> orang<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=CommentLikeManager&node_id=421897664020&width=350
> - <http://www.facebook.com/ferrywar>
> Ferry Wardiman <http://www.facebook.com/ferrywar>
> Apa beda "Pasar becek" dengan "supermarket"?, kalau yang membedakan
> adalah "beceknya", adalah tidak rasional kalau orang lebih memilih
> pasar
> becek.
>
> Apa beda "Produk lokal" dengan "produk impor"?, kalau yang membedakan
> cuma label "made-in-"ny...Lihat Selengkapnya
> 9 jam yang lalu · 1
> orang<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=CommentLikeManager&node_id=421899339020&width=350
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Grig Rasp <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> kalo ane mau membahas ttg lokal vs asing, ane bakal membahasnya
> lengkap dengan
>
> * PMA vs PMDN
> * transfer pricing
> * monopoli
> ...Lihat Selengkapnya
> 8 jam yang lalu · 2
> orang<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=CommentLikeManager&node_id=421902939020&width=350
> - <http://www.facebook.com/priyadi>
> Priyadi Iman Nurcahyo <http://www.facebook.com/priyadi>
> boss grig, ada 3 macem isu di sini: lokal vs impor, pasar tradisional
> vs pasar modern, dan sektor riil vs bukan riil.
>
> 3 macem isu itu sebenernya gak saling berhubungan. aktivitas yang ada
> di pasar tradisional & modern, keduanya itu termasuk ...Lihat
> Selengkapnya
> 8 jam yang lalu · 1
> orang<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=CommentLikeManager&node_id=421903269020&width=350
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Grig Rasp <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> ‎100 km jarak ke depan akan tetap menjadi 100 km jika ketika hendak
> melangkahkan kaki pertama aja kita disibukkan memilih kaki kanan
> atau kaki
> kiri yg melangkah duluan.
>
> sementara banyak hal yg mungkin akan ditemui dalam 100 km ke depan
> yang ...Lihat Selengkapnya
> 8 jam yang lalu · 1
> orang<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=CommentLikeManager&node_id=421906634020&width=350
> - <http://www.facebook.com/cdewidp>
> Candra Dewi <http://www.facebook.com/cdewidp> ‎@grig: bener gan, toh
> semua keputusan mau beli apa gak, di mana, pada siapa adl pada
> konsumen itu
> sendiri. Kt cuma bs menyarankan yg terbaik ya gan :)
> 8 jam yang lalu melalui Facebook
> Seluler<http://www.facebook.com/mobile/
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Grig Rasp <http://www.facebook.com/profile.php?id=100000552210905>
> Kt cuma bs menyarankan yg terbaik ya gan :) <= dan itupun (masih
> tahap) yang terbaik menurut kita Gan :)
>
> anyway, bener & penting juga koq untuk "mendudukkan permasalahan
> secara sebenar2nya" (versi bang Pri dan bang Ferry),, makanya ada
> baekn
> ...Lihat Selengkapnya
> 7 jam yang lalu · 1
> orang<http://www.facebook.com/ajax/social_graph/dialog/browse.php?class=CommentLikeManager&node_id=421914429020&width=350
> - <http://www.facebook.com/ferrywar>
> Ferry Wardiman <http://www.facebook.com/ferrywar>
> ‎@Priyadi: Betul. Kita bisa pilah sepintas satu satu:
>
> 1. Lokal VS Impor.
> Selama kita menganut sistem perdagangan bebas tanpa proteksi, yang
> "menang" adalah Kualitas dan Harga. Kalau lokal bisa lebih baik dan
> lebih
> murah dari asing, tidak usa...Lihat Selengkapnya
> 7 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1256872982>
> Mochamad Syaiful
> Muarif<http://www.facebook.com/profile.php?id=1256872982>
> ‎@bang grig: cari jajanan tradisonal yang murah, tempatnya enak wat
> nongkrong&rame dimana bang?
> kek na asik klo nunggu buka sambil ngisep rokok, cemilannya
> tradisional, minumnya es apa aja + nonton yang mondar-mandir
> nyari takjil...
> di jamin ...Lihat Selengkapnya
> 6 jam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/profile.php?id=1845371632>
> Hasan Chandra
> <http://www.facebook.com/profile.php?id=1845371632>Hebat !, Lagi2 note
> yg sederhana, tetapi tetap saja menelanjangi
> kemunafikan.
> sekitar sejam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/priyadi>
> Priyadi Iman Nurcahyo <http://www.facebook.com/priyadi>
> problemnya menurut saya, rame2 pindah dari ngimpor jadi membeli produk
> dalam negeri belum tentu membantu sektor riil. alasannya karena
> ekspor dan
> impor itu akan selalu menuju kondisi ekuilibrium.
>
> contohnya, kalo misalnya besok tiba2 seluruh ...Lihat Selengkapnya
> sekitar sejam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/priyadi>
> Priyadi Iman Nurcahyo <http://www.facebook.com/priyadi>
> oh ya, tambahan. jaman orde baru, pemerintah gencar sekali promosi
> 'gunakan produk dalam negeri'. ini alasannya menurut saya karena
> waktu itu
> kita pake sistem fixed exchange rate (rupiah di-peg ke USD). sedangkan
> prestasi pemerintah salah s...Lihat Selengkapnya
> sekitar sejam yang lalu ·
> - <http://www.facebook.com/oeylieju>
> Lie Ju <http://www.facebook.com/oeylieju>
> memang di akui keberadaan hypermarket mengancam kelangsungan pengusaha
> kecil. pedagang 2 kecil di rumah ane juga mengeluhkan hal yg
> sama. tapi gak
> 100 % hypermart salah, kadang toko kelontong jika lagi ada
> kesempatan suka
> berlaku agak kejam...Lihat Selengkapnya
> 53 menit yang lalu ·
>
> Facebook © 2010 ·
>
>
>
> *Artikel bagus, kado untuk HUT RI 17 Agustus 2010
> Selamat Menbaca*
> *Salam Apresiatif dan Selamat Berkarya*
> * *
> *Sapto T Poedjanarto <http://www.facebook.com/stpweb>*
> Trainer, Facilitator, Reiki Healer
> *Dinamika Lintasnusa Initiative*
>
> *mobile phone* : 0888 321 8199 / 0813 28 199001 / 0881 181 2153 / 0897 588
> 3939
> *email *: stpweb@gmail.com, stpweb@live.com, stpweb@ymail.com
> *Facebook*: http://www.facebook.com/stpweb
> *Linkedin*: http://www.linkedin.com/pub/sapto-tanoyo-poedjanarto/11/7ab/142
>
> *Instant Messenger* :
> *Yahoo ID* : s_t_poedjanarto /stpweb@ymail.com, *MSN/windowslive* :
> stpweb@live.com
> *Google Talk* : stpweb@gmail.com, *ICQ *: 390021249 , *Jabber *:
> stpweb@jabber.org
> *AIM *: stpweb ,*Skype *: stpweb.skype
> *
> Website & Group Community :
> *
> *Dinamika Lintasnusa Initiative <http://spdli.wordpress.com/> | Fasilitator
> Indonesia <http://groups.google.com/group/fasilitator-indonesia> | FPESD
> Jateng <http://www.facebook.com/group.php?gid=134951996533917> | RDC
> Indonesia <http://www.facebook.com/group.php?gid=98359196250> |Forum LED
> Indonesia <http://www.facebook.com/group.php?gid=198648309097> | SME's
> Cluster Development
> <http://www.facebook.com/group.php?gid=96267456631> | Regulatory
> Impact Analysis <http://www.facebook.com/group.php?gid=196849489004> | My
> Blog <http://stpweb.blogspot.com/>*
>

Monday, August 16, 2010

[Berpikir Bebas 851] ARIEL SEKTOR RIIL | Grig Rasp's Facebook Note

oleh Grig Rasp pada 16 Agustus 2010 jam 2:50

(membahasnya secara sederhana dan tanpa data)

 Coba perhatikan beberapa contoh kejadian "sepele" berikut ini ;

1. Selama bulan Ramadhan ini, coba perhatikan tiap sebelum waktunyabuka puasa di beberapa pusat keramaian yang "merakyat" (alun-alun kota, taman kota, komplek perumahan dll – kecuali mall,plaza dll -). Kemungkinan besar kita akan mendapatkan pemandangan yang sama,yaitu ;

 "banyak masyarakat dari berbagai macam lapisan sosial dan usia berkumpul menunggu saatnya berbuka, dan di sekitar itu pula banyak pedagang kecil yang meraup rejeki dengan berjualan berbagai macam jajanan rakyat."

 2. Setiap minggu pagi di beberapa tempat yang sama seperti di atas (alun-alun kota, taman kota, komplek perumahan dll). Kemungkinan besar kita akan mendapatkan pemandangan yang sama, yaitu ;

 "banyak masyarakat dari berbagai macam lapisan sosial dan usia berkumpul sambil olahraga atau sekedar cuma jalan-jalan, dan di sekitar itu pula banyak pedagang kecil yang meraup rejeki dengan berjualan berbagai macam jajanan rakyat + biasanya ada pasar tumpah yang menjual berbagai macam barang kecil yang gak penting"

 3. Setiap ada event (konser musik, pertandingan olahraga, kampanye bahkan demonstrasi sekalipun – yang berjalan dengan tertib dan tanpa kerusuhan -). Kemungkinan besar kita akan mendapatkan pemandangan yang sama, yaitu ;

 "banyak masyarakat dari berbagai macam lapisan sosial dan usia berkumpul sambil menonton ataupun menjadi pelaku aktif (peserta kegiatan), dan di sekitar itu pula banyak pedagang kecil yang meraup rejeki dengan berjualan berbagaimacam jajanan rakyat + kaos-kaos murah & pernak-pernik lain yang ada hubungannya dengan event yang sedang diselenggarakan dll"

 4. Terakhir,, beberapa hari menjelang Iedul Fitri & hari Raya lainnya, rasanya kita semua sepakat kalo waktu itu banyak pedagang (makanan, bahan masakan dan pakaian) di pasar-pasar tradisional yang "mendadak kaya sesaat" akibat omzet meningkat pesat (dibanding hari-hari biasa).

 

# Dalam persepsi ane ;

* Para pedagang kecil di point 1 s/d 4 itu adalah salah satu contoh pelaku usaha di sektor riil,

* Keramaian yang terjadi di point 1 s/d 4 itu adalah contoh nyata sedang bergeraknya ekonomi sektor riil,

* Lonjakan omzet akibat kejadian di point 1 s/d 4 itu adalah bukti nyata menguatnya sektor riil (walau hanya sesaat).

 

# Pertanyaan ane ;

* "Kenapa kondisi itu (menguatnya kegiatan ekonomi sektor riil / pedagang kecil) tidak terjadi / tidak bertahan dalam kondisi normal (diluar bulan Ramadhan / tidak ada event dll) ?"

 * "Bagaimanakah "nasib" para pedagang kecil itu di dalam kondisi normal (tidak ada KLB) ? bagaimanakah cara mereka survive / bertahan hidup ?". entahlah, ane gak sejauh itu membayangkan (apalagi sampe ikut memikirkan) betapa susahnya mereka menjalani hidupnya sehari2.

 * "Apakah karena dalam kondisi normal para konsumen di point 1 s/d 4 itu pada gak punya duit semua ?". Pertanyaan yang terlalu bodoh untuk dijawab:D.

 

# Kemungkinannya (dalam kondisi normal – gak ada event) ;

* para konsumen di point 1 lebih banyak jajan di tempat2 ; foo court,resto, fast food, pujasera dll,

* para konsumen di point 2 lebih banyak belanja di ; outlet, mall,hypermarket dll,

* para konsumen di point 3 lebih banyak belanja di ; toko ber-merk,plaza dll,

* para konsumen di point 4 lebih banyak belanja di ; pasar modern dll.

 

# Karakter konsumen di point 1 s/d 4 ;

* "Apakah mereka orang kaya semua ?" ane malah berpikir sebaliknya,orang-orang kaya / superkaya malah mungkin gak punya waktu buat memikirkan kebutuhan primernya, karena mereka pasti udah punya "petugas" yg mengurusi hal itu.

 * Justru kebanyakan mereka (contohnya ane sendiri) adalah juga kalangan menengah ke bawah yang "hanya" karyawan biasa (level staff) yang tiap bulannya menerima gaji dari perusahaannya.

 * "berapakah total kekuatan daya beli mereka (karyawan biasa) itu ?".gak tau dan juga gak berusaha nyari tau, tapi ambil gampangnya aja, misal ditotal se-Indonesia jumlah gaji yang diterima "para karyawan biasa" itu mencapai Rp. 1.200 Triliun / tahun (asumsi ; 50 juta Rakyat Indonesia @gaji 2juta / bulan)

 * jika aja dari Rp. 1.200 Triliun itu 70% nya digunakan untuk konsumsi (30% ; investasi + saving), maka didapat angka Rp. 840 Triliun / tahun.

 * (berkhayal) jika Rp. 840Triliun / tahun konsumsi itu 70%-nya dilakukan kpd pelaku sektor riil (pedagang kecil, dll) maka akan didapat angka Rp. 588 Triliun / tahun "modal" untuk menggerakkan sektor riil (hanya pedagang).

 * (masih berkhayal) efek lanjutannya, jika pedagang kecil itu membeli barangnya dari supplier / produsen2 lokal juga (petani / home industri dll), maka perlahan tapi pasti kemandirian ekonomi Indonesia akan terwujud.

(ane pernah baca kalo faktor utama pemicu perekonomian Jepang / China / India itu adalah kecintaan Masyarakatnya sendiri thd PRODUK LOKAL !!!).

 

# Produsen / pedagang BESAR VS kecil.

Ane pikir penyebab utama kekalahan telak yg diderita oleh produsen / pedagang kecil dari yang besar adalah karena faktor "kenyamanan" yang ditawarkan. Ambil contoh pasar tradisioal VS hypermarket ;

* barang yg dipajang di hypermarket "lebih cantik" dibanding yg terpajang di pasar tradisional,

* suasana di hypermarket lebih kondusif (bersih, wangi) dibanding pasar tradisional (becek, agak bau gak sedap),

* pelayan di hypermarket lebih "enak diliat" dibanding di pasar tradisional. Bandingkan sendiri SPG vs .....

* harga barang di hypermarket lebih pasti (gak pake nawar) dibanding pasar tradisional,

* dan banyak lagi keunggulan2 lainnya.

 

# Konsumen BESAR VS kecil.

* Orang kaya / superkaya. Mereka ini gak perlu dibahas, sampe kapanpun jarang ada ceritanya orang kaya superkaya yang belanja sendiri memenuhi kebutuhan pokoknya. Kalopun ada orang kaya / superkaya / penting "turun langsung" ke pasar tradisional, bisa dipastikan gak lama kemudian di daerah itu diadakan pemilihan ... (alias saat itu sedang dalam masa kampanye :P)

 * Kalangan menengah ke bawah. Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh produsen / pedagang BESAR di atas, rasanya 80 - 90% dari golongan ini pun sepakat untuk TIDAK memprioritaskan belanja ke pasar tradisional :P.

 * Hitung sendiri, berapa banyak orang2 yang sudi untuk memilih berbelanja ke pasar tradisional / pedagang kecil / SEKTOR RIIL.

 

# Rumour yang berkembang.

"(sorry to say) suatu saat nanti mayoritas Rakyat Indonesia hanya akan menjadi buruh / pekerja rendahan di Negaranya sendiri.". ane pikir hal itu bukanlah rumour yg terlalu berlebihan jika mengingat pola konsumsi mayoritas Masyarakat Indonesia sendiri. Berikut ini beberapa kejadian sepele yang pernah ane tangkap basah ;

 * Beberapa tahun lalu ada satu toko kelontong yang lumayan besar dideket rumah ane, selama bertahun-tahun, toko kelontong itu bisa dibilang supplier utama kebutuhan pokok Masyarakat di lingkungan itu. sampe suatu saat beberapa ratus meter dari tempat itu berdiri sebuah supermarket.  Ironisnya, dua anak dari si pemilik kelontong itu memilih bekerja menjadi pelayan di supermarket (memilih menjadi bagian dari"saingan" Bapaknya sendiri). Hanya butuh waktu setahun untuk menjadikan toko kelontong itu "sukses" ; from hero tozero / mengibarkan bendera putih.

 * Mudik beberapa tahun lalu ane pulang ke kampung. Kampung tempat leluhur ane itu memang lumayan agak ndeso. Kebetulan waktu itu baru aja berdiri sebuah supermarket. Ketika ane lewat di depan supermarket baru itu, mayoritas yang belanja disana adalah orang2 dari kalangan (maaf menilai manusia lain) sosial yang jauh dari sebutan orang mampu. Maksud ane adalah ; banyak dari mereka yang daya belinya sedikit pun gak sungkan untuk "memperkuat" ekonomi pedagang besar dibanding mempertahankan solidaritas sesama orang kecil. Dan yang paling ane inget ketika ane iseng beli rokok di kios rokok kecil gak jauh dari supermarket itu, ekspresi pemilik kios rokok itu terlihat agak kaget sedikit (mungkin pikirnya ; "aneh ada orang yg lebih memilih belanja disini (bersama konsumen lain ; abang becak / ojek dll) dibanding di supermarket yg letaknya gak terlalu jauh itu.

 

# Kesimpulannya.

* kadang tanpa sadar, kita sendiri yang secara aktif "mempercepat kematian"para pengusaha sektor riil itu, di lain sisi, kita selalu berteriak menuntut "Pemerintah setempat tidak berpihak pada sektor riil, buktinya ; bla.. bla..)

 * akan jadi percuma jika kita hanya menuntut regulator untuk menolak perdagangan bebas / modal besar / asing tapi kita sendiri GAK PERNAH membantu "mempromosikan" berkembangnya sektor riil itu sendiri.

 * mungkin sebagian berpikir yang terbaik itu "menyuarakan" boikot produk asing, tapi di saat yang sama mereka juga secara aktif mengkonsumsi produk yg katanya mereka "musuhi" itu.

 * Ada baiknya jika kita mulai mendisiplinkan diri dan lingkungan terdekat (keluarga dll) untuk ikut secara aktif memperkuat SEKTOR RIIL secara riil :)

 

*** Cerita Lain ***

 

KISAH SESENDOK MADU

http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/10/01/kisah-sesendok-madu/

 

Alkisah, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warga kotanya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan di puncak bukit di tengah kota.

 Seluruh warga kota memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.Tetapi, dalam pikiran seorang warga kota terlintas cara untuk mengelak perintah tersebut. "Aku akan membawa sesendok penuh, tapi bukan madu. Aku akan membawa air.Kegelapan malam akan melindungiku dari pandangan mata orang lain. Sesendok air tidak akan mempengaruhi isi bejana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh warga kota."

 Tibalah waktu yang ditetapkan. Apa kemudian yang terjadi? Bejana itu ternyata seluruhnya berisi penuh dengan air! Rupanya seluruh warga kota berpikiran sama dengan si Fulan. Mereka mengharapkan warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri dari tanggung jawab.

 Kisah simbolik ini sering terjadi dalam berbagai kehidupan masyarakat. Idealnya memang bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian melibatkan pengikut-pengikutnya.

 Katakanlah (hai Muhammad), inilah jalanku. Aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku (QS Yuusuf; 12:108)

 Berperang atau berjuang di jalan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri, dan bangkitkanlah semangat orang-orang mukmin (pengikut-pengikutmu) (QS AnNisaa'; 4:84)

 Perhatikanlah kata-kata : "tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri". Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : "Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu" Setiap orang menurut Beliau adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Berarti setiap orang harus harus tampil terlebih dulu. Sikap mental yang seperti ini akan menyebabkan bejana sang raja akan penuh dengan madu, bukan air, apalagi racun.

 

*** End ***

 

@ Kebangkitan Ekonomi Indonesia: "You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one :)"

Bagikan

    • Sy Salam i hope someday u join us........
      20 jam yang lalu ·
    • Grig Rasp mudah2an memang selama ini tujuan utama kita sama Gan, hanya persepsi aja yang (mungkin) berbeda :)
      20 jam yang lalu ·
    • Sy Salam jlnya yg berbeda bang krn apa yg ane baca kyaknya beda dg yg abang baca....
      20 jam yang lalu ·
    • Grig Rasp itulah kenapa ane suka berusaha mengingatkan tentang kepentingan bersama (yg harus kita bela) dan juga musuh bersama (yang harus kita perangi).

      btw ane jarang bgt baca literature Bro,, lebih sering pake hati dan logika aja :)
      20 jam yang lalu ·
    • Sy Salam sebenarnya ane membela diri sendiri bang.....krn ane org miskin maka ane melakukan perlawanan thd kebijakan2 yg semakin memperparah kemiskinan.
      20 jam yang lalu ·
    • Sandy CeKa Thanks,gan. Note-nya ngingatin ane utk dgn riil membantu menggerakkan sektor riil.
      20 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Yanti Galib Indra tq pak,terlalu banget,berteriak sndiri tp melakukan sndiri.......
      18 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Ilham Wira Putra Agak merasa tersindir nih. But,trims udah ngingetin... Mulai besok aku beli rokok eceran aja deh biar sektor riil bisa berjalan. Hahaha
      17 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Aam St Iskandar Tetap good job grig... Tosiah awal ramadhan ..sex kotor ariel (sextor riel)..
      17 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Sp Jati
      Mas Grig bisa nggak hypermarket dibendung? Jk gak mungkin, bisa nggak supplier-nya di"rebut" oleh produk lokal/nasional? Saya jd inget pasar klewer Solo, Bringharjo Jogja disana seorang pedagang batik bisa beromzet aduhai apalagi stlh booming batik spt skrg krn ada "anjuran/paksaan" dr pemerintah utk mengganti seragam PNS menjadi batik .. Apa bisa utk produk lokal lain utk model mobilisasi spt ini? Kalau bisa, tentu akan lebih cpt menggerakkan sektor riil ya ..shg tdk perlu hanya bersenandung "imagine" si John Lennon :)
      15 jam yang lalu ·
    • Kania Dewi
      dr dulu sy gak pernah setuju yg namanya boikot ini itu. Kl kita mau bersaing ya hrs mau melakukan sesuatu yg beda. Di komplek sy ada 1 minimarket & toko kelontong, lokasinya persis saling berhadapan . Dua2nya sama2 jalan. Kenapa itu toko ke...Lihat Selengkapnya
      15 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Candra Dewi
      Kayaknya untuk menggerakkan sektor riel, bs juga dg membuat event2 rakyat. Contohnya klo di semarang, tiap sabtu malam sampai minggu siang di bunderan simpang 5 (pusatnya kota smg)ada pasar kaget, semua yg jualan full pedagang kecil, tempat...Lihat Selengkapnya
      14 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Adzanta Bilhaq
      sejarah daya dukung alam meninabobokkan Bangsa Indonesia, cerita kekayaan alam yg melimpah ruah dan"cerita kolam susu" "kail dan jala cukup menghidupimu" membuat lupa kita akan realitas dunia sudah berubah. Yang bisa bertahan adalah yg puny...Lihat Selengkapnya
      14 jam yang lalu ·
    • Candra Dewi ‎@pak adzanta: trus gmn cara mengembangkan wirausaha modern itu? Yg terpikir dibenak saya skrg adl usaha scr online. Begitu kira2 wirausaha modern itu. Trus pesan antar.
      12 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Al Gasstot ‎@CD; usaha modern yang penting adalah reliability-nya. seperti kata mas Adzanta; jangan musiman. semuanya bisa kok dihandle dengan cara modern, persoalannya adalah, itu butuh proses and waktu yang gak bentar. orang kita terlanjur senang dengan segala hal yang berbau instant. butuh waktu dan kemauan keras buat merubah pola pikir instant itu. mungkin, kita bisa mulai dari kita sendiri...
      12 jam yang lalu ·
    • Candra Dewi ‎@mas gasstot: sampai skrg ane msh blm jelas gimana realisasinya. Bs tlg dijelasin ke ane? Plg gak kan mulai dari diri ane sendiri kan?
      12 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Al Gasstot
      heheh:D, gak terlalu faham secara persis sih, dan ini explanation versi ane, entah kalo menurut yang expert. menurutku, bikin usaha modern itu mestinya yang bisa continue. kita mesti mikir long forward. artinya, akan sangat percuma (menurut...Lihat Selengkapnya
      11 jam yang lalu ·
    • Al Gasstot ‎@CD: nyambung diatas; kalo untuk contoh konkret usaha, mesti dilihat perlokasi. bisa jadi, yang survive di Semarang beda ama yang survive di Jogja. yang terpenting adlah; menghilangkan mindset meraup keuntungan musiman seperti dalam note-nya Bang Grig diatas. karena, bagaimanapun, musiman itu tetep tidak bisa diandalkan.
      11 jam yang lalu ·
    • Candra Dewi ‎@mas gastot: thanks penjelasannya, cm emang rada susah sih nyari usaha yg kira2 bs tahan lama. Jg itu butuh keuletan pastinya. Ada yg bs menambahkan lagi penjelasannya?
      11 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Grig Rasp
      ‎@ All :

