Monday, September 26, 2011

Re: [Berpikir Bebas 876] Musik



2011/9/27 Tubagus Danakusumah <boydana17@gmail.com>


2011/9/27 logsed <logikasederhana@gmail.com>
Musik

Musik bukan hanya rangkaian nada,
tetapi juga rangkaian keheningan di antara nada
satu dan nada lainnya. Keheningan di antara nada sama
pentingnya dengan nada-nada itu sendiri. Sebuah lagu yang
terdengar sangat buruk di telinga dapat berubah menjadi
sangat indah hanya dengan menambah atau mengurangi
keheningan di antara nada-nadanya.

Bermain musik bukanlah mengendalikan nada-nada
(dan keheningan di antaranya) tetapi membiarkan nada-nada
dan keheningan memainkan dirinya sendiri. Keindahan musik
bukanlah keindahan yang diciptakan, melainkan keindahan
yang ditemukan dan dibiarkan mengekspresikan dirinya sendiri.
Sebagai seorang pemula, anda  belajar memainkan alat musik.
Lama kelamaan anda membiarkan musik memainkan jari-jari anda,
anda membiarkan musik memainkan dirinya sendiri.

Sebagai seorang pemula, anda memikirkan sebuah lagu,
lalu jari-jari anda berusaha memainkannya.
Lama kelamaan lagu itu memainkan
jari-jari anda dan menghasilkan musik yang anda dengarkan
dengan penuh rasa syukur dan apresiasi.

Seorang pemusik adalah seseorang  yang rendah hati.
Yang mengosongkan egonya sendiri, mundur ke belakang,
dan membiarkan Sang Musik menguasai ruang dan waktunya.
Seperti halnya para penonton bertepuk tangan mengapresiasi
musik yang indah, si pemusikpun melakukan hal yang sama:
bertepuk tangan dan mengapresiasi musik yang indah itu.

Setiap hari seorang penikmat musik
memasang headphone stereo atau mengambil
instrument dan memainkannya, atau menggunakan instrument yang ada
di lehernya, untuk menghasilkan musik. Semua aktivitas ini mempunyai
tujuan yang sama: mendengarkan musik. Mula-mula seseorang memilih
lagu, atau CD music yang dikehendaki, dan mungkin
memperhatikan siapa pemain
musik atau siapa pencipta lagunya.

Tetapi ketika musik
mulai berkumandang, semua itu hilang. Yang ada hanyalah
suara musik saja.

BAHASA dan tata bahasa anda 'bicara' [nulis] soal musik sangat sangat tidak dapat dipahami-, MAU KEMANA arah pembicaraan anda mengenai musik-, berbicara musik itu sama dengan berbicara mengenai 'batin'-, tidak dapat dijelaskan karena hanya pandai berkata kata [?!]-, manusia 'dijaman ini' apakah dia sarjana atau tukang rokok dipinggir jalan, atau tukang ojek-, SEMUANYA sudah pandai berkata kata dan berargumentasi-, tapi manusia MELUPAKAN bahwa kata kata itu bagi orang BERIMAN  b  u  k  a  n   dan TIDAK hanya untuk 'enak dikatakan'-, tapi harus BERMAKNA hingga kebatiniah dengan selalu 'bertanya' SESUAIKAH dengan   i  m  a  n  i  a  h   anda [?!]-, Kalau hanya karena benci-, dengki-, dan kesombongan apalagi sok ingin 'didengar' atau sok ingin tenar-, BELAJARLAH dari zaman 'flintstone' tempo hari [!] Anda salah alamat mengirim mengena MUSIK pada diri saya-, kirimlah kepada orang2 yang senang mendengar atau membaca HAL YANG TIDAK JELAS-, Terima Kasih Salam Hormat Tb. BD
 

No comments: