Monday, December 3, 2007

[Berpikir Bebas 730] Re: Akal Budi dan keberadaan Tubuh Manusia

Ada satu hal yg acap kali dilupakan (tdk dianggap serius) oleh
manusia, bahwa Tuhan Maha Tahu!
Kepekaan terhadap apapun hendaknya jangan dijadikan sebuah kemegahan
yg menyulitkan diri kita sendiri dan orang lain.

Jika anda berbicara tentang pemetaan, selama ini kecenderungannya
adalah kepada dan dari sudut pandang yg masih terjangkau oleh
kemampuan kita, padahal intinya sebuah "Maping" adalah penaklukan diri
kita kepada kondisi kebenaran yg sedang bekerja di lingkungan yg
terkecil didalam diri kita sendiri.

Salam

On Dec 1, 9:31 am, edward <edward...@gmail.com> wrote:
> Setuju, saya juga pernah membaca kisah seperti dibawah ini, yang saya
> coba kutip sesuai aslinya........ salam....
>
> Alkisah penjelajah itu pulang ke kampung halamannya, Penduduk ingin
> tahu segala sesuatu tentang sungai Amazon. Tetapi bagaimana mungkin
> mengungkapkannya dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya,
> ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar
> seribu satu suara penghuni rimba diwaktu malam? Bagaimana menjelaskan
> perasaan hatinya ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung
> perahu kecilnya melewati arus sungai yang sangat berbahaya?
>
> Ia berkata, 'Pergi dan temukanlah sendiri! Tidak ada yang dapat
> menggantikan pertaruhan nyawa dan pengalaman pribadi', namun sebagai
> pedoman bagi mereka, ia menggambarkan peta sungai Amazon.
>
> Mereka berpegang pada peta itu. Peta itu dibingkai dan diletakkan di
> kantor kotapraja. mereka masing-masing menyalin peta itu. dan setiap
> orang yang mempunyai peta, menganggap dirinya seorang ahli tentang
> sungai amazon. sebab bukankah ia tahu setiap kelokan dan pusaran
> sungai, berapa lebar dan dalamnya, dimana air mengalir deras dan
> dimana terdapat air terjun?
>
> Penjelajah itu selama hidupnya menyesalkan peta yang telah dibuatnya.
> Mungkin lebih baik jika dulu dia tidak menggambarkan apa-apa.
>
> Katanya Buddha tidak mau dipancing untuk berbicara tentang Tuhan,
> rupanya ia menyadari bahaya-bahaya menggambar peta bagi para
> cendekiawan dimasa mendatang.
>
> (kutipan dari 'Burung berkicau' oleh A.de Mello SJ)
>
> On Nov 29, 8:16 pm, AMR <abel.rud...@gmail.com> wrote:
>
>
>
> > Orang yg sehat Akal Budinya pasti menyetujui bahwa Hukum2 Tuhan itu
> > benar adanya dan menyukakan hatinya, tetapi di sisi yang lain, orang
> > yg sehat Akal Budinya dan kesukaannya ialah pada Hukum2 Tuhan
> > tersebut, tidak secara otomatis bisa diartikan bahwa orang tersebut
> > bisa tunduk kepada Hukum2 Tuhan yg disetujui/disukainya.
>
> > Tubuh Manusia atau katakanlah keberadaan manusia (tidak ada manusia yg
> > sempurna!!) bisa dijadikan sebagai sebuah ukuran dan perbandingan,
> > bahwa Hukum2 Tuhan itu sempurna dan Mulia didalam maksud dan
> > tujuaanNYA, semakin disetujui dan disukai kebenaranNYA semakin
> > tertampak bahwa sesuatu yg sempurna hanya dapat terpenuhi tuntutanNYA
> > oleh sesuatu yg sempurna.
>
> > Saya ambil sebuah contoh, seindah dan sebenar apapun sebuah kosa kata
> > yg tersusun, entah dalam bahasa apapun juga, selama terdiri dari
> > huruf2 yg ditulis oleh tangan manusia, paling jauh hanya
> > mengisyaratkan bahwa si penulis hanya sanggup bersaksi dari segala
> > kekurangannya. Saya memakai "istilah" kekurangan hanya sebagai sebuh
> > pesan pengingat bahwa sekaliber Nabi- pun tetap manusia yg punya
> > kekurangan, yg intinya ada sebuah kesaksian dalam bentuk tulisan2
> > tangan manusia yg punya "pengalaman" merasakan semua yg telah
> > disaksikannya dalam bentuk tulisan2 itu sendiri yg tentu kedalaman
> > makna dan artinya hanya bisa dipahami oleh si penulis.
>
> > Tetapi saya yakin, sedahsyat apapun pengalaman tersebut, akan tetap
> > menjadi sebuah harga mati bahwa si penulis bukanlah tokoh tanpa cacat
> > dalam pengertian, sudah melakukan secara sempurna semua yg
> > disaksikannya.
>
> > Didalam tubuh manusia yg terdiri dari darah dan daging ada sebuah
> > Hukum yg lain yg tidak kalah kuatnya dengan Hukum Akal Budi yg juga
> > ada didalam diri manusia, yaitu Hukum Dosa!!!
> > yang membuat semua manusia setingkat nabi sekalipun menjadi terbungkam
> > argumennya oleh keberadaan Akal Budinya masing2.....
>
> > Maranatha- Hide quoted text -
>
> - Show quoted text -

No comments: