Ganyang Malaysia
Oleh: Hendarmin Ranadireksa.(http://www.facebook.com/note.php?note_id=154878207348&id=1553492301&ref=mf)
Di tengah hangatnya berita/opini tentang TERORISME (pasca bom Mariot dan Ritz Carlton) dan penentangan 'upaya pembubaran/penggembosan' KPK (Komisi Pemberantasan KORUPSI), tiba-tiba muncul isu lama, menentang Malaysia. Negeri jiran itu dikutuk/dikecam/digugat telah mencuri milik Indonesia. 'Hilangnya' pulau-pulau Sipadan dan Ligitan, klaim atas Blok Ambalat, hingga 'klaim' atas kekayaan seni & budaya Indonesia. Iklan "Malaysia truly Asia" dinilai sebagai bukti nyata bahwa negeri itu mencomot begitu saja budaya asli MILIK Indonesia. Masyarakat seakan 'digiring', entah oleh siapa, agar percaya bahwa negeri serumpun tersebut, tidak semata telah melecehkan Indonesia namun juga, 'JAHAT'.
Dari mulai unjukrasa 'Ganyang Malaysia', penolakan universitas tertentu menerima mahasiswa asal Malaysia, membakar bendera Malaysia, sengaja dikumandangkan kembali lagu lama "Terang Bulan" oleh media elektronik seakan ingin mengingatkan kembali ingatan publik bahwa lagu kebangsaan negara tersebut mencomot lagu ASLI Indonesia, sebutan Malaysia diganti dengan MALING-sia, Antek NEKOLIM, hingga ada sementara 'tokoh' politik yang menuntut agar pemerintah Indonesia MENAYATAKAN PERANG terhadap negara tsb.
Muncul kecaman terhadap pemerintah RI (pemerintah yang mana? SBY-JK sebagai incumbent atau SBY-Boediono yang baru akan dilantik medio Oktober nanti) sebagai; penakut dan lemah, karena tidak berani bersikap tegas terhadap Malaysia. Apabila tidak ada gempa, yang menelan korban manusia dan kerusakan harta-benda cukup parah a.l. di Ciamis, Tasik, Garut, dan Cianjur, Bandung, dan Sukabumi (tidak tertutup kemungkinan tempat lain juga), agaknya upaya untuk menggelorakan iklim 'konfrontasi terhadap negeri jiran tsb, terus berlanjut.
Agar memperoleh gambaran lebih seimbang di bawah ini dimuat kutipan/copy dari beberapa sumber.
I. MAU KEMBALI KE KONFRONTASI? Jangan ah
Wimar Witoelar - DJAKARTA Magazine
Kata orang, "Sticks and stones may break my bones, but words will never hurt me." Dalam kenyataan, kalau anak kecil kata-kataan, lama- lama suka ada yang nangis atau main pukul. Sekarang banyak teman-teman senang mengejek Malaysia dengan memplesetkan namanya menjadi "maling" atau sejenisnya, dan menyatakan bahwa mereka adalah bangsa kerdil. Padahal menurut saya bangsa yang kerdil adalah bangsa yang mudah tersinggung.
Semasa kecil, ada juga anak yang mudah tersinggung, dan kurang bisa menyalurkannya, maka dia membalas dengan pukulan. Anak yang pinter mencari jalan untuk membuat pihak lawannya takluk tanpa melayangkan tinju atau melempar batu. Makanya kalau sekarang ada yang hobby tiap hari mengejek Negara tetangga di milis, di facebook, di twitter, dalam demo panas-panasan, rasanya ingin juga ada yang mengatakan: "hey kids! cool down the malaysian bashing. it is soooo back-to-60s narrow nationalistic confrontation days."
Pada tanggal 20 January 1963, Menteri Luar Negeri RI Subandrio mengumumkan bahwa Indonesia akan menempuh jalan Konfrontasi melawan Malaysia. Pada tanggal 27 Juli tahun yang sama, Presiden Sukarno menyerukan "Ganyang Malaysia". Muncul demonstrasi mendukung penuh emosi, pendaftar sukarelawan, poster, lagu semua kecuali halaman Facebook karena belum ada internet. Orang yang semangat perang maju sebagai sukarelawan, termasuk mahasiswa. Tentara Indonesia, Malaysia dan Inggris terlibat dalam operasi militer. Terus?
Dutabesar Malaya (belum menjadi Malaysia) diusir dari Jakarta. Gedung Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dibakar. Ratusan orang menghancurkan Kedutaan Singapura di Jakarta dan rumah diplomatnya. Di Malaysia, agen Indonesia ditangkap dan gedung KBRI diserang.
Konflik berlanjut dan pada akhirnya menghasilkan korban, paling banyak di pihak Indonesia berjumlah 590 killed, 222 cedera dan 771 ditangkap. Dua anggota Marinir Indonesia yang waktu itu dikenal sebagai KKO yang melakukan pemboman MacDonald di Singapore dihukum mati di tiang gantungan, mengabaikan himbaua Presiden Suharto.
Pada tanggal 11 Maret 1966 Sukarno menyerahkan kekuasaan kepada Suharto dan pada tanggal 28 Mei 1966 pemerintah Malaysia dan Indonesia menyatakan bahwa konflik sudah berakhir. Perjanjian pedamaian ditandatangani pada tanggal 11 Agustus dan diratifikasi dua hari sesudahnya.
Phew…… Apakah kita ingin kembali pada zaman konfrontasi? Jangan ah. Dulu sih hidup susah dan banyak orang mau perang melawan Malaysia sebab Presiden Sukarno memberikan pengarahan bahwa penderitaan kita disebabkan oleh Malaysia. Sekarang hidup masih susah, tapi kita sudah lebih dewasa dan tahu bahwa penderitaan bukan disebabkan oleh pihak luar. Yang ada adalah kejengkelan. Jengkel bahwa batik, reog Ponorogo, tari pendet di klaim Malaysia. Walaupun dijelaskan bahwa iklan swasta di saluran televise swasta bukan karya pemerintah Malaysia, orang menganggap itu tanggung jawab pemerintah. Oke lah, tapi kalau memang demikian, apa harus terus dipanas-panaskan sampai marah, demo dan bahkan ada yang mau perang?
Banyak kejengkelan kita pada Malaysia. Saya tidak tahu mengapa baru diangkat sekarang, persamaan antara lagu kebangsaan Malaysia dengan lagu 'Terang Bulan'. Pada waktu pertama dinyanyikan di Malaya (lagu ini adalah adaptasi dari lagu Kesultanan Perak), persamaan lagu ini sudah menjadi olok-olokan, sampai pemerintah Indonesia menghentikan penggunaan lagu 'Terang Bulan' tersebut. Keterangan ini diberikan dalam website Malaysia: 'The anthem was previously known in Malaya and Indonesia as a popular song entitled "Terang Bulan" (Moonlight), which has since been banned from being performed.'
Wikipedia menjelaskan bahwa lagu 'Terang Bulan' sendiri menggunakan melodi ciptaan Pierre-Jean de Béranger (1780-1857), dan banyak dinyanyikan di wilayah milik Perancis di Lautan Hindia seperti kepulauan Seychelles. Kemudian banyak dinyanyikan di Malaya dan diberi nama 'Terang Bulan.'
Banyak lagu yang mempunyai persamaan dan disuarakan di berbagai Negara. Lagu perjuangan 'Dari Barat sampai ke Timur' atau "Dari Sabang sampai Merauke' sangat mirip lagu nasional Perancis 'La Marseillaise.' Semasa kecil saya suka marah kalau diperdengarkan persamaan lagu Indonesia Raya dengan salah satu lagu penyemangat mahasiswa Universitas Yale di Amerika Serikat. Bagi saya, kalau sudah ada konsenses bahwa suatu lagu menjadi milik public, maka asal-usulnya tidak perlu dipersoalkan, sebab seni dan kebudayaan harus bisa menembus batas waktu, tempat dan kepemilikan. Tidak ada yang mempersoalkan bahwa sendratari Ramayana dan Mahabharata digelar di Negara luar India termasuk Indonesia. Juga tidak ada masalah serius dengan tarian ballet yang dibanggakan oleh puluhan gedung kesenian di Negara berbeda-beda.
Anak kecil memang sering berebut mainan, dan suka marah kalau mainannya dipakai orang, tapi setelah orang tidak memperhatikan, mainan itu dibiarkan.
Jadi, apakah harus dibiarkan, pembajakan harta seni kita oleh Malaysia? Ya tidak lah. Seni yang bisa di copyright, mari kita copyright. Lagu, tarian, gaya lukisan yang sudah menjadi milik budaya umum, dipertahankan dengan menanamkan 'brand' Indonesia untuk dikenal seluruh dunia. Persepsi adalah realitas. Kalau orang sudah menganggap bahwa batik itu Indonesia, maka sama juga seperti kita melihat sashimi adalah Jepang, rock and roll adalah Amerika, dan spaghetti adalah Italia. Pengakuan dunia tidak akan berubah dengan cara meronta-meronta melawan pihak lain, sebab yang menjadi korban adalah harga diri kita sendiri. Kita tidak mau mempermurah nama Indonesia menjadi bangsa yang tidak 'eksis' kecuali dengan marah-marah.
II. STOP ANTI-MALAYSIA
Saif
COPAS dari MILIST bozz....
Hanya ingin menampilkan sisi lain dari Malaysia.... Karena sudah terlalu banyak kita berteriak-teriak anti Malaysia dan sebagainya... Semoga postingan ini bisa sedikit membuat kita lebih "cool" dalam menyikapi pemberitaan di media tentang negara tetangga kita... Selamat membaca!!
Tolong stop anti-malaysia!
Jangan salah sangka dulu, saya sendiri orang indonesia. Saya malu sekaligus sedih dengan persengketaa orang-orang indonesia terhadap yang pikirannya agak dangkal, tapi orang indonesia harus tau ini. Orang indonesia telah dikenal sebagai orang yang agresif dan brutal ketika telah berbicara di forum, sering mengeluarkan kata-kata kasar yang merusak nama baik bangsa indonesia sendiri. Maling, anjing, fuck atau apa pun.
Semuanya adalah kesalahpahaman. ..
Tentang Pendet: COME ON! Jangan terlalu di bodoh2i media, Iklan itu dibuat discovery channel di singapura. Malaysia sama sekali tidak ikut campur dalam pembuatannya. TAPI MEDIA INDONESIA TERKESAN MENUTUP MATA atau mungkin memang udah tuli, masih saja terus2an bilang kalo itu iklan tourism malaysia. HELLO? yang seharusnya kita marah2i itu ya discovery channel. Jero wacik juga sama gobloknya pake nuntut permintaan maaf dari malaysia. SO IGNORANT! jangan lupa kalau tujuan media adalah mencari uang sebanyaknya! selagi beritanya hot mereka akan terus siarkan walaupun tidak benar!
Tentang Polisi Malaysia dan TKI : Baru2 ini keluar video penyiksaaan TKI, padahal video tsb telah dinyatakan tidak benar, orang yang disiksa adalah orang malaysia sendiri. Masyarakat malaysia memang tidak menyukai TKI apalagi yang illegal, namun mereka tetap menghormati masyarakat indonesia pada umumnya. Asal anda tau saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL DI MALAYSIA. Meraka berpakaian norak plus alay, dengan kebiasaan hidup yang ugal2ugalan. Tidak jarang mereka nyambi sbg PSK, penjual narkoba, MALING, RAMPOK, dan buat geng yang meresahkan. Sebagian besar penjara di malaysia dipenuhi TKI! maka jangan salahkan kalo mereka bertindak tegas thd TKI ( ingat walaupun tindakan mereka sudah keras dan tegas masih tetap saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL di malaysia, apalagi kalo petugas malaysia bersikap lembek????
Tentang kekerasan Majikan thd TKI :tidak perlu dibesar2kan, karena ini seharusnya tidak menggangu hubungan kedua negara. COME ON HAL INI JUGA TERJADI DI INDONESIA SETIAP HARI atau mungkin tiap jam (tapi gak ke ekspose) kalo yg gak percaya silahkan nonton sinetron indonesia! ada banyak sinetron yang bertema ini menggambarkan hal tsb benar2 nyata di kehidupan kita
Tentang reog dan kuda lumping : ADA 1 JUTA KETURUNAN JAWA DI MALAYSIA di luar TKI. Sebagian besar tinggal di johor. Apa salah mereka mempraktekan kebudayaan mereka? ADA BUKTI KALO MALAYSIA MENGATAKAN BAHWA KEBUDAYAAN TSB BERASAL DARI NEGARA MEREKA? TIDAK ADA! lagi2 anda dibodohi MEDIA
ARTI KLAIM SEBENARNYA : klaim bukan berarti bahwa budaya tsb BERASAL dari negara si pengklaim. Tapi menunjukan bahwa budaya yg di klaim telah menjadi budaya negara. Soal asal muasal budaya tsb tidak jadi soal!! UNESCO SENDIRI TELAH MENGATAKAN BAHWA 1 BUDAYA YANG SAMA DAPAT DI KLAIM OLEH LEBIH DARI 1 NEGARA. KARENA BUDAYA BUKAN MILIK NEGARA TAPI MILIK BANGSA. jadi tidak perlu marah kalo malaysia mengklaim rendang, sate atau kebudayaan melayu dan indonesia lainnya lainnya karena sebenarnya kita juga bisa melakukannya!
Tentang klaim budaya : ADALAH SALAH SATU HAL TERBODOH YANG PERNAH ADA. Hal ini benar2 menunjukan bahwa orang indonesia sangat dangkal pikirannya dan gampang di pengaruhi media! Orang di luar negeri sedang menertawakan keserakahan dan kebodohan kita!
Tentang batik dan wayang : Batik malaysia berasal dari trengganu dan motifnya sangat berbeda dari batik jawa. Wayang malaysia bukan berasal dari jawa tapi dari thailand. BTW thailand tidak pernah mempermasalahkan ini! Mereka lebih matang dalam berpikir!
TTG rasa sayange : Lagu rasa sayang telah ada di malaysia sejak awal 1940an!! dan lagu ini telah menjadi lagu rakyat! lagipula rasa sayange adalah lagu anonim! tidak ada salahnya mereka memakai lagu itu! toh malaysia tidak mengklaim lagu tersebut! ADA BUKTI KALAU MALAYSAI MENGKLAIM? TIDAK ADA! lagi2 media membodohi anda!
Tentang sipadan dan ligitan : tanyakan saja kepada world court yang memenangkan malaysia! mereka mungkin sudah mengetahui kedangkalan kita!
Tentang ambalat : Saya yakin orang yang duduk di kantor pemerintahan sana sudah cukup berpengalaman dan pintar ttg masalah sengketa! biarlah masalah ini diselesaikan kedua pimpinan negara.
Saya juga mau memberi tau sesuatu :
Tau tempura? ya makanan jepang. Tapi taukah anda tempura dibawa dan diperkenalkan oleh orang portugis? nama aslinya adalah tempora! tempura telah menjadi makanan jepang namun portugis tidak pernah mempersalahkannya! karena mereka tidak dangkal seperti kita! mereka tidak ada waktu untuk berteriak di jalan, berdemo spt orang gila, dan membakar bendera.
Tau sepak takraw? sepak takraw berasal dari thailand! nama aslinya adalah tuck-rouw! tapi thailand tidak pernah mempermasalahkan malaysia yang memasukkan sepak takraw kedalam iklan promosi wisata!
SO PLEASE INDONESIANS! PLEASE BE SMART, MATURE, dan SOPAN! tunjukan bahwa kita masyarakat beradab! jangan gampang di ombang ambing media!
FYI ada ratusan ribu masyarakat keturunan bugis, banjar, minang dan palembang dan 1 juta keturunan jawa! semua diluar TKI lo! jadi sangat lumrah adanya share budaya!
FYI presiden malaysia saat ini adalah keturunan bugis!
FYI, istilah 'melayu' atau 'malay' di malaysia mencakup semua suku yang austronesia (termasuk orang filipino,sumatera, dan jawa) yang beciri kulit sawo matang spt kita! jadi jangan aneh kalo reog di katakan menjadi salah satu kebudayaan melayu! jangan aneh juga kalo misalnya anda datang ke malaysia anda akan dianggap seorang malay (walaupun sebenarnya anda mungkin orang batak atw madura!)
Pesan utk para nationalist yang idiot dan brutal : pelajari lagi kebudayaan ASEAN! carilah bukti-bukti bukan media! kalo jalan2 ke luar negeri jangan cuma nyari shopping atau disneyland aja dong, dateng juga ke cultural centre dan museum!
Perkaya wawasan anda!
perspektif.net
koprol.com/user/ wimar
III. TENTANG WILAYAH INDONESIA
Oleh: Hendarmin Ranadireksa.
Barangkali bukan semata Sipadan-Ligitan, Reog, Pendet, dll, kegeraman terhadap negeri jiran itu mungkin karena mereka tidak memilih jadi salah satu provinsi Indonesia......
Sidang Dokuritu Zyunbi Tyosa Kai (BPUPK) dan Laporan BPUPK yang ditujukan pada PYM Gunseikan Kakka, 18 Juli 1945.
Pidato Soekarno Iin dalam Sidang BPUPK tentang wilayah Indonesia;
"……Maka demikian pula, jikalau saya melihat letaknya pulau-pulau yang tersebar di antara Asia dan Australia, di antara Lautan Pasific dan lautan Hindia, saya mengerti bahwa itulah ada satu kesatuan yang telah dikehendaki Allah SWT. Lihatlah tuan-tuan di peta dunia gambar kepulauan Indonesia. Nyatalah sekali itu satu kesatuan. Maka di dalam sidang ini saya akan memberikan suara saya kepada faham, bahwa negara Indonesia Merdeka harus meliputi pula Malaya dan Papua itu saja. Kita bukan waris orang Belanda. Malaya telah di dalam tangan Dai Nippon Teikoku, Papua telah di dalam tangan Dai Nippon Teikoku, Boreno Utara telah di dalam tangan Dai Nippon Teikoku,Timor bagian Timur telah di dalam tangan Dai Nippon Teikoku. Kita sekarang tidak akan bicara dengan Belanda atau Inggris, tetapi kita bicara dengan Dai Nippon Teikoku itu adanya……" . (RM A.B. Kusuma, ''Lahirnya UUD 1945'', Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2005, h. 255)
Pidato Hatta Iin dalam Sidang BPUPK tentang wilayah Indonesia;
"……Kalau sekiranya rakyat Malaka sendiri ingin bersatu dengan kita, saya tidak melarang. Cuma tentang Papua, kemarin saya dengar uraian-uraian yang agak menguatirkan, oleh karenanya bisa ini, menimbulkan kesan ke luar, seolah-olah kita mulai dengan tuntutan yang agak imperialistis. Kemarin saya dengar strategi tentang Malaka dan Papua diminta buat Indonesia, didasarkan pada strategi……". (ibid, h. 251)
• Sementara itu Laporan Dokuritu Zyunbi Tyosa Kai (BPUPK) yang ditujukan pada PYM Gunseikan Kakka, 18 Juli 1945, menyebutkan bahwa dari 3-alternatif wilayah Indonesia;
a. Hindia Belanda dahulu (19 suara).
b. Hindia Belanda ditambah dengan Malaya, tetapi dikurangi dengan Papua (6 suara).
c. Hindia Belanda ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Portugis Timur, dan Papua seluruhnya
dengan pulau-pulau sekelilingnya (39 suara).
Tambahan: Lain-lain (1 suara, tidak disebutkan secara spesifik), Blanko (1 suara)
• Berdasarkan pemungutan suara tersebut di atas maka yang diajukan adalah poin 'c', yakni:
''Hindia Belanda ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Portugis Timur, dan Papua seluruhnya dengan pulau-pulau sekelilingnya''. (ibid, h. 461. )
_______________________________________________________________________
Muslim Indonesia dan Malaysia Siap Perang Berebut "Tari Pendet"?
Melihat bangsa Indonesia dan Malaysia yang saat ini bersitegang bahkan siap perang karena rebutan lagu "Rasa Sayange" dan "Tari Pendet", saya trenyuh juga. Apalagi banyak orang yang saya lihat Muslim yang cukup taat, kok bisa-bisanya jadi benci Malaysia karena itu?
