Dear Farhan,
tx alot 4 comentnya and about that.. I think so
Pada 30 November 2009 16:38, <farhan386@gmail.com> menulis:
Emmm, saya selalu berpendapat bahwa "tidak punya uang" adalah masalah termudah dalam hidup ini. Saya bersyukur bahwa yang saya pusingkan adalah bagaimana makan bulan depan, bayar kontrakan dan aneka tagihan, hingga merampungkan kuliah.
Beruntungnya bahwa saya tidak punya penyakit yang -tidak peduli berapapun uang yang saya miliki- tidak dapat disembuhkan, seperti AIDS.
Saya juga berpendapat bahwa setiap orang punya jumlah masalah yang sama, hanya berbeda bentuk. Masalah orang kecil seperti saya adalah, tidak punya uang. Orang gedean tentu juga punya masalah sendiri. Bisa saja kemana-mana naik mobil mewah, tapi tubuhnya digerogoti penyakit. Punya uang segunung tapi pusing karena tak ada dokter yang mampu menyembuhkan. Minta apapun pada ortu selalu dipenuhi, kecuali minta ortu berada dirumah berkumpul hangat sekeluarga.
Urusan sifat rasanya kita tidak bisa melakukan generalisasi. Banyak kenalan saya yang masuk kategori orang kaya sejak lahir, namun punya kepedulian sosial tinggi serta taat hukum. Dan banyak juga orang kecil yang menggunakan alasan "kesulitan ekonomi" sebagai dalih untuk menganiaya orang lain, mulai dari tukang tambal ban yang sengaja menebar paku dijalan hingga tukang parkir yang menaikkan tarif seenaknya plus menggunakan karcis bekas berkali-kali.
Bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, karena yang diberikan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita. Memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, tapi sebenarnya sama saja.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
No comments:
Post a Comment