      * maaf lupa bilang kalo notes ini "terbatas hanya untuk" konsumen level end user / konsumen akhir / terbatas pada konsumsi produk kebutuhan pokok sehari2 aja.

      * sedikit meningkat ke level "konsumen besar", silahkan komentar disini ;
      ...Lihat Selengkapnya
      10 jam yang lalu ·
    • Bulan Ramadhan ‎50:50
      10 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Ayie Iksan
      I love this note ;)
      faktor lain Brbelanja d mall/hypermart adl gaya hidup, dmn emg kecendrungan negara brkmbg mengikuti pola hdp negara maju, masi bs diubah koq :)
      Yuk dimulai,.. Agr rumor yg kt takutkn tdk jd kenyataan.
      Tq gan, udh diingatkan...Lihat Selengkapnya
      9 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Ferry Wardiman
      Nasihat "mulailah dari diri sendiri" itu sama bagusnya dengan nasihat banal: "jangan egois", "cintai lingkungan", "antri, jangan nyerobot!".
      Tapi: SAMA PERCUMANYA bila tidak ada SISTEM yang mengaturnya.

      Nasihat sama bagusnya tapi bisa SAMA PE...Lihat Selengkapnya
      9 jam yang lalu ·
    • Kero Ijo sy cinta produk dalam negri & berusaha tuk beli produk dlm negri, kecuali terpaksa or ga ada pilihan :( tp sy menghindari produk dr negara yg sy ga suka :D
      9 jam yang lalu ·
    • Priyadi Iman Nurcahyo
      kesalahan terbesar kita itu adalah pasar tradisional diidentikkan dengan 'lokal', sedangkan pasar modern diidentikkan dengan 'luar negeri'. produk2 daging segar potongan diidentikkan dengan 'lokal', sedangkan produk2 frozen atau canned diid...Lihat Selengkapnya
      9 jam yang lalu · 1 orang ·
    • Grig Rasp CMIIW ...

      produk lokal dan sektor riil itu dua hal yang berbeda kan ya ?

      dan ane baru berusaha sedikit "menggarap" sektor riil dengan sedikit "mengelus" produk lokal di dalam notes ini ...
      9 jam yang lalu · 1 orang ·
    • Ferry Wardiman
      Apa beda "Pasar becek" dengan "supermarket"?, kalau yang membedakan adalah "beceknya", adalah tidak rasional kalau orang lebih memilih pasar becek.

      Apa beda "Produk lokal" dengan "produk impor"?, kalau yang membedakan cuma label "made-in-"ny...Lihat Selengkapnya
      9 jam yang lalu · 1 orang ·
    • Grig Rasp
      kalo ane mau membahas ttg lokal vs asing, ane bakal membahasnya lengkap dengan

      * PMA vs PMDN
      * transfer pricing
      * monopoli
      ...Lihat Selengkapnya
      8 jam yang lalu · 2 orang ·
    • Priyadi Iman Nurcahyo
      boss grig, ada 3 macem isu di sini: lokal vs impor, pasar tradisional vs pasar modern, dan sektor riil vs bukan riil.