Saya lihat lagu "Rasa Sayang" itu adalah nyanyian anak muda di Ambon yang dinyanyikan ketika pesta dengan lirik: "rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange.." ada pula lirik lainnya "boleh kita menumpang mandi." Kemudian "Tari Pendet", dari Wikipedia disebut merupakan tari penyambutan turunnya para "Dewata" ke dunia. Kok bisa-bisanya ummat Islam berani "berjihad" perang untuk hal semacam itu, tapi jika disuruh berjihad untuk menegakkan agama Allah pada "ketakutan" atau "alergi"…
Sesungguhnya penduduk Malaysia dan Indonesia beragam. Ada etnis Cina, India, Arab, dengan suku yang terbesar dari Melayu. Agamanya pun bermacam-macam. Ada Budha, Hindu, Kristen, dengan Islam sebagai agama terbesar. Jadi keduanya mayoritas adalah dari rumpun Melayu dan beragama Islam. Fisiknya sama. Bahasanya pun hampir sama. Budayanya pun sama karena masih satu suku.
Sekitar 2 juta warga negara Indonesia bekerja di Malaysia. Banyak orang Indonesia yang sudah jadi warga Malaysia sehingga lahir dan besar di Malaysia. Ada yang dari suku Bugis, Banjar, Riau, Jawa, dan sebagainya.
Jika di Indonesia etnis Cina suka mengadakan acara Barongsay, Imlek, dan sebagainya, ini bukan berarti bangsa Indonesia mengklaim budaya Barongsay atau Imlek sebagai milik Indonesia. Bukan berarti Indonesia mencuri budaya Cina. Atau jika warga Indonesia keturunan Arab mengadakan lagu gambus, dsb, bukan berarti Indonesia mencuri budaya Arab.
Begitu pula dengan warga Malaysia keturunan Indonesia. Jika mereka mengadakan acara budaya yang merupakan milik sukunya, misalnya warga Banjar di Malaysia mengadakan acara adat Banjar, bukan berarti mereka mencuri budaya Banjar/Indonesia.
Setiap budaya yang bagus/unggulan pasti disukai orang di seluruh dunia. Contohnya di seluruh dunia orang belajar "KARATE" dan "ORIGAMI." Toh semua orang tahu bahwa keduanya dari Jepang dan tak ada satu negara pun (termasuk Malaysia) yang berani mengklaim itu milik negara mereka.
Begitu pula kita semua tahu bahwa "BARONGSAY" dan "WUSHU" dari Cina. "TAE KWON DO" dari Korea meski di seluruh dunia kebudayaan itu dipraktekkan.
Nah harusnya kita bisa meniru Jepang, Cina, dan Korea yang bisa mensosialisasikan kebudayaan mereka orang di seluruh dunia tahu budaya itu milik mereka. Kita harus introspeksi diri agar jadi bangsa yang besar. Bukan bangsa yang paranoid, inferior, dan cuma bisa meributkan masalah kecil tanpa bisa memakmurkan dan memajukan rakyatnya.
Jadi semua harus dihadapi dengan tangan dingin. Jangan mudah "dibakar" atau "dikompori" penyiar berita di TV. Apalagi kasus "Tari Pendet" ternyata merupakan kesalahan "Discovery Channel" yang memuat klip "Tari Pendet" dalam iklan promo wisata Malaysia.
Kalau pun ada warga Malaysia (bisa dari etnis Cina, India, atau Melayu) yang melakukan plagiat, itu bukan alasan bagi kita untuk menyamakan bahwa seluruh rakyat Malaysia adalah maling dengan menyebutnya "Malingsia."
Warga Indonesia pun banyak yang melakukan plagiat/penjiplakan lagu-lagu asing, sinetron asing. Bahkan pujangga paling terkenal Chairil Anwar pun ternyata melakukan penjiplakan/plagiat.
http://kemudian.com/node/81514
Lihat contoh daftar Sinetron Bajakan yang begitu panjang yang dilakukan warga Indonesia. Apakah karena perbuatan segelintir orang itu berarti kita semua adalah maling? Tidak bukan?
http://www.fupei.com/IDForum-viewthread-tid-6324.html
Allah mengatakan sesungguhnya orang beriman itu bersaudara:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." [Al Hujuraat:10]
Seandainya seluruh ummat Islam bersatu dalam satu negara Islam, tentu tidak perlu lagi bangsa Indonesia dan Malaysia berebut wilayah seperti pulau Sipadan dan Ligitan.
Allah memerintahkan ummat Islam untuk bersatu:
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, danjanganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Ali 'Imran:103]
Tak pantas ummat Islam saling ejek seperti Muslim Indonesia menyebut Muslim Malaysia sebagai "Malingsia" dan Muslim Malaysia mengejek Muslim Indonesia sebagai "Indon":
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [Al Hujuraat:11]
Kita harus mewaspadai orang-orang kafir yang ingin memecah-belah dan mengadu domba ummat Islam:
"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)." [At Taubah:107]
Jangan terlalu mempercayai media TV Swasta yang dikelola Non Muslim yang bersifat "mengompori" dan mengadu-domba ummat Islam tanpa tabayyun kepada pihak yang difitnah:
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." [Al Hujuraat:6]
Pernahkah kita memeriksa berita tersebut kepada teman/saudara kita orang Malaysia agar kita tidak menghina apalagi menyerangnya tanpa tahu masalah sebenarnya?
Kita juga dilarang memecah-belah agama kita dan memecah persatuan ummat Islam sehingga saling bunuh satu sama lain.
"Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." [Ar Ruum:32]
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat" [Ali 'Imran:105]
"…Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.." [Asy Syuura:13]… Baca Selengkapnya
Sesungguhnya orang yang mati karena membela fanatisme golongan/kebangsaan, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah atau masuk neraka. Seharusnya ummat Islam mati syahid karena Allah:
Barangsiapa membangkang dan meninggalkan jama'ah lalu mati maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera nasionalisme (kebangsaan atau kesukuan) yang menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan fanatisme golongan lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. An-Nasaa'i)
Jika orang-orang Islam saling perang dan saling bunuh, maka keduanya masuk neraka:
Jika terjadi saling membunuh antara dua orang muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, "Itu untuk si pembunuh, lalu bagaimana tentang yang terbunuh?" Nabi Saw menjawab, "Yang terbunuh juga berusaha membunuh kawannya." (HR. Bukhari)
Terlepas dari itu semua, agar milik Indonesia tidak direbut pihak asing, Indonesia harus jadi bangsa yang mandiri. Jangan menjual kekayaan alam, BUMN, atau lainnya ke pihak asing. Kemudian semua lagu dan budaya milik Indonesia yang bermanfaat harus didokumentasikan dan diumumkan dengan baik misalnya melalui DVD, situs dan TV sehingga semua orang tahu itu milik siapa.
Sebetulnya banyak masalah yang jauh lebih penting ketimbang merebutkan "Tari Pendet" yang diakui Malaysia sebagai kesalahan dari Discovery Channel Singapura yang memasukkan clip Tari Pendet ke Promo Malaysia (meski pemerintah Malaysia juga turut bersalah karena kurang jeli). Sebagai contoh masalah penguasaan kekayaan alam oleh asing sehingga menurut PENA Rp 2.000 trilyun/tahun kekayaan alam Indonesia yang seharusnya bisa dipakai memakmurkan rakyat Indonesia justru masuk ke kantong asing.
Akibatnya jutaan rakyat Indonesia kelaparan di mana ribuan di antaranya tewas:
Harusnya hal-hal yang penting seperti di atas yang diperjuangkan sampai mati.
Lagu Rasa Sayang
ini lagu dah dari jaman dulu dinyanyiin ama orang-orang Ambon saat mereka ngadain pesta, anak-anak muda-nya tuh suka berbalas pantun pake lagu ini.. dimana bagian rasa sayange, rasa sayang sayange, lihat nona dari jauh rasa sayang sayange..
http://www.jessfortress.com/little-something/lagu-rasa-sayang/
Tari Pendet
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pendet
Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Selasa, 25 Agustus 2009 13:23 WIB
Iklan Tari Pendet Dibuat Oleh Discovery Channel
Kuala Lumpur (ANTARA News) – Iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan dibuat oleh KRU Sdn Bhd, Kementerian Pelancongan atau Kementerian Kebudayaan Malaysia.
"Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat oleh kami tapi dibuat sendiri oleh Discovery Channel," kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.
"Kami baru tahu bahwa ada protes dan kemarahan rakyat Indonesia atas promosi itu kemarin ketika wartawan-wartawan Indonesia menghubungi saya. Kami telah menghubungi Discovery Channel kemudian mereka telah menarik promosi itu dan menggantinya dengan yang baru," kata Norman.
