kerja disana dan disitu, buat gue itu satu hal yang biasa malah ga ada
kejutannya alias biasa saja. Jika anak orang berada,pintar ini dan
itu,punya banyak kesempatan dan akses disana disini tapi mudah stress
itu biasa dan...biarkan saja. Mereka tak mengenal susah apalagi
menderita, yang terhampar di depan mata hanya kemudahan demi
kemudahan. Kerikil kecil baginya besar, mudah merengek minta fasilitas
ini dan itu. Ha 3x, jago kandang dan hanya tau kompetisi semu.
Jika anak orang berada yang kekayaan bokap dan maknya entah dari mana,
gak jelas asal usulnya, lebih suka ngebanggain kedudukan dan
kehormatan semu ortunya...itu mah biasa aja atuh !, gede tapi bodong,
pintar dari segi inteleknya tapi masih perlu dipertanyakan kepekaan
sosial dan mentalitas ketangguhannya. Wauaahaaa 3x kasian sekali.
Jika anak penggede jadi birokrat atau politisi karena keturunan lantas
berulah yang memalukan ,....itu mah! bukan hal yang luar biasa lagi
tapi emang biasa. Korup, manipulasi proyek ini - itu, itu mah....wajar
- wajar aja. Itu belum seberapa yang lebih yahud mereka itu biasa
tampil sempurna dan rakyat pun jadi terpesona. Bayangkan saja begitu
mereka selesai merampas akses rakyat diluar kekroniaannya dan membunuh
sumber mata pencarian jutaan rakyat yang bukan geng nya, mereka bisa
dengan mudah menampilkan wajah bijak sambil tersenyum memikat . Hi 3x
buat gue mereka cuma badut - badut intelek yang lucu.
Jangan pertanyakan kadar nasionalisme mereka, lha wong menjual negara
sendiri saja penuh dengan suka cita , lha kan yang masuk keperutnya,
yang sudah membesarkan dan menyekolahkannya adalah uang negara yang
tanpa rasa dosa sudah ditilep ortunya . Uang haram yang sudah mendarah
daging, kualitas didikan yang diterima dari kedua orangtuanya sudah
membentuk kepribadian dan mentalitas anak mami - papi sedemikian
rupa ...hi 3x bukankah itu proses internalisasi penanaman nilai -
nilai amoral yang berhasil ?
Jika anak - anak penggede itu melakukan tindakan melawan hukum dan
nilai nilai keadilan namun selalu bebas dari sentuhan hukum( karena
ortunya juga selalu lolos dari jerat hukum) dan selalu dapat
melenggang bebas tanpa beban malu dan perasaan berdosa,...sama aja itu
juga ga ada anehnya. Pikir - pikir.....uenak sekali ya ?
Jika bangsa yang mayoritas ini masih mau dikuasai oleh para penguasa
yang lahir dan besar dilingkungan yang tak pernah merasakan betapa
sulitnya kehidupan rakyat jelata, yang sudah sedemikian kerja kerasnya
namun tetap saja kemakmuran masih sangat jauh dari jangkauan dan
mata...., ??? apa jadinya ya????
Kartini/Sari
No comments:
Post a Comment