perdagangan lesu dan PHK merajalela. Yang lebih parah, krisis ini baru
dimulai dan tidak ada yang tahu kapan krisis akan berakhir.
Dengan ekspor Indonesia yang berkurang sampai lebih dari 50 %, jelas
banyak usaha yang gulung tikar. Pengangguran meningkat, daya beli
masyarakat melemah. Akibatnya sebagian produsen yang merugi karena
masyarakat tidak mampu membeli prouknya, akan mem PHK karyawannya.
Pengangguran akan semakin bertambah, daya beli semakin melemah. Begitu
seterusnya.
Menurutku, tidak masuk akal bila ada capres/caleg yang berjanji bisa
menyediakan sembako murah untuk semua orang, pendidikan gratis, dan
berbagai mimpi lainnya dengan kondisi ekonomi seperti ini.
Seakan hanya membodohi rakyat yang kurang wawasan.
Kalaupun bisa, mungkin dengan menjual PLN, Pertamina, Krakatau Steel,
dsb, lalu uangnya digunakan untuk subsidi.
No comments:
Post a Comment