KRU membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan oleh 23 negara di seluruh dunia. Tema-tema film dokumenter ialah "The Melakan Portuguese – Preserving Their Heritage, "Bajau Laut – Nomad of The Sea", "Keris – The Myth & The Magic" dan Kellie`s Castle – Myth & Mystery", dan "Batik" dan "Wau".
"Dalam mengungkap Batik di Malaysia, dalam film dokumenter kami jelas mengungkapkan bahwa batik Malaysia itu asalnya dari batik Jawa," kata Norman, yang mengaku orang tuanya adalah keturunan Sumatera Utara.
Baca selengkapnya di:
http://antaranews.com/berita/1251181413/iklan-tari-pendet-dibuat-oleh-discovery-channel
Indonesia
Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[52] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.[52] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.[40] Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[53]
http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia
Malaysia
Suku Melayu menjadi bagian terbesar dari populasi Malaysia. Terdapat pula komunitas Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar. Bahasa Melayu dan Islam masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara.
http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia
Daftar Sinetron Bajakan
http://www.fupei.com/IDForum-viewthread-tid-6324.html
Itu baru satu contoh judul..mau tahu sinetron lainnya:
1. Benci Bilang Cinta (Goong / Princess Hours – korean drama)
2. Benci Jadi Cinta (My Girl – korean drama)
3. Impian Cinderella (Prince Who Turns Into Frogs – taiwan drama)
4. Cowok Impian (It Started With A Kiss – taiwan drama)
5. Putri Kembar (100% Senorita / Twins – taiwan drama)
6. Dua Hati Satu Cinta (Qin Shen Shen Yu Meng Meng / Kabut Cinta – taiwan drama)
7. Sumpeh Gue Sayang Loe (Smile Pasta – taiwan drama)
8. Kau Masih Kekasihku (At The Dolphin Bay – taiwan drama)
9. Pangeran Penggoda (Devil Beside You – taiwan drama)
10. Rahasia Pelangi (Love Apart A Moment – taiwan drama)
11. 2 Hati (Snow Angel – taiwan drama)
12. Berani Tampil Beda (Magicians of Love / Ai Qing Mo Fa Shi – taiwan drama) – apparently belon maen
13. Benar-benar cinta (Devil Beside You – taiwan drama)
14. Bukan Diriku (Anything For You – japanese drama)
15. Pengantin Remaja (My Little Bride – korean drama)
16. Bintang (HZGG – taiwan drama)
17. Pacarku Besar Sekali – ftv (My Name is Kim Sam Soon – korean drama)
18. Katakan Kau Mencintaiku (Sad Love Song – korean drama)
19. Cincin (Beautiful Days – korean drama)
20. Liontin (Glass Shoes – korean drama)
21. Wulan (Term of endearment)
22. Intan (Be Strong Geum Soon – korean drama)
23. I love you, Boss! (Bright Girl's Success Story – korean drama)
24. Buku Harian Nayla (1 litre of tears – japanese drama)
25. Janji Jaya (My Name is Kim Sam Soon – korean drama)
26. Cinta Remaja (My Sassy Girl Choon Hyang – korean drama)
27. Darling (My Name is Kim Sam Soon – korean drama)
http://kemudian.com/node/81514
Dalam sejarah sastra tanah air, menurut Ayip Rosidi, perbuatan plagiat yang amat masyhur ialah yang dilakukan oleh penyair Chairil Anwar. Akan tetapi, perbuatan itu baru diketahui setelah sang penyair meninggal dunia.
Sahabat- sahabatnya seperti HB Jassin dan Asrul Sani membela perbuatan tersebut dengan mengatakan bahwa Chairil terpaksa berbuat demikian karena pada waktu itu dia memerlukan uang untuk berobat.
Namun, perbuatan memplagiat sajak Hsu Chi Mo (Datang Dara Hilang Dara), Archibald MacLeish (Krawang-Bekasi), dan lain-lain tetap merupakan perbuatan tercela yang mencoreng kemasyhurannya sebagai penyair terkemuka walaupun kepeloporannya dalam per-puisian Indonesia tetap diakui.
_____________________________________________________________________________
No comments:
Post a Comment