Pak Jusuf yth,
Ijinkan saya berkomentar sekali lagi:
--- In psikologi_transformatif@yahoogroups.com, Jusuf Sutanto <jusuf_sw@...> wrote:
>
> Soal Ajeng dan Fiersha :
> Saya yakin dua orang ini tidak akan muncul begitu saja dari pasar dengan prosedur normal ikut dalam kontes ini karena effort nya akan demikian besar untuk bisa ditanggung oleh kedua orang tersebut.
> Skenario seperti ini saya yakin tidak akan terjadi di negara asalnya Mexico.
> Ini pasti hasil kreativitas pihak TV Indosiar itu sendiri. Lalu apa dasar pertimbangannya ?
Setuju bahwa Ajeng dan Fiersha tidak akan muncul begitu saja tanpa ada kesempatan di Mamamia. Pertimbangan lolos seleksinya Ajeng & Fiersha bisa macam2; salah satunya mungkin versi "Kearifan Kuno" yang Bapak jabarkan. Yang saya garis bawahi adalah: setelah mendapat kesempatan, Ajeng & Fiersha tidak akan berhasil jika mereka tidak bekerja keras untuk mengubah nasib :) Kesempatan yang diberikan Indosiar tidak akan ada hasilnya apa2 jika Ajeng & Fiersha tidak mau mengubah dirinya :)
Bapak menggunakan kearifan kuno, saya lebih suka menggunakan ajaran agama saya, Islam, bahwa: tidaklah Tuhan akan mengubah nasib seseorang jika orang itu tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri :) Ikthiar Ajeng & Fiersha mencari peluang diberkahi Tuhan dengan kesempatan lolos, dan ikhtiar mereka bekerja keras diberkahi Tuhan dengan "kemenangan" :)
Penjabaran Bapak tentang "Kearifan Kuno" menarik, dan saya melihatnya sebagai sesuatu yang baik. Saya tidak memiliki keberatan tentang itu, karena memang nilai2nya bagus sekali untuk mengembangkan diri manusia. Namun penjabaran itu terpaksa saya potong karena [menurut hemat saya] tidak fokus kepada apa yang sedang dibicarakan: tentang sentilan Bapak terhadap psikologi :) Jadi saya langsung loncat saja pada bagian psikologi:
> Berbeda dengan aliran behaviouristik seperti Freud yang meneliti orang sakit jiwa, lalu membuat teori tentang orang sehat ; atau Pavlov yang meneliti getah lambang anjing ketika diberi makan sambil membunyikan bel. Atau A.Maslow yang meneliti hirarkhi kebutuhan.
> Atau konsep IQ dan EQ berdasarkan fungsi faali otak kiri dan kanan.
>
> Karena itu sudah saatnya kita mulai menemukan kembali kearifan kuno untuk memperkaya (bukan melecehkan) ilmu psikologi kontemporer.
Setuju sekali dengan kalimat Bapak yang terakhir: "Karena itu sudah saatnya kita mulai menemukan kembali kearifan kuno untuk memperkaya (bukan melecehkan) ilmu psikologi kontemporer". Saya sangat percaya bahwa Kearifan Kuno (yang sebagian sudah Bapak jabarkan) sangat memperkaya dan pada dasarnya ada dalam ilmu psikologi kontemporer. Saya cukup kontinyu membaca tulisan2 Bapak di milis ini, dan selama ini saya banyak setujunya dengan pandangan Bapak.
Yang kurang saya setujui adalah kalimat Bapak sebelumnya tentang Freud, Pavlov, dan Maslow. Menurut saya, semua yang dilakukan Freud, Pavlov, dan Maslow juga memperkaya psikologi seperti Kearifan Kuno yang Bapak jabarkan :) Saya sendiri termasuk penganut psikologi yang positif, yang percaya bahwa semua orang punya potensi, dan yang terpenting adalah menggali, mengenali, dan mengembangkan potensi itu. Namun.. dari pengalaman saya, saya melihat bahwa TIDAK semua masalah bisa dipecahkan dengan pendekatan seperti ini. Ada kasus2 yang lebih tepat ditelaah dengan pendekatan psikoanalisa, ada yang dengan pendekatan humanistik, dan.. walaupun saya paling nggak sreg dengan aliran behavioristik, saya melihat bahwa di kasus2 tertentu behavioristik paling tepat. Dalam mengajar kelas 2 SD, misalnya, ketika seorang guru hanya punya waktu 1 thn dan harus mengendalikan perilaku murid2nya yang berjumlah 50-an anak demi kelancaran belajar mengajar, pendekatan psikoanalisa mungkin terlalu jauh, pendekatan humanistik atau Kearifan Kuno terlalu lama (anaknya keburu naik kelas 5 sebelum berhasil dikendalikan), maka yang paling efektif adalah behavioristik.
Demikianlah, Pak. Menurut saya semuanya kembali ke kasus, bukan ke pendekatan. And, BTW, Freud itu psikoanalis, Pak, bukan aliran behavioristik :)
Salam,
__._,_.___Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
No comments:
Post a Comment