Tuesday, November 6, 2007

[Berpikir Bebas 705] Re: Persaudaraan dan Perpecahan

On 6 Nov, 00:31, edward <edward...@gmail.com> wrote:
> sepertinya apa yang terjadi sekarang mirip dengan apa yang terjadi
> pada abad pertengahan di Eropa, sejarah terulang kembali hanya bedanya
> kini siapa yang kuat, mayoritas dan siapa yang lemah dan minoritas,
> yang selalu terjepit dengan segala label sesat, kafir dan
> seterusnya......

Saya rasa ini tidak perlu terjadi jika kita punya keyakinan bahwa
agama itu untuk manusia, bukan manusia untuk agama.
Agama membela manusia, bukan manusia membela agama.

Menyatakan ketidak setujuan adalah hak azazi semua orang. Tetapi jika
ketidak setujuan itu dinyatakan dengan membungkam atau menyerang
manusia lain yang pendapatnya tidak kita setujui, maka kita sudah
melanggar hak azazi orang lain itu.

Hak azazi berjalan seiring dengan kewajiban azazi. Salah satu
kewajiban azazi kita adalah menjaga kebebasan kita dalam menyatakan
ketidak setujuan (dus menggunakan hak azazi kita) supaya tidak
melanggar hak azazi orang lain.

Saya mengerti bahwa ada semacam kebingungan dalam konsep hak azazi
ini, yaitu ada orang yang berpendapat bahwa jika ada sekelompok orang
yang memakai baju agama "X", tetapi menafsirkan agama "X" itu secara
berbeda dengan mainstream-nya, sehingga lantas menyandang label
"sesat", maka dianggap bahwa sekelompok orang itu telah "melanggar hak
azazi" dari kelompok yang lebih besar yang merupakan penganut ajaran
mainstream, yang diyakini sebagai satu-satunya yang benar.


> Tuhan selalu memberi kebebasan pada manusia untuk bertindak, hukumnya
> yang terberat hanyalah terik matahari serta banjir...... itupun
> diperkeruh oleh ulah manusia sendiri yang merusak alam tanpa
> kontrol.........tapi manusia selalu arogan, menganggap dirinya paling
> benar....... dan menghukum manusia lain lebih kejam dari Yang Maha
> Kuasa.......padahal adakah kebenaran yang mutlak selain Tuhan
> sendiri....???


Agama bukan Tuhan, Kitab suci bukan Tuhan, ajaran bukan Tuhan,
tafsiran bukan Tuhan.

Hanya Tuhanlah yang benar-benar Tuhan.

salam
tj


> On Nov 6, 1:55 am, Tjipto Juwono <tji...@gmail.com> wrote:
>
> > Lawan persaudaraan adalah keterpecahan. Lawan keanekaragaman adalah
> > keseragaman. keterpecahan tidak sama dengan keanekaragaman.
> > Keseragaman tidak sama dengan persaudaraan. Keanekaragaman baik,
> > keterpecahan buruk. Persaudaraan baik, keseragaman buruk.
>
> > Jikalau saya menghadiri doa bersama dengan berbagai agama dan
> > keyakinan, maka saya melihat keanekaragaman di dalam persaudaraan.
>
> > Jikalau saya melihat sekelompok orang yang dikucilkan, dituduh sesat,
> > bahkan diserang karena perbedaannya, maka saya melihat perpecahan.
>
> > Jikalau saya melihat orang-orang yang tidak berani berpikir kritis,
> > tidak berani berbeda, karena takut dituduh sesat dan dikucilkan, maka
> > saya melihat keseragaman.
>
> > Jikalau saya melihat seseorang yang melihat perbedaan sebagai
> > kesesatan, dan oleh karenanya berusaha menghilangkan perbedaan, maka
> > saya melihat usaha penyeragaman.
>
> > Jikalau saya melihat seseorang yang menyebarkan kebencian terhadap
> > kelompok yang berbeda pendapat, maka saya melihat usaha memecah-belah.
>
> > Prinsip dasarnya: Semua manusia adalah bersaudara. Keanekaragaman
> > adalah kekuatan bukan kelemahan. Keanekaragaman membuat manusia bisa
> > bersaudara
> > dengan tetap menjaga kebebasannya sebagai manusia sehinggga dengan
> > demikian
> > justru bisa menyumbangkan yang terbaik bagi persudaraan seluruh umat
> > manusia.

No comments: