Sunday, September 25, 2011

Re: [Berpikir Bebas 861] Tujuan Hidup



2011/9/26 logsed <logikasederhana@gmail.com>
Beberapa ratus tahun sebelum masehi, Siddharta Gautama mengobservasi
manusia di sekitarnya dan melihat
bahwa semua manusia berada di dalam lingkaran penderitaan yang tiada
hentinya.  Ia lalu mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai
pangeran, dan mengembara untuk mencari jalan
membebaskan manusia dari penderitaan. Sang Buddha mengajarkan suatu
"metode", langkah-langkah yang dapat dilakukan
manusia untuk membebaskan diri dari  penderitaan.

Tafsiran saya terhadap ajaran Buddha
(mungkin berbeda dengan ajaran standard) adalah bahwa ajaran itu tidak
bicara tentang "tujuan hidup"
tetapi mengajarkan bagaimana cara terbaik menjalani hidup.

Kalau ada yang bertanya kepada saya "Apa tujuan hidupmu?",  biasanya
saya cuma garuk-garuk kepala kebingungan ... he he he ...

Kegiatan utama sehari-hari saya adalah bermain gitar (ditambah
kegiatan sampingan
berupa jaga warung tegal, riset sains, dan menulis di milis SI).
Saya sangat menikmati kegiatan
saya sehari-hari. Sebagaimana tafsiran saya terhadap ajaran Buddha,
saya tidak berpikir tentang
"tujuan hidup" tetapi menjalani kegiatan-kegiatan sehari-hari dengan
kegembiraan dan kesungguhan.

Terus terang saja, saya memang  tidak tahu apa tujuan hidup saya, dan
saya memang tidak memikirkannya. Menurut saya, pertanyaan "apa tujuan
hidup manusia", adalah pertanyaan
yang keliru. Pertanyaan yang benar adalah, antara lain:
1. Mengapa makanan yang enak harus diberi bawang merah dan bawang putih?
2. Bagaimana caranya berimprovisasi berdasarkan harmonisasi, dan
bukannya berdasarkan
 skala melodi?
3. Mengapa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh? Bukankah gaya
gravitasi bersifat tarik-menarik?
4. Mengapa SBY selalu saja mengeluh?
5. Apa tujuan dibalik pembentukan FPI?
6. Dll.

MAAF saya tidak mengenal 'siapa' anda-, pola pikir saya-,
'titik pandang' hidup & kehidupan saya BERBEDA JAUH dengan anda-, bahkan tidak ada ciri ciri persamaannya-, dalam hidup ini saya    t  i  d  a  k   pernah mengistimewakan apapun 'kecuali' kehebatan & kemuliaan Sang Chaliq atau dalam bahasa  sederhananya TUHAN YANG MAHA ESA --,
m e n g a p a [?!]-, bayangkanlah-, KITA lahir dan hadir CUMA sebagaimana 'manusia biasa' yang selalu bertanya MENGAPA masak harus dengan bawang merah dan putih, mengapa ini dan itu-, mengapa planet ini dan itu sedangkan,
rasanya anda ini telaat lahir-, seharusnya dijaman FLINSTONE-, Eeeh malahan lahir dizaman anda cuma bisa menjawab tujuan hidup deng He he he [?!]-, Sekali lagi MAAF saya tidak mengenal anda JADILAH MANUSIA CIPTAAN SANG CHALIQ [jangan2 anda cuma 'assemblingan ?!] --, dan
juga MAAF saya    t  i  d  a  k   punya teman-, sahabat-, ataupun relasi 'manusia' yang berpandangan dan berpendapat seperti anda-, tolong disampaikan singkat SIAPA diri anda-,
saya bukan apap2 cuma manusia biasa-, bukan orang hebat, tapi TERHORMAT demi dan untuk TURUNAN saya-, Terima Kasih dan Salam Hormat Tubagus [Boy] Danakusumah

No comments: