Monday, November 26, 2007

[Berpikir Bebas 726] Re: Dimanakah sorga itu?

Surga bagi saya ga bisa didefinisikan dan ditentukan keberadaannya yg
sebenarnya, perumpamaan sekalipun jika dikaji dengan lebih teliti,
justru semakin membuat keberadaan surga menjadi tidak tepat seperti
keberadaan nya yg sesungguhnya. Semua uppaya manusia tuk menggambarkan
keberadaan dan keadaan surga selalu tidak bisa tidak harus menyertakan
contoh2 diseputar benda2 alamiah.

Kita hanya dapat sejauh percaya bahwa surga itu ada, cukup dengan
melihat semua contoh2nya saja.

On Nov 24, 8:23 am, Tjipto Juwono <tji...@gmail.com> wrote:
> Agama dirancang sebagai konsep yang mudah dicerna oleh akal orang
> kebanyakan. Dengan demikian, orang kebanyakan bisa diarahkan untuk
> hidup yang relatif cukup baik, tidak anarkis. Agama semacam ini bisa
> menjadi motivator yang cukup kuat melalui iming-iming hadiah surga,
> atau ancaman hukuman neraka.
>
> Kalau orang-orang yang berada di surga dibandingkan dengan orang-orang
> di muka bumi, maka relatif tidak ada perbedaan spiritual yang berarti
> (selain bahwa surga yang tadinya diterima melalui iman, sekarang
> tampak sebagai realita).
>
> Di dalam agama semacam ini, surga adalah proyeksi kenikmatan duniawi,
> dan neraka adalah proyeksi penderitaan di dunia.
>
> Kalau di dunia ada rumah mewah, maka di surga ada rumah yang super
> mewah. Kalau di dunia ada makanan lezat, maka di surga ada makanan
> super lezat tanpa batas. Kalau di dunia seorang pria berhubungan
> dengan seorang wanita cantik, maka di surga ada banyak sekali bidadari
> ... yang super cantik.
>
> Dengan demikian, manusianya sama, tempatnya-lah yang berbeda. Yang
> satu di dunia, yang lain di surga. Bahkan konsep tentang surga
> sebenarnya tidak lebih daripada kelanjutan kenikmatan duniawi, dalam
> versi yang "ekstrim".
>
> Seperti halnya tontonan Sepak Bola Dunia, McDonald Hamburger, atau
> sebungkus rokok kretek, agama menjadi hiburan yang mudah, tidak
> membutuhkan perjuangan intelektual atau batin. Bahkan berbeda dengan
> McDonald Hamburger yang mungkin tidak terjangkau rakyat yang paling
> miskin, maka agama adalah hiburan murah yang terjangkau oleh semua
> lapisan.
>
> --
> salam
> tj

No comments: