Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan kecelakaan pesawat milik TNI,
termasuk kecelakaan helikopter jenis Bolcow BO 105 di Cianjur, Jawa
Barat, tidak terlepas minimnya anggaran militer dan pertahanan. "Saya
kira memang ada masalah karena minimnya anggaran, tapi hal itu jangan
dipolitisasi," kata Prabowo Subianto ketika melayat almarhum Kolonel
Ricky Samuel di persemayaman sementara di Balai Komando Kopassus
Cijantung, Jakarta, Selasa (9/6).
Soal anggaran militer dan pertahanan, kata dia, semua pihak menginginkan
yang terbaik, yakni lebih baik dari saat ini. "Tapi kita juga harus
menyadari kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum memungkinkan
meningkatkan anggaran tersebut," kata mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.
Menurut dia, diharapkan perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih baik,
sehingga anggaran militer dan pertahanan juga bisa lebih baik. Ketika
ditanya, jika terpilih sebagai Wakil Presiden (Wapres) apakah akan
meningkatkan anggaran militer dan pertahanan, Prabowo mengatakan,
anggaran tersebut bisa ditingkatkan jika perekonomian Indonesia
diperbaiki dan kekayaan negara diselamatkan.
Prabowo juga menyatakan belasungkawa yang dalam atas gugurnya tiga
prajurit TNI pada kecelakaan pesawat helikopter di Cianjur, Senin (8/6).
Menurut dia, musibah jatuhnya pesawat helikopter jenis Bolcow BO 105 di
Cianjur, Jawa Barat, adalah salah satu risiko yang harus dihadapi
prajurit TNI.
Diakuinya, kehidupan militer itu penuh risiko tapi harus dihadapi,
termasuk risiko kecelakaan pesawat. "Kecelakaan pesawat itu musibah,
kita semua tidak menginginkannya tapi hal itu terjadi," katanya.
Pesawat helikopter jenis Bolcow BO 105 yang jatuh di Cianjur, Jawa
Barat, Senin (8/6) siang, dalam perjalanan meninjau latihan peningkatan
keterampilan perorangan anggota TNI. Selain Kolonel Ricky Samuel, dua
prajurit TNI lainnya yang gugur adalah Kapten Inf Agung Gunanto dan
Lettu Pnb Yuli Sasongko.
GO PRABOWO GO.... GO PRABOWO GO....
hanya ingin share...
No comments:
Post a Comment