      3 macem isu itu sebenernya gak saling berhubungan. aktivitas yang ada di pasar tradisional & modern, keduanya itu termasuk ...Lihat Selengkapnya
      8 jam yang lalu · 1 orang ·
    • Grig Rasp
      ‎100 km jarak ke depan akan tetap menjadi 100 km jika ketika hendak melangkahkan kaki pertama aja kita disibukkan memilih kaki kanan atau kaki kiri yg melangkah duluan.

      sementara banyak hal yg mungkin akan ditemui dalam 100 km ke depan yang ...Lihat Selengkapnya
      8 jam yang lalu · 1 orang ·
    • Candra Dewi ‎@grig: bener gan, toh semua keputusan mau beli apa gak, di mana, pada siapa adl pada konsumen itu sendiri. Kt cuma bs menyarankan yg terbaik ya gan :)
      8 jam yang lalu melalui Facebook Seluler ·
    • Grig Rasp
      Kt cuma bs menyarankan yg terbaik ya gan :) <= dan itupun (masih tahap) yang terbaik menurut kita Gan :)

      anyway, bener & penting juga koq untuk "mendudukkan permasalahan secara sebenar2nya" (versi bang Pri dan bang Ferry),, makanya ada baekn...Lihat Selengkapnya
      7 jam yang lalu · 1 orang ·
    • Ferry Wardiman
      ‎@Priyadi: Betul. Kita bisa pilah sepintas satu satu:

      1. Lokal VS Impor.
      Selama kita menganut sistem perdagangan bebas tanpa proteksi, yang "menang" adalah Kualitas dan Harga. Kalau lokal bisa lebih baik dan lebih murah dari asing, tidak usa...Lihat Selengkapnya
      7 jam yang lalu ·
    • Mochamad Syaiful Muarif
      ‎@bang grig: cari jajanan tradisonal yang murah, tempatnya enak wat nongkrong&rame dimana bang?
      kek na asik klo nunggu buka sambil ngisep rokok, cemilannya tradisional, minumnya es apa aja + nonton yang mondar-mandir nyari takjil...
      di jamin ...Lihat Selengkapnya
      6 jam yang lalu ·
    • Hasan Chandra Hebat !, Lagi2 note yg sederhana, tetapi tetap saja menelanjangi kemunafikan.
      sekitar sejam yang lalu ·
    • Priyadi Iman Nurcahyo
      problemnya menurut saya, rame2 pindah dari ngimpor jadi membeli produk dalam negeri belum tentu membantu sektor riil. alasannya karena ekspor dan impor itu akan selalu menuju kondisi ekuilibrium.

      contohnya, kalo misalnya besok tiba2 seluruh ...Lihat Selengkapnya
      sekitar sejam yang lalu ·
    • Priyadi Iman Nurcahyo
      oh ya, tambahan. jaman orde baru, pemerintah gencar sekali promosi 'gunakan produk dalam negeri'. ini alasannya menurut saya karena waktu itu kita pake sistem fixed exchange rate (rupiah di-peg ke USD). sedangkan prestasi pemerintah salah s...Lihat Selengkapnya
      sekitar sejam yang lalu ·
    • Lie Ju
      memang di akui keberadaan hypermarket mengancam kelangsungan pengusaha kecil. pedagang 2 kecil di rumah ane juga mengeluhkan hal yg sama. tapi gak 100 % hypermart salah, kadang toko kelontong jika lagi ada kesempatan suka berlaku agak kejam...Lihat Selengkapnya
      53 menit yang lalu ·
Artikel bagus, kado untuk HUT RI 17 Agustus 2010
Selamat Menbaca

Salam Apresiatif dan Selamat Berkarya
  
Trainer, Facilitator, Reiki Healer
Dinamika Lintasnusa Initiative

mobile phone : 0888 321 8199 / 0813 28 199001 / 0881 181 2153 / 0897 588 3939
email : stpweb@gmail.com, stpweb@live.com, stpweb@ymail.com
Facebook:    http://www.facebook.com/stpweb
Linkedin: http://www.linkedin.com/pub/sapto-tanoyo-poedjanarto/11/7ab/142

Instant Messenger :
Yahoo ID : s_t_poedjanarto /stpweb@ymail.comMSN/windowslive : stpweb@live.com
Google Talk : stpweb@gmail.comICQ : 390021249 , Jabber : stpweb@jabber.org
AIM : stpweb ,Skype : stpweb.skype


Website & Group Community :