Wednesday, December 9, 2009

[Berpikir Bebas 858] APATIS

Mungkin negara ini akan adil makmur gemah ripah loh jinawi jika negara
ini diurus oleh para orang pintar yang bijak dan punya niat yang lurus
semata - mata mengabdi buat negara dan bangsa, dengan berpijak pada
nilai - nilai keadilan yang substansi formulasinya paling tidak
terdiri atas teologi keTuhanan, filsafat, dan kebenaran - kebenaran
praktis yang universal . Namun sayangnya kepengurusan ini hanya
dipegang oleh sekelompok elit yang itu - itu saja, yang sudah jelas
dari dulunya cuma pintar dislogan, kaya retroika tapi miskin
implementasi.

Prek !, sejatinya banyak sudah kemuakkan yang harus terus ditahan,
saya kadang mikir apa nasib bangsa ini harus seperti ini terus ?.
Terus menerus disusahin oleh persoalan klasik ( pangan, papan, akses
permodalan dan kesempatan untuk ber-eksis dengan cara - cara yang
fair ) . Saya bukan orang yang gampang yakin dan percaya sama laporan
- laporan ekonomi makro yang njelimet, yang cuma bisa kasih angka -
angka gede tentang kenaikan / kemajuan ini itu di sektor makro. Sy
cuma orang bodoh yang taunya cuma keadaan riel di lapangan yang
ngadepin langsung hasil dari kebijakkan dan tipuan para setan intelek
yang katanya pintar ngurus negara itu , persetan ama grafik - grafik
makro yang ( kelihatannya naik ), keparat ! itu serapah yang paling
sering sy lemparkan ke orang - orang gendeng itu, wong gendeng yang
ingin terus menerus menguasai negara dan apa yang sudah dihasilkan
oleh perut negara ini untuk dimasukkan ke perut mereka dan kroninya.

Kata saya yang apatis, orang - orang pinggiran macam saya akhirnya
harus menghadapi dua pilihan hidup untuk terus hidup. Pilihan pertama
adalah mau ga mau harus ikut arus, arus dari sistem yang sudah dengan
sengaja diciptakan oleh sekumpulan setan, iblis berwujud manusia.
Sistim tipu muslihat yang dibungkus slogan - slogan kerakyatan,
keadilan dan kesetaraan hukum tapi prakteknya cuma bisa ngeduk duit
dan ngabisin duit buat para pemainnya. Pilihan kedua adlah tetap
dengan pijakan idialisme walaupun harus tutup mata dan siap terluka.

No comments: