(baik yang "benar" maupun yang "keliru") dan mencoba menelusuri
kekacauan hidup manusia berdasarkan berbagai isme, ideologi, dan agama
yang beredar itu.
Kita tentu bisa berdebat soal ini. Tetapi saya mempunyai pendapat yang
berbeda mengenai persoalan ini.
Saya tidak percaya bahwa situasi dan kondisi manusia dapat sepenuhnya
diterangkan berdasarkan peran-peran isme-isme, ideologi, atau ajaran
agama yang beredar pada suatu saat.
Situasi dan kondisi manusia adalah akibat ulah manusia. Para penguasa
atau tokoh masyarakat bisa saja menggunakan ideologi tertentu sebagai
alat politiknya, tetapi kekuatan dari penguasa itu sendirilah yang
berperan dalam situasi pada suatu ketika.
Saya tidak percaya bahwa negara amerika (umpamanya) menjadi seperti
sekarang karena rakyatnya menganut ideologi atau agama tertentu.
Justru sebaliknyalah yang terjadi, ideologi atau penghayatan agama
yang ada, adalah refleksi dari situasi masyarakat. Jadi yang benar
bukanlah situasi sebagai akibat ideologi, melainkan ideologi sebagai
cerminan dari situasi.
2010/6/29 A.R. PRASETYA UTAMA <prasetyautama@yahoo.co.id>
>
> BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIMI
>
> Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa
> Kecuali bangsa itu sendiri berusaha berubah
>
> Individualisme
>
>
> Liberalisme
>
>
> Kapitalisme
>
>
> Feodalisme
>
>
> Imperialisme
>
> Kolonialisme
>
> Baiklah sekarang kita lakukan investigasi ulang, sejak kapan nenek moyang kita mengenal agama Kristen yang amburadul seperti ini, dan diwariskan kepada kita ?
> Ajaran Rasul Allah menjadikan :
>
> SEJARAH YAHUDI DAN PENGARUH IDEANYA
> TERHADAP AGAMA-AGAMA DI INDONESIA
>
>
> Tahun 610 – 632 Masehi (tegak Sunnah Muhammad)
>
> Dengan Al Qur'an dan Sunnah terwujud model kehidupan indah yang sama sekali tidak sama dengan model Romawi yang menganut paham Naruralisme Makro Atomisme atau Liberalisme Demokrasi, juga tidak sama dengan model Persia Baru yang menganut paham Naturalisme Mikro Atomisme tau Sosialisme Komunis, juga tidak model Kerajaan atau Monarki. Dengan demikian, Muhammad dengan konsep dari Allah yaitu Al Qur'an membangun sebuah pemerintahan yang sangat murni tidak mengadopsi konsep dan pemikiran dari Barat/Romawi, maupun konsep pemikiran dari Timur/Persia Baru (laa syarqiyyah walaa gharbiyyah).
>
> Pemerintahan Muhammad yang dicatat oleh sejarah sebagai pemerintahan yang paling bisa memenuhiharapan kemanusiaan, yaitu dapat memenuhi rasa keadilan dan kemakmuran yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga negaranya. Keadilan hidup berpolitik, ekonomi, hukum, keamanan, dan keadilan kesejahteraan dan lain-lain, yang dapat dari para pemimpinnya sampai lapisan masyarakat yang paling bawah.
>
No comments:
Post a Comment