> Seorang penyair -umpamanya- memiliki cara yang unik dalam
> mengekspresikan idenya, pada saat yang sama si penyair itu menggunakan
> bahasa yang persis sama dengan bahasa yang digunakan oleh pembacanya
> (umpamanya bahasa indonesia). Kita melihat keanekaragaman antara si
> penyair dengan pembacanya (dan bukan keseragaman). Pada saat yang
> sama, ada kesamaan antara penyair itu dengan pembacanya. Malah kalau
> kita perhatikan dengan teliti, ada sangat banyak kesamaan antara si
> penyair itu dengan pembacanya. Jauh lebih banyak kesamaan daripada
> perbedaannya.
>
> Dengan demikian keanekaragaman adalah sesuatu yang muncul pada level
> yang lebih tinggi.
>
> Contoh lain.
> Kalau kita pelajari molekul-molekul, senyawa kimiawi, atom-atom,
> partikel-partikel, yang menyusun tubuh kita, maka kita tidak melihat
> perbedaan apapun antara kita dengan monyet atau kambing! Tahukah anda
> bahwa lebih dari 95% susunan DNA manusia adalah persis sama dengan DNA
> monyet?
>
> Molekul dan struktur rambut orangutan sama persis dengan molekul dan
> struktur rambut manusia. Perbedaannya: rambut orangutan tumbuh lebat
> di seluruh tubuhnya, rambut manusia hanya tumbuh lebat di bagian
> tertentu.
> Contoh sederhana ini menyatakan bahwa perbedaan manusia dengan orang
> utan bukanlah pada "apa" yang menyusun tubuhnya, tetapi pada
> "bagaimana" susunan itu diatur.
>
> Anda tentu bisa lebih jauh bicara tentang perbedaan manusia dan
> orangutan, yaitu kemampuan akal budinya.
> Sekali lagi, pada prinsipnya otak manusia dan otak orangutan tersusun
> dari molekul dan struktur kimia yang sama. Perbedaannya adalah pada
> "bagaimana" cara menggunakannya. Kalau anda berargumen bahwa volume
> otak manusia lebih besar, maka anda perlu diingatkan bahwa ada spesies
> lain yang volume otaknya lebih besar daripada volume otak manusia!
>
> Point yang ingin saya kemukakan adalah bahwa kesamaan dan
> keanekaragaman tidak bertentangan satu sama lain, namun keseragaman
> bertentangan dengan keanekaragaman.
>
> Anda dan saya mempunyai banyak kesamaan. Anda dan saya sama-sama
> berbicara bahasa Indonesia, sama-sama dilahirkan dan besar di
> Indonesia, sama-sama manusia, dan tidak terhitung lagi kesamaan
> lainnya. Namun anda dan saya tidak seragam! Anda mempunyai ide-ide
> yang berbeda dengan saya, anda mempunyai sudut pandang yang berbeda
> dengan saya, anda mungkin mempunyai iman dan keyakinan yang berbeda
> dengan saya. Perbedaan antara anda dengan saya adalah kekayaan yang
> perlu dipertahankan. Kesamaan antara anda dan saya pun merupakan hal
> yang juga perlu dipertahankan.
>
>
> salam
> tj
Manusia tanpa Manusia=Manusia
Manusia tanpa Tuhan=Binatang
Manusia+Tuhan=Gambar/seRupa Tuhan
Kitab PENGKHOTBAH
3:17
Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar
maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan
ada waktunya."
3:18
Tentang anak-anak manusia aku berkata dalam hati: "Allah hendak
menguji mereka dan memperlihatkan kepada mereka bahwa mereka hanyalah
binatang."
3:19
Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang
sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang
lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak
mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-
sia.
3:20
Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan
kedua-duanya kembali kepada debu.
3:21
Siapakah yang mengetahui, apakah nafas manusia naik ke atas dan nafas
binatang turun ke bawah bumi.
Teori Darwin ada benarnya/salahnya
No comments:
Post a Comment