saya berfikiran sama dengan bung Farhan. Beberapa pertimbangan kenapa beli di pemain besar:
- malas tawar-menawar; kadang pedagang kasih harga ngga kira-kira, tas harga 400.000 bisa deal di harga 125.000.
- pedagang dadakan tidak perlu menjaga image, yang penting bisa meraup untung tanpa pusing-pusing menjaga image. Pedagang besar wajib menjaga image.
- Purna Jual; sudah jelas pedagang besar menjaga purna jual.
- Kesopanan; di pedagang kecil, kita tidak bisa komplain kalau pelayannya tidak sopan.
- Saya pribadi kalau beli di kakilima karena iseng aja. Dapet barang bagus sukur, engga ya udah.
memang sangat ironis, sudah kecil semakin tidak laku. Tapi inilah konsekuensi 'pasar bebas'
2010/8/18 farhan s <farhan386@gmail.com>
>>harga barang di hypermarket lebih pasti (gak pake nawar) dibanding pasar tradisional,saya pikir ini jadi lingkaran setan...tidak jarang para pedagang kecil
menjual dengan overprice, jauh diatas harga asalnya. Orang yang tahu
harga sudah pasti menawar sesuai dengan harga wajarnya, namun orang
yang tidak tahu hanya bisa menjadi mangsa.
Mungkin karena sebagian pedagang ini beranggapan, tidak akan bisa
bertahan dengan harga normal karena pembelinya sedikit. Berbeda dengan
hypermarket yang pembelinya berduyun-duyun sehingga bisa meraup
keuntungan hanya dari margin yang kecil per itemnya
Akhirnya masyarakat ogah beli di pedagang tradisional karena takut
"dihajar" karena tidak tahu harga. Konsumen pasar tradisional menjadi
berkurang, dan seterusnya...
...del...
--
// syarifl.com
No comments:
Post a